Program Jumat Bersepeda, Fraksi PDIP DPRD Solo Mendorong Jadwal Harian: Katanya Efisien

Program Jumat Bersepeda di Solo: Konsistensi sebagai Kunci Efisiensi Energi

Program Jumat Bersepeda yang digelar oleh Pemerintah Kota Solo menjadi perhatian khusus dari berbagai pihak, termasuk Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surakarta, Honda Hendarto. Ia menilai bahwa kebijakan ini tidak boleh hanya sekadar menjadi imbauan sementara atau seremonial semata. Menurutnya, keberhasilan program ini terletak pada konsistensi dalam pelaksanaannya.

Menghindari “Obor Blarak”

Honda Hendarto menyampaikan bahwa kebijakan Jumat Bersepeda harus dijalankan secara konsisten, bukan hanya pada awal penerapannya. Ia mengibaratkannya sebagai “obor blarak”, yaitu sesuatu yang cepat menyala lalu padam. Dalam wawancaranya, ia menjelaskan:

“Kita sepakat kebijakan tersebut ketika bukan obor blarak. Obor blarak yang saya maksud sekali aja. Besok sudah tidak.”

Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama agar program ini benar-benar berdampak, terutama dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Ia menegaskan bahwa penghematan BBM tidak akan terasa signifikan jika program hanya dijalankan sesekali.

Efisiensi BBM Butuh Konsistensi

Honda Hendarto menilai bahwa penggunaan kendaraan pribadi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa ditekan apabila kebijakan bersepeda atau menggunakan transportasi umum diterapkan lebih luas dan berkelanjutan. Ia menyarankan agar kebijakan ini tidak hanya dilakukan setiap Jumat, tetapi juga setiap hari.

“Kenapa hal tersebut tidak dilakukan setiap hari. Kalau niatannya memang mau membuat sebuah kebijakan masalah BBM. Tujuannya kan efisiensi di bidang energi. Dalam hal ini efisiensi terhadap pemakaian bahan bakar,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa jika kebijakan ini diterapkan secara intensif, maka penggunaan kendaraan pribadi oleh ASN dapat dikurangi secara signifikan.

Apresiasi Program, Tapi Harus Berkelanjutan

Meskipun memberikan kritik, Honda Hendarto tetap mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Solo dalam mendorong gaya hidup hemat energi. Ia berharap kebijakan ini tidak berhenti sebagai imbauan sesaat.

“Sehingga pemerintah kota menghimbau ASN bersepeda atau menggunakan transportasi umum. Bagus. Saya apresiasi. Sekali lagi jangan obor blarak. Kalau bisa setiap hari,” ungkapnya.

Ia berharap kebijakan ini dapat menjadi contoh nyata bagi masyarakat lainnya dalam menjalani kehidupan yang lebih ramah lingkungan.

Wali Kota Solo: Hanya Imbauan Tanpa Sanksi

Sementara itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan bahwa program Jumat Bersepeda masih bersifat imbauan. Tidak ada sanksi bagi ASN yang tetap menggunakan kendaraan bermotor. Ia menjelaskan:

“Ini saya menghimbau seluruh jajaran kampanye hemat energi. Kita canangkan dengan Jumat Bersepeda,” jelasnya saat ditemui di wilayah Nusukan, Banjarsari, Solo.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah kota lebih memilih pendekatan persuasif daripada pemberian sanksi.

Dampak Global Jadi Latar Belakang

Kebijakan ini muncul sebagai bagian dari upaya penghematan BBM di tengah situasi global. Pemerintah Kota Solo merespons dampak konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat yang memengaruhi sektor energi. Respati mengajak seluruh pegawai untuk ikut ambil bagian dalam solusi, bukan sekadar menjadi penonton kondisi global.

“Saat ini saatnya bukan marah-marah bukan menghukum bagi yang tidak bersepeda. Tetap kami hari ini menghimbau seluruh kepegawaian menghemat bahan bakar energi,” terangnya.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *