Lebih dari 1.000 Ramuan Herbal, Toko Obat Tradisional Ini Selalu Ramai

Sejarah Toko Obat Tradisional yang Bertahan Selama Lebih dari Seratus Tahun

Toko Obat Mutiara, yang berada di Jalan Patimura No. 71 A, kini dikelola oleh Sin She Tho Bun Lian (81), seorang generasi penerus usaha keluarga yang telah menjalankan bisnis ini selama lebih dari 60 tahun. Toko ini merupakan warisan dari orang tuanya dan memiliki sejarah panjang, dengan usia yang melebihi seratus tahun.

Sin She Tho Bun Lian mengungkapkan bahwa toko obat tradisional ini adalah turunan dari ayahnya. Ia mulai menekuni dunia pengobatan tradisional sejak usia 14 tahun, dengan belajar langsung dari sang ayah. Bahkan, untuk memperdalam ilmu, ia pernah belajar hingga ke Tiongkok. Kini, meskipun sudah berusia lanjut, ia masih aktif melayani pasien yang datang untuk berobat.

Ketika masuk ke dalam toko, suasana khas langsung terasa dengan aroma herbal yang kuat. Pasien yang datang tidak hanya berasal dari Pontianak, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Ketapang dan Hulu. Setiap hari, toko ini dipadati warga yang ingin mendapatkan pengobatan alternatif.

Dalam proses pengobatan, setiap pasien akan diperiksa terlebih dahulu sebelum diberikan ramuan herbal sesuai dengan kondisi penyakitnya. “Untuk pasien yang datang itu langsung kita periksa biar tahu dia ada penyakit apa saja. Untuk yang berobat ke saya, proses penyembuhannya tidak pasti, tergantung dia punya penyakit lama atau enggak. Kalau enggak lama, sebentar saja bisa baik, kalau lama, agak lebih beberapa paket baru bisa baik,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa jenis penyakit yang ditangani cukup beragam, mulai dari gangguan lambung, maag, hingga penyakit serius seperti tumor dan kanker stadium awal. Toko obat ini membuka layanan pemeriksaan setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

“Pemeriksaan mulai dari jam 09.00 sampai 12.00 siang saja, soalnya kalau lama saya terlalu capek. Namun untuk pembelian obat buka hingga sore hari,” katanya.

Biaya pemeriksaan dipatok sebesar Rp50 ribu per orang, di luar biaya obat yang disesuaikan dengan jenis penyakit. Meski demikian, ia mengaku tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dalam melayani pasien. “Kalau memang dia sakit, dia kalau enggak punya duit, kan kita bisa dibantu,” ungkapnya.

Lebih dari seribu jenis bahan herbal tersedia di toko tersebut, yang berasal dari berbagai rempah, akar, hingga bunga. Stok obat didatangkan dari agen di Jakarta sebelum persediaan habis.

Dengan tetap bertahannya usaha ini selama lebih dari satu abad, Sin She Tho Bun Lian berharap dapat terus membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan tradisional. “Dengan membuka toko obat tradisional ini untuk membantu mereka yang memang membutuhkan bantuan. Kalau mereka sakit ya kami bantu,” tutupnya.




Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *