Mantan Wali Kota Bontang Bergabung dengan Partai Demokrat
Mantan Wali Kota Bontang, Basri Rase, akhirnya resmi bergabung dengan Partai Demokrat. Keputusan ini diambil setelah ia merasa tidak lagi sejalan dengan partai lama, terutama terkait intervensi terhadap kebijakan daerah. Alasan utamanya adalah ketidakcocokan dengan dinamika internal partai sebelumnya dan rasa tidak nyaman terhadap pengaruh yang terlalu besar dari pusat terhadap kebijakan daerah.
Basri Rase menegaskan bahwa ia ingin partai benar-benar memberikan hak kepada daerah masing-masing untuk menentukan yang terbaik. “Kalau itu sudah pasti, tidak cocok bagi saya. Saya tidak mau partai terlalu banyak intervensi. Saya ingin partai benar-benar memberikan hak kepada daerah masing-masing untuk menentukan yang terbaik,” tegas Basri, Minggu (12/4/2026).
Ia juga merasa berbagai prestasi yang diraih selama memimpin Bontang, seperti opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang konsisten hingga capaian sebagai kota terkecil terbersih di Asia Tenggara, tidak mendapatkan apresiasi yang proporsional dalam sistem sebelumnya. “Masak kader yang berprestasi lantas diperlakukan seperti itu? Saya punya suara saya sendiri,” imbuhnya.
Kinerja Irwan Fecho Membuatnya Terkesan
Selain persoalan otonomi kader di daerah, sosok Irwan Fecho menjadi salah satu faktor kuat yang mendorong Basri Rase bergabung dengan Partai Demokrat. Ia mengaku menjadi saksi atas perjuangan Irwan saat menjabat sebagai anggota DPR RI dalam memperjuangkan anggaran pusat untuk Kalimantan Timur.
“Beliau kinerjanya luar biasa. Banyak anggaran yang dibawa dari pusat ke Kaltim, mulai dari Mahakam Ulu, pembangunan jalan di daerah terisolasi, hingga bandara. Itu yang membuat saya ingin bergabung,” tuturnya.
Menurut Basri, Irwan Fecho merupakan contoh nyata sosok “wong cilik” dari Sangkulirang yang mampu membuktikan diri melalui kerja nyata tanpa harus berasal dari latar belakang politik elite.
Partai Demokrat Lebih Demokratis
Di sisi lain, Basri menilai Partai Demokrat menawarkan iklim organisasi yang lebih sehat dan setara. Ia melihat tidak ada dominasi figur tunggal yang membatasi ruang gerak kader. “Dari sisi organisasi, Demokrat itu benar-benar demokratis. Tidak ada ‘superhero’, semuanya punya hak yang sama,” jelasnya.
Basri Rase pun mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk lebih cermat dalam menentukan pilihan politik. Ia menekankan pentingnya bergabung dengan partai yang mampu menghargai potensi dan visi setiap individu. “Kalau partai tidak menghargai ‘wong cilik’, untuk apa? Karena itu, mari dukung Demokrat ke depan, karena memberi ruang bagi siapa pun yang punya potensi dan komitmen untuk membangun negeri ini,” katanya.
Rekam Jejak Basri Rase
Basri Rase menjabat sebagai Walikota Bontang periode 2021-2025. Di Pilkada Bontang 2024, Basri Rase kembali mencalonkan diri dengan menggandeng pengusaha ayam goreng Chusnul Dhihin. Pasangan Basri Rase-Chusnul Dhihin maju Pilkada Bontang 2024 dari jalur perseorangan alias independen.
Pilkada Bontang 2024 diikuti 4 pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yakni:
* Basri Rase-Chusnul Dhihin
* Sutomo Jabir-Nasrullah
* Najirah-Muhammad Aswar
* Hj. Neni Moerniaeni-Agus Haris
Akhirnya, Pilkada Bontang 2024 dimenangkan Neni Moerniaeni-Agus Haris paslon nomo urut 4.
Sebelum menjabat Walikota Bontang periode 2021-2025, Basri Rase pernah menjadi orang nomor dua. Ketika itu, Basri Rase mendampingi Neni Moerniaeni periode 2016-2021.
Setelah satu periode menjadi Wakil Neni Moerniaeni, Basri Rase kembali mendaftar sebagai calon Wakil Walikota berpasangan dengan Adi Darma yang juga merupakan mantan Wali Kota Bontang periode 2010-2015. Namun dalam proses tahapan Pilkada, pasangan Basri Rase itu meninggal dunia setelah dinyatakan terpapar Covid-19 pada 2020 silam.
Karena Adi Darma meninggal, Basri Rase naik menjadi calon Walikota dan berpasangan dengan istri almarhum Adi Darma sebagai wakil wali kota. Pasangan Basri Rase-Najirah menang dan memimpin Bontang periode 2021-2025.
Di Pilkada Bontang 2024, Basri Rase dan Najirah pecah kongsi dan masing-masing mencalonkan diri dengan mengandeng pasangan yang berbeda. Namun, Neni Moerniaeni lah yang menang di Pilkada Bontang 2024.
Jabatan di eksekutif, bukanlah awal perjalanan politik Basri Rase. Langkah politik Basri Rase dimulai medio tahun 2000-an. Di tahun 204, Basri didaftarkan pamannya sebagai bacaleg di partai PNBK. Namun saat itu, nasib baik belum pihak, dirinya gagal pada Pileg, 2004.
Kemudian pada tahun 2007, Basri Rase diberikan amanah oleh Mantan Panglima TNI, Wiranto untuk membesarkan Hanura di Bontang. Dirinya ditunjuk untuk menjadi ketua Partai DPC Hanura, dan berhasil menang dalam Pileg Bontang tahun 2009 silam.
Setelahnya, Basri Rase mendampingi Neni Moerniaeni sebagai Wakil Wali Kota Bontang pada periode 2016-2021.
Biodata Basri Rase
Nama: Basri Rase
TTL: Bone, 11 Februari 1972
Agama: Islam
Alamat: Jl. K.H Dewantara (Rawa Indah) RT. 27 Kel. Tg. Laut Indah, Kec. Bontang Selatan
Keluarga
Istri: Hapidah, Amd. Kep
Tempat tanggal Lahir: Palopo, 15 Juli 1973
Pekerjaan: PNS
Anak I: M. Biefa Nurani Al Bisyrie
Tempat tanggal Lahir: Palopo, 10 Juli 2006
Anak II: M. Dewananta Nurani Al Bisyrie
Tempat tanggal Lahir: Palopo, 3 Juli 2010
Pendidikan:
SDN 42 Watampone (1985)
SMPN 1 Watampone (1998)
* SMA 1 Watampone (1991)
Riwayat Pekerjaan:
Anggota DPRD Kota Bontang (2009-2014)
Anggota DPRD Kota Bontang (2014-2015)
Organisasi:
Semasa mengikuti pendidikan:
OSIS
Pramuka
* PMR (Palang Merah Remaja)
Keanggotaan Dalam Organisasi Politik:
Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) 2007 – 2010
Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) 2010-2015
Partai PKB (2018)
Partai Demokrat (2026)
Keanggotaan dalam organisasi LSM/OKP:
KKMB (Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone) Kota Bontang
KKLR (Kerukunan Keluarga Luwu Raya) Kota Bontang
KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) Kota Bontang
GPMB (Gerakan Permasyarakatan Minat Baca) Kota Bontang
GATPUSI (Gerakan Tenaga Pustawan Seluruh Indonesia) Kota Bontang)
Perhimpunan Kebangsaan Kota Bontang
Pembina Sanggar Seni Budaya Kota Bontang
Pembina Pondok Pesantren Daru Quro Kota Bontang
* Mabincab Pramuka Kota Bontang












