Komisi V Percepat 400 Ribu Rumah: Presiden Perhatikan Rakyat

Program Bedah Rumah 2026: Menyentuh Kesejahteraan Rakyat

Program bedah rumah yang direncanakan untuk mencapai 400 ribu unit pada tahun 2026 menjadi fokus utama dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menekankan bahwa program ini tidak hanya sekadar target angka, tetapi juga bagian dari kebijakan perumahan nasional yang lebih menekankan kualitas hunian.

  • Program ini diharapkan bisa memperbaiki kondisi tempat tinggal masyarakat yang belum layak, sehingga berdampak langsung terhadap kesejahteraan dan kesehatan mereka.

Target yang Tidak Hanya Angka

Dalam pernyataannya, Andi Iwan menyampaikan bahwa peningkatan jumlah renovasi harus diiringi dengan implementasi yang baik di lapangan. “Gebrakan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dengan meningkatkan secara signifikan jumlah rumah yang akan direnovasi ini, harus dibarengi dengan implementasi yang baik di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemetaan penerima manfaat secara akurat oleh Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). “Ketepatan membaca rumah mana yang paling membutuhkan intervensi. Selain berpijak pada kesesuaian data dan laporan dari Pemda, penting juga memastikan dengan kondisi di lapangan,” jelas Legislator dari Dapil Sulawesi Selatan II itu.

Evaluasi dan Penyesuaian Bantuan

Andi Iwan mendorong evaluasi jika ditemukan ketidaktepatan penerima bantuan. “Dan apabila di lapangan ditemukan ketidaktepatan penerima manfaat, Kementerian PKP dapat melakukan penyesuaian. Jadi koreksi juga bagi DTSEN dan Pemda apabila ada temuan, ini kan juga sekaligus bentuk kerja sama dan kolaborasi,” urai Iwan.

Harapan besar disampaikan agar masyarakat yang menjadi sasaran dari program bedah rumah namun tidak ikut terdata dengan berbagai alasan, mereka bisa memperoleh haknya karena tujuan dari Pak Prabowo kan itu, meningkatkan taraf hidup rakyat kecil.

Kolaborasi Penting untuk Pelaksanaan Program

Selain itu, ia menilai kolaborasi dengan berbagai pihak penting untuk mendukung pelaksanaan program. “Kami juga mendorong agar Kementerian PKP bisa berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait untuk mendukung teknis dari program ini. Termasuk dengan BUMN dan swasta sebagai bagian dari CSR mereka,” terangnya.

Politikus Gerindra itu menyoroti peran pemerintah daerah dalam pemerataan program. “Namun pemerataan manfaat dan kualitas pelaksanaan sangat bergantung pada kapasitas teknis daerah. Maka peran Pemda di sini juga sangat krusial,” ucap Iwan Aras.

Dampak Ekonomi Lokal

Ia menilai program bedah rumah dapat menggerakkan ekonomi lokal. “Sudah pasti program ini dapat menggerakkan roda perekonomian daerah. Karena pemenuhan bahan material diambil dari toko atau usaha lokal, dan tukang bangunan juga dari warga setempat. Ini sekaligus menyerap tenaga kerja di seluruh wilayah Tanah Air,” tambahnya.

Menurutnya, program bedah rumah juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Program bedah rumah pada prinsipnya sejalan dengan program kerakyatan Pak Prabowo lainnya seperti MBG, yang sasarannya pun sama langsung menyentuh rakyat,” kata Iwan.

Dampak Langsung bagi Keluarga

Ia menegaskan pentingnya dampak langsung bagi ketahanan keluarga. “Rumah yang lebih layak berarti pengeluaran kesehatan dapat ditekan, risiko kerusakan saat musim hujan dapat berkurang, dan ruang hidup anak menjadi lebih aman untuk tumbuh,” urai Iwan.

Komisi V DPR, lanjutnya, akan mengawal pelaksanaan program tersebut. “Kami memberikan support bagi Kementerian PKP agar dapat melaksanakan program bedah rumah ini secara maksimal sehingga masyarakat benar-benar dapat memperoleh manfaat dari program Pemerintah,” tegasnya.

Apresiasi terhadap Kinerja Kementerian PKP

Iwan juga mengapresiasi upaya peningkatan kinerja Kementerian PKP. “Kami melihat ada peningkatan grafik pencapaian dibandingkan sebelumnya. Dan Komisi V DPR berharap agar pencapaian dan kinerja dari Kementerian PKP bisa terus on the track,” sebut Iwan.

“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan program bedah rumah terletak pada seberapa jauh rumah yang diperbaiki benar-benar mengubah kondisi hidup keluarga yang selama ini tinggal dalam keterbatasan,” pungkasnya.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *