Timur Tengah di Ambang Kekacauan: 123 Tewas di Lebanon, Iran Serang Israel-AS via True Promise 4

Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Perang yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah semakin meluas dan menimbulkan korban besar dalam kalangan penduduk sipil. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Lebanon, sebanyak 123 orang tewas dan 683 lainnya terluka akibat serangan udara Israel di Lebanon selama pekan ini. Serangan tersebut mencakup wilayah-wilayah seperti pinggiran selatan Beirut, kota-kota di Lebanon selatan, serta daerah-daerah di timur Lebanon.

Eksodus besar-besaran terjadi di Beirut selatan setelah warga mengungsi karena kekhawatiran akan ancaman serangan. Wilayah yang sebelumnya dihuni oleh sekitar setengah juta orang kini hampir kosong. Ratusan keluarga pengungsi terlihat berlindung di pantai Beirut, sebagian besar tanpa tempat tinggal, makanan, atau perlindungan memadai. Seorang warga mengatakan dengan putus asa, “Kami bukan hewan, kami manusia. Anak-anak kami kedinginan.” Ketiadaan tempat penampungan di sekolah-sekolah memaksa warga sipil—termasuk pengungsi Suriah dan Palestina—berada dalam ketidakpastian maut.

Serangan Balasan Hizbullah

Di tengah eskalasi konflik antara Hizbullah dan Israel, kelompok perlawanan Lebanon tersebut memperingatkan warga Israel untuk meninggalkan wilayah yang berada dalam radius 5 kilometer dari perbatasan utara. Hizbullah juga dilaporkan telah meluncurkan sejumlah serangan terhadap pasukan Israel yang memasuki wilayah Lebanon. Serangan dilakukan di beberapa titik, termasuk Maroun al-Ras dan Kfar Kila. Kelompok tersebut juga mengklaim menyerang kamp militer Yoav di Dataran Tinggi Golan serta pangkalan angkatan laut Israel di pelabuhan Haifa.

Selain itu, Hizbullah disebut telah menembakkan lebih dari 30 rudal ke wilayah Israel dalam beberapa jam terakhir. Meski demikian, belum ada laporan resmi mengenai korban dari pihak Israel.

Iran Memperluas Serangan

Konflik ini semakin kompleks karena melibatkan Iran, yang menjadi sekutu utama Hizbullah. Militer Iran memperluas dan meningkatkan serangan terhadap Israel dan aset Amerika Serikat dengan kejutan besar. Pada Jumat pagi (6/3/2026), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan dimulainya gelombang ke-20 Operasi “True Promise 4”. Rudal balistik buatan dalam negeri jenis “Kheybar” dilaporkan meluncur menuju Tel Aviv, menandai peringatan hari kelahiran Imam Hassan al-Mojtaba dengan dentuman ledakan di wilayah pendudukan.

Iran secara terbuka menyatakan telah memperluas jangkauan serangannya terhadap aset-aset Amerika Serikat sebagai bentuk pertahanan diri. Menurut pernyataan militer Iran, serangan drone dan rudal terbaru menargetkan beberapa lokasi strategis, termasuk:

  • Pangkalan Udara Ramat David
  • Situs radar Gunung Meron
  • Kamp militer Amerika di Al-Odeiri, Kuwait
  • Markas pasukan Amerika di Erbil, Irak

Selain itu, Iran juga mengumumkan peluncuran gelombang ke-20 Operasi “True Promise 4”, sebuah operasi gabungan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Tel Aviv menggunakan rudal dalam negeri jenis Kheybar.

Drone AS dan Israel Ditembak Jatuh

Di tengah eskalasi tersebut, pertahanan udara Iran mengklaim berhasil menembak jatuh dua drone canggih milik Israel dan AS. Sebuah drone MQ-9 milik Amerika Serikat dilaporkan dihancurkan di wilayah udara Lorestan, sementara drone Hermes 900 milik Israel ditembak jatuh di sekitar Teheran. Insiden itu terjadi pada Jumat pagi dan menambah ketegangan di kawasan yang kini berada di ambang konflik regional lebih luas.

Krisis Kemanusiaan Memburuk

Sementara para pemimpin dunia saling melancarkan ancaman militer, rakyat sipil menjadi korban terbesar. Puluhan ribu warga Lebanon kini hidup dalam pengungsian. Sekolah, masjid, dan bangunan publik berubah menjadi tempat perlindungan darurat. Banyak keluarga bahkan terpaksa tidur di pinggir jalan atau di pantai, menunggu bantuan yang belum pasti datang.

National News Agency (NNA) melaporkan serangan udara terus menghujani kota-kota seperti Srifa, Aita al-Shaab, hingga Douris saat fajar menyingsing. Dengan lebih dari 683 orang terluka dan rumah sakit yang mulai kewalahan, Lebanon kini berada di ambang kolaps total. Perang yang awalnya terbatas kini berkembang menjadi konflik regional yang melibatkan banyak negara—dan bagi warga sipil, setiap malam bisa berarti kehilangan rumah, keluarga, bahkan nyawa.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *