Persiapan Pemerintah Jawa Barat Menghadapi Arus Mudik Lebaran 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan telah memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Koordinasi lintas sektor dengan kepolisian dan berbagai pemangku kepentingan telah dilakukan guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyampaikan bahwa pergerakan pemudik diperkirakan mulai meningkat pada 14 Maret 2026, seiring masa libur panjang yang berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri. “Koordinasi lintas sektor di lingkup perhubungan, kepolisian, dan berbagai stakeholder sudah dilakukan untuk memastikan seluruh kesiapan, baik personel, sarana maupun prasarana, dalam kondisi siap menghadapi arus mudik,” ujar Dhani pada Jumat 6 Maret 2026.
Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, Dinas Perhubungan Jawa Barat menyiapkan sekira 12 posko. Jika digabungkan dengan posko yang berada di berbagai simpul transportasi seperti bandara, terminal, dermaga, dan stasiun kereta api, jumlahnya mencapai sekira 30 posko. Selain itu, terdapat pula posko dari berbagai instansi lain seperti kepolisian, dinas kesehatan, dan bina marga. Secara keseluruhan, jumlah posko pelayanan yang disiapkan bagi masyarakat diperkirakan mencapai lebih dari 200 posko di seluruh wilayah Jawa Barat.
Dishub juga telah melakukan ramp check terhadap kendaraan angkutan umum sejak bulan lalu. Hal tersebut untuk memastikan kelayakan operasional selama periode mudik.
Titik Rawan Kemacetan
Dhani menjelaskan, sejumlah titik rawan kemacetan telah dipetakan. Titik rawan kemacetan tersebut terbagi dalam dua periode, yakni sebelum dan setelah Lebaran.
Sebelum Lebaran, kepadatan diperkirakan terjadi di beberapa pintu keluar tol, terutama jika kebijakan rekayasa lalu lintas seperti one way diberlakukan. Beberapa titik yang diprediksi mengalami kepadatan antara lain Pintu Tol Pasteur di Kota Bandung, Nagreg, Gentong, dan Ciawi.
Sementara setelah Lebaran, kepadatan diperkirakan terjadi di sejumlah kawasan wisata yang menjadi tujuan masyarakat, seperti Puncak, Lembang, Ciwidey, Cipanas Garut, Cilimus Kuningan, Pangandaran, dan Palabuhanratu. Menurut Dhani, petugas akan disiagakan di titik-titik tersebut guna membantu mengurai kepadatan lalu lintas selama masa libur Lebaran.
Antisipasi Bencana dan Pasar Tumpah
Selain kemacetan, pemerintah juga mengantisipasi potensi bencana di sejumlah wilayah. Berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Jawa Barat bagian selatan masih memiliki potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu tanah longsor, terutama di jalur alternatif. Sementara di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura), potensi kenaikan muka air laut berpotensi menyebabkan genangan di beberapa titik.
Dishub juga mengantisipasi kemacetan yang dipicu oleh pasar tumpah, terutama pada H-3 Lebaran ketika aktivitas ekonomi masyarakat meningkat. “Kami berkolaborasi dengan Satpol PP untuk melakukan pengamanan di sekitar pasar. Petugas akan memastikan masyarakat tidak menggunakan bahu jalan. Dari pihak kepolisian juga akan dilakukan kanalisasi agar penyeberangan masyarakat terpusat di satu titik,” kata Dhani.
Kompensasi Petugas dan Antisipasi BBM
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan kompensasi bagi para pengemudi angkot, andong, dan besak agar tidak beroperasi sementara. Kompensasi akan mulai disalurkan pada 12–13 Maret. Penyalurannya dibagi dalam dua klaster, yakni klaster jalur mudik di wilayah Pantura seperti Cirebon dan Subang, serta klaster kawasan wisata seperti Puncak, Lembang, Garut, dan Tasikmalaya.
Anggaran yang disiapkan untuk kompensasi tersebut mencapai sekira Rp6 miliar. Masa penugasannya bervariasi antara 5 hingga 7 hari.
Sementara itu, terkait isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), Dhani mengatakan pemerintah daerah bersama kepolisian akan melakukan koordinasi lebih lanjut melalui rapat lintas sektor tingkat Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Rapat tersebut akan melibatkan pihak Kementerian ESDM dan Pertamina guna memastikan pasokan BBM tetap aman selama periode arus mudik dan balik Lebaran.











