Daerah  

Jalur Bojongsoang-Dayeuhkolot Tengelam, Ini Rute Alternatif via Rancamanyar dan Ciparay

Kepadatan Lalu Lintas Akibat Genangan Banjir di Jalan Bojongsoang

Kepadatan lalu lintas terjadi di ruas jalan sebelum genangan air di Jalan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pengendara yang ingin melanjutkan perjalanan menuju beberapa daerah seperti Baleendah dan Dayeuhkolot.

Papan imbauan untuk pengguna jalan dipasang oleh Satlantas Polresta Bandung di pertigaan Bojongsoang pada hari Minggu (12/4/2026). Papan tersebut memberi informasi bahwa wilayah Andir dan Dayeuhkolot tidak bisa dilalui akibat banjir. Pengendara diminta mencari jalur alternatif, seperti rute Banjaran via Cisirung – Sayuran – Rancamanyar atau Ciparay via Bojongsoang – Simpang Siliwangi.

Genangan air yang cukup tinggi menyebabkan beberapa kendaraan mogok, khususnya roda dua yang mengalami masuknya air ke knalpot atau mesin. Hal ini membuat sejumlah pengendara berhenti sejenak dan mempertimbangkan apakah akan melanjutkan perjalanan atau kembali mencari jalur lain.

Selain kepadatan kendaraan, suasana di sekitar genangan air juga tampak ramai dengan kehadiran anak-anak yang sedang bermain air. Mereka terlihat asyik bermain di jalan-jalan yang tergenang air cukup dalam. Beberapa dari mereka bahkan berenang sambil tertawa riang karena saling bercanda.

Yoga (11), salah satu anak yang sedang bermain, mengatakan bahwa ia merasa senang dan seru saat bermain air saat banjir seperti ini. “Banyak teman-teman yang ada di sini, bosan kalau diam di rumah,” ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di Jalan Terusan Bojongsoang, Minggu (12/4/2026).

Yaslin (10) juga memiliki pengalaman serupa. Menurutnya, saat banjir seperti ini bisa mendapatkan uang tambahan ketika membantu pengendara yang mogok. “Ya alhamdulillah suka ada yang memberikan uang (pengendara) ketika kendaraan mereka mogok karena banjir, dan kita membantu untuk mendorongnya,” katanya.

Peringatan Cuaca Ekstrem dari BMKG Bandung

BMKG Bandung mengimbau kepada masyarakat khususnya di Bandung Raya untuk mewaspadai potensi hujan yang masih akan turun lebat disertai angin kencang dan petir dalam satu hingga tiga hari ke depan.

Menurut data dari interpretasi citra radar Purwakarta, bibit awan konvektif mulai terpantau di wilayah Kota Bandung sejak pukul 13.25 WIB. Awan ini cepat berkembang menjadi awan yang signifikan.

Rahayu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, menjelaskan bahwa warga diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang pada sore hari. Ia menyarankan agar warga menghindari tempat terbuka, pohon, tiang listrik, atau benda tinggi lainnya yang bisa roboh saat angin kencang terjadi.

Dia juga meminta warga untuk mematikan alat komunikasi sementara waktu dan menjaga jarak aman jika sedang berteduh di luar ruangan. “Diprakirakan satu hingga tiga hari ke depan masih berpotensi hujan skala lokal pada siang sampai malam hari di Cianjur, Kota Bandung, dan Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *