Daerah  

252 Rumah Korban Banjir di Tapsel Dibangun, Air Bersih Jadi Prioritas



JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun 252 unit rumah hunian bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pembangunan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memulihkan kondisi masyarakat yang terkena dampak bencana alam.

Pembangunan hunian tersebut telah ditinjau langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo pada Jumat (23/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai rencana, yaitu dapat dimanfaatkan sebelum bulan Ramadhan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dody menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dasar sebelum hunian ditempati, terutama ketersediaan air bersih.

“Hunian harus siap secara menyeluruh. Air bersih tidak boleh menjadi persoalan ketika masyarakat mulai menempati,” ujar Dody dalam pernyataannya.

Pembagian Unit Hunian

Di lokasi tersebut, Kementerian PU membangun 252 unit hunian yang terbagi dalam 21 blok modular dan diperuntukkan bagi 245 kepala keluarga terdampak bencana sesuai kebutuhan. Setiap blok modular dilengkapi unit hunian dan unit sanitasi komunal.

Secara keseluruhan, kawasan ini memiliki 126 unit toilet dan 126 unit shower untuk menunjang kebutuhan sanitasi penghuni. Selain itu, kawasan hunian juga dilengkapi berbagai fasilitas umum, seperti masjid, gedung serbaguna, dapur umum, area cuci, ruang komunal, pos jaga, tempat pembuangan sementara (TPS), area hijau, lapangan olahraga, serta area parkir.

Desain Teknis

Dari sisi teknis, rumah hunian dibangun menggunakan sistem struktur modular dengan rangka baja ringan dan baja CNP. Dinding menggunakan sandwich panel, penutup atap berbahan metal, serta lantai GRC dengan finishing vinyl. Setiap unit dirancang memiliki ventilasi dan pencahayaan yang memadai.

Fokus pada Sanitasi

Selain penyediaan air bersih, Menteri Dody juga menekankan pentingnya sarana sanitasi yang layak serta pengelolaan lingkungan yang baik guna menjaga kesehatan dan kenyamanan masyarakat terdampak bencana. Percepatan pembangunan rumah hunian di Batang Toru dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan konstruksi, kelayakan fungsi, serta pemenuhan standar pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana.

Anggaran Pemulihan Infrastruktur

Di sisi lain, Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran pemulihan dan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir di sejumlah wilayah Sumatera mencapai Rp 70 triliun hingga Rp 74 triliun. Angka ini lebih besar dibanding estimasi awal sebesar Rp 51,8 triliun yang sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Sebetulnya rencana proposalnya itu Rp 70 triliun sampai Rp 74 triliun. Tapi sesuai aturan, kita mesti bikin rencana induk yang harus kita submit kepada Kepala Bappenas untuk direview, baru kemudian disetujui oleh Dewan Pengarah,” ujar Dody dalam media briefing di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (16/01/2026).

Ia menjelaskan, Dewan Pengarah tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), hingga kementerian terkait lainnya. Setelah rencana induk disetujui, barulah pemerintah mengajukan permintaan anggaran kepada Menteri Keuangan.

“Per hari ini surat sedang kita siapkan karena rencana induk sudah selesai,” kata Dody.

Tambahan Pekerjaan

Dody menjelaskan, kenaikan kebutuhan anggaran dibanding estimasi awal disebabkan adanya tambahan pekerjaan, terutama pembangunan sabo dam atau check dam baru. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mengendalikan aliran sedimen, kayu, dan material banjir dari wilayah hulu.

“Kenapa nambah dari Rp 51 triliun? Karena ada tambahan pembangunan sabo dam baru. Apalagi jalan longsor kemarin di Gayo Lues itu menjadi wake up alarm bagi saya untuk bikin beberapa sabo dam atau check dam sebelum air atau sedimen itu sampai ke Tamiang,” ujar dia.

Menurut Dody, rencana pembangunan sabo dam tersebar di beberapa provinsi terdampak. Di Sumatera Barat direncanakan sekitar 18 hingga 20 sabo dam, di Aceh sekitar 30 titik, serta di Sumatera Utara sekitar 20 titik.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *