Gangguan Listrik di Pulau Madura Masih Terjadi, Warga Kecamatan Socah dan Burneh Mengeluh
Gangguan pasokan listrik masih menjadi isu yang sering muncul di beberapa daerah di Pulau Madura, khususnya di empat kabupaten. Warga di wilayah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep sering mengalami pemadaman listrik baik secara mendadak maupun berencana karena perbaikan. Hal ini terjadi hingga saat ini, dan sering kali dimulai dengan kondisi “byar pet” atau mati-nyala sebelum akhirnya padam total.
Pada Kamis (23/1/2026), warga Kecamatan Socah, Bangkalan, mengalami pemadaman listrik yang berlangsung selama sekitar tiga jam setelah salat Isya. Kondisi ini menimbulkan keluhan dari warga, terutama karena “byar pet” yang sering terjadi dapat merusak alat elektronik rumah tangga. Salah satu warga, Husen, menyampaikan bahwa kondisi seperti ini sangat tidak nyaman dan berpotensi merusak peralatan rumah tangga.
Beberapa desa di Kecamatan Socah seperti Desa Parseh, Desa Jaddih, dan Desa Bilaporah juga mengalami gangguan listrik. Selain itu, warga di Kecamatan Burneh, termasuk Desa Langkap, Desa Jambu, dan Desa Buluh di Kecamatan Kamal, juga merasakan dampak dari pemadaman listrik.
Di tengah penantian warga akan kembali normalnya pasokan listrik, beredar sebuah video berdurasi 37 detik di sejumlah grup WhatsApp. Video tersebut menampilkan percikan api disertai suara ledakan sebanyak dua kali dari bawah kabel Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM). Lokasi kejadian tersebut berada di tiang listrik depan Ponpes Darul Hikmah, Desa Langkap, Kecamatan Burneh.
Video tersebut dibenarkan oleh seorang santri bernama Syakur. Ia mengatakan bahwa saat itu mereka sedang menggelar zikir bersama setelah salat Isya berjamaah. Tiba-tiba, di tiang listrik muncul api disertai suara ledakan sebanyak dua kali. Suara ledakan pertama bertahan selama lima detik, dan suara ledakan kedua hingga 10 detik.
Rekam Jejak Gangguan Listrik di Madura
Masyarakat pelanggan PLN di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep pernah mengalami pemadaman bergilir selama periode tahun 2022-2023. Pertama, listrik padam terjadi disebabkan oleh terbakarnya sistem kelistrikan di jalur transmisi 150 kV kawasan Jembatan Suramadu pada 26 Februari 2022. Jalur tersebut merupakan transmisi utama yang menyuplai pasokan listrik ke seluruh wilayah di Pulau Madura.
Terbakarnya kabel tersebut menyebabkan defisit daya sebesar 70 MW, sehingga pasokan daya listrik untuk empat kabupaten di Madura berkurang. Akibatnya, terjadi pemadaman bergilir dengan estimasi 5-6 jam pada waktu siang dan malam hari.
Kedua, masyarakat pelanggan PLN di Pulau Madura kembali merasakan pemadaman bergilir di akhir tahun 2022. Selama dua hari perbaikan, 23-24 Desember, normalisasi pasokan listrik telah menyasar sejumlah 446 unit gardu atau trafo dengan jumlah 95.502 pelanggan yang padam di Pulau Madura.
Ketiga, terjadi gangguan pada transmisi SKTT 150 kV Ujung-Bangkalan yang menyebabkan trip pada PMT Bay Bangkalan pada 3 Februari 2023 sore. Akibatnya, pemadaman bergilir kembali dilakukan selama 17 hari karena pasokan listrik di Pulau Madura.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur meminta bantuan hingga sebanyak 262 personel dari Pulau Jawa-Bali. Ratusan personel tersebut terdiri dari tim pemeliharaan, konstruksi, dan engineering. Selama perbaikan berlangsung, pasokan listrik di Pulau Madura juga ditopang dengan bantuan 106 unit genset mobile dari lintas PLN unit se-Jawa-Bali.
Sistem Kelistrikan Pulau Madura dan Upaya Perbaikan
Sistem kelistrikan di Pulau Madura ditopang melalui dua sirkuit interkoneksi; SKTT 150 kV Sirkit I Ujung-Bangkalan dan SUTT 150 kV Sirkit II Kenjeran-Bangkalan melalui Jembatan Suramadu. Sirkit I dan II memiliki daya pasok masing-masing 165 MW yang disalurkan melalui 57 penyulang di Madura.
Selama ini, kedua line tersebut memikul beban puncak pemakaian listrik di Pulau Madura yang mencapai kisaran sebesar 290-300 MW pada tahun 2022. Untuk mengantisipasi gangguan listrik di masa mendatang, PLN melakukan penguatan jalur suplai listrik ke Pulau Madura dengan pembangunan SKTT 150 kV Sirkit III dan IV di Jembatan Suramadu yang rampung pada tahun 2023.
Pembangunan line III dan IV dengan masing-masing kapasitas 150 kV yang melintasi Jembatan Suramadu akan menambah total daya pasokan listrik di Pulau Madura hingga sebesar 600 MW. Dengan beban puncak pemakaian listrik sebesar 290-300 MW, PLN optimistis Madura bisa menjadi kawasan industri karena surplus pasokan listrik.
Namun, warga masih merasa bahwa penambahan kabel di Jembatan Suramadu belum memberikan dampak signifikan. “Seperti tidak ada dampaknya penambahan kabel di Jembatan Suramadu. Buktinya sekarang pasokan listrik masih sering terganggu, belum andal juga dan masih byar pet,” ujar Husen.











