Bisnis  

OJK Jabar–Pemkot Bandung tingkatkan inklusi keuangan disabilitas, program “Dia Kita” semakin nyata

Upaya Membangun Kemandirian Penyandang Disabilitas di Kota Bandung

Kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, dan komunitas disabilitas terus memperkuat upaya membangun kemandirian bagi penyandang disabilitas. Berbagai kegiatan seperti senam bersama, dialog interaktif, dan halal bihalal digelar di Kantor OJK Jabar, Jalan Ir. H. Juanda, pada Sabtu, 11 April 2026. Acara ini diikuti sekitar 100 peserta dan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari rangkaian kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Program yang dicanangkan oleh Pemkot Bandung dan OJK Jabar tidak hanya berhenti di seremoni, tetapi terus berkembang dengan aksi nyata. Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah Dia Kita (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta), yang bertujuan mendorong literasi dan inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas.

Manager Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Jabar, Zam Zam Fuadain menjelaskan bahwa sinergi antara OJK dan Pemkot Bandung telah terjalin sejak lama. Kini, program tersebut fokus pada pendekatan yang lebih terarah, tidak hanya pada edukasi, tetapi juga pada penyediaan akses layanan keuangan yang ramah disabilitas.

Salah satu langkah konkret yang sedang dipersiapkan adalah pelatihan bahasa isyarat bagi petugas layanan di industri jasa keuangan. Tujuannya adalah memastikan bahwa teman-teman disabilitas dapat mengakses layanan keuangan secara setara, bahkan di frontliner akan ada petugas yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Peran Komunitas dalam Kolaborasi

Ketua Dilans Indonesia, Farhan Hemly menyampaikan bahwa kolaborasi ini telah berjalan selama lebih dari dua tahun dan kini menunjukkan arah yang semakin matang. Ia menilai keterlibatan aktif komunitas menjadi kunci keberhasilan program yang berkelanjutan.

Dulu, komunitas hanya menjadi objek kegiatan, tetapi kini mereka menjadi subjek yang terlibat langsung dalam prosesnya. Hal ini membuat kolaborasi dengan OJK dan Pemkot Bandung menjadi lebih bermakna. Sejak akhir tahun lalu, fokus kolaborasi difokuskan pada penguatan literasi keuangan bagi kelompok disabilitas dan lansia, yang selama ini rentan terhadap praktik penipuan dan memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

Farhan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung kebijakan pemerintah. Menurutnya, program inklusi tidak cukup hanya berbasis regulasi, tetapi harus tumbuh dari tingkat akar rumput. Ia melihat sekarang ada lompatan, di mana Pemkot Bandung mendorong gerakan sampai ke tingkat RW. Bukan hanya komunitas yang bergerak, tetapi warga langsung terlibat. Ini menjadi fondasi penting untuk keberlanjutan.

Kegiatan Rutin sebagai Wadah Konsolidasi

Kegiatan yang rutin digelar setiap bulan di berbagai lokasi ini menjadi wadah konsolidasi sekaligus penguatan jejaring antara pemerintah, regulator, dan komunitas. Pemilihan Kantor OJK Jabar sebagai lokasi kali ini dimaksudkan untuk memperkuat aspek literasi keuangan dalam setiap kegiatan.




Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *