Perkelahian Remaja Putri di Palembang Viral, Polisi Tangani dengan Pembinaan
Peristiwa perkelahian antara dua remaja putri di Palembang yang viral di media sosial menarik perhatian masyarakat dan segera ditangani oleh aparat kepolisian setempat. Insiden ini memicu reaksi cepat dari Polsek Ilir Barat I, yang berhasil mengamankan kedua pelaku yang masih di bawah umur.
Video yang menunjukkan aksi saling pukul antara dua remaja putri tersebut beredar luas melalui grup WhatsApp dan akhirnya muncul di Instagram. Aksi tersebut dipicu oleh ejekan di media sosial, meskipun insiden tersebut terjadi di lokasi publik.
Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Setelah menemukan identitas para pelaku, polisi melakukan mediasi bersama orang tua kedua belah pihak. Dengan pertimbangan bahwa para pelaku masih di bawah umur, penyelesaian kasus dilakukan secara kekeluargaan dan berfokus pada pembinaan.
“Langkah ini diambil sebagai bentuk penanganan yang mengedepankan pembinaan, mengingat para pelaku masih di bawah umur,” ujar Kompol Fauzi Saleh, Kapolsek Ilir Barat I. Dalam proses mediasi, kedua remaja tersebut menyadari kesalahan mereka dan sepakat untuk berdamai tanpa rasa dendam.
Video Viral dan Reaksi Masyarakat
Insiden ini awalnya terekam oleh rekan mereka sendiri dan tersebar melalui grup WhatsApp hingga akhirnya viral di Instagram. Dalam video singkat itu, tampak kedua remaja putri terlibat kontak fisik yang cukup keras hingga saling jambak dan salah satunya jatuh tersungkur. Kejadian ini disaksikan oleh sejumlah rekan sebaya tanpa ada upaya untuk melerai.
Keterangan dalam unggahan video sempat memicu kemarahan warganet. “Kejadian masalah aksi perkelahian siswi remaja putri di bawah umur di media sosial sore tadi (8/4/2026). Lokasi jembatan sebelum pasar 26 Ilir, disebar temannya di WhatsApp karena diejek,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Proses Damai dan Permintaan Maaf
Setelah dimintai keterangan di Mapolsek IB I, kedua remaja tersebut akhirnya menyadari kesalahan mereka dan sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Momen perdamaian ini pun diunggah kembali oleh akun @palembang_kucarkacir.
Dalam video terbaru, keempat remaja putri yang berada di lokasi kejadian menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada pihak kepolisian. “Assalamualaikum, terima kasih untuk Kapolsek IB I atas penanganan perkara kami yang lagi viral. Sekarang kami sudah berdamai, dan tidak ada lagi dendam di antara kami,” ungkap mereka dengan nada menyesal.
Tindakan Cepat dan Pengawasan Lebih Ketat
Polsek Ilir Barat I juga mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari terulangnya kejadian serupa. Selain melakukan mediasi, pihak kepolisian memberikan pembinaan kepada para remaja serta memperkuat pengawasan di wilayah sekitar lokasi kejadian.
Langkah Preventif dan Edukasi
Selain itu, pihak kepolisian juga berencana melakukan edukasi lebih lanjut kepada remaja tentang dampak negatif dari ejekan di media sosial. Edukasi ini akan dilakukan melalui program-program sekolah dan komunitas lokal.
Kompol Fauzi Saleh menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi dan siap menangani setiap permasalahan yang muncul. “Kami berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah kami,” katanya.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












