Aksi Curanmor di Kos-Kosan Medan, Tiga Pelaku Terekam CCTV
Di tengah kota Medan, khususnya di Jalan Agenda, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, kembali terjadi aksi pencurian sepeda motor (Curanmor) yang menimpa penghuni sebuah kos-kosan. Dalam kejadian ini, tiga orang pelaku berhasil mencuri sepeda motor milik korban, dan aksinya terekam oleh kamera pengawas (CCTV).
Dari rekaman video yang beredar, ketiga pelaku tampak menggunakan jaket hoodie dan masker penutup wajah untuk menyembunyikan identitas mereka. Dalam durasi 45 detik, mereka terlihat cukup telaten dalam menggondol sepeda motor incarannya. Meskipun kendaraan tersebut sudah dikunci stang, dua dari tiga pelaku mampu mengangkat dan membawa kabur sepeda motor tersebut.
Satu pelaku lainnya keluar lebih dahulu untuk memantau situasi sekitar, sementara rekan-rekannya terus melakukan aksi. Setelah sampai di luar pagar, dua pelaku melakukan pengerusakan kunci stang dengan menggunakan kaki agar sepeda motor bisa dibawa pergi tanpa kesulitan.
Pengakuan Korban dan Kejadian Serupa
Korban, Ahmad Raihan Sofian, menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Sepeda motor jenis Honda Beat dengan plat nomor BK 3126 AMA diparkir di dalam, tepatnya di sebelah tangga. Ia mengatakan bahwa kendaraannya sudah dikunci stang malam hari, namun pagi harinya sudah hilang.
“Setelah cek CCTV, saya melihat tiga orang pelaku masuk ke teras dan mengangkat motor saya dengan cara digotong keluar,” ujar Raihan, Minggu (12/6/2026). Ia juga menyebutkan bahwa aksi ini dilakukan untuk menghindari ketahuan dan mempercepat proses pembawaan motor.
Menurut informasi dari korban, sebelumnya sudah ada tiga kali kejadian serupa di lokasi yang sama. Hal ini membuat total sepeda motor yang hilang mencapai empat unit. Kejadian ini membuat para penghuni kos dan warga sekitar semakin resah. Mereka mendesak pihak kepolisian, khususnya Polsek Medan Baru, untuk segera mengungkap para pelaku.
Dugaan Pelaku Bukan Orang Luar
Warga menduga bahwa pelaku bukanlah orang dari luar daerah sekitar lokasi. Hal ini didasarkan pada kondisi pagar yang tidak mengalami kerusakan, sehingga diperkirakan aksi ini dilakukan oleh oknum yang memiliki akses atau mengetahui cara membuka kunci gembok.
“Gembok sama pagarnya enggak rusak, tapi pelaku bisa masuk. Berarti mereka punya akses atau tau kunci gembok. Kami menduga pelaku orang yang sudah paham kondisi di sini,” ucap Raihan.
Ia telah membuat laporan resmi ke Polsek Medan Baru dengan nomor LP/B/329/IV/2026/SU/Polrestabes Medan/SPKT/Sek Medan Baru. Dengan harapan agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan mencegah korban tambahan.
Penyelidikan Pihak Kepolisian
Di tempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Fandi Setiawan membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. Dirinya mengungkapkan bahwa penyelidikan masih dilakukan untuk menangkap para pelaku.











