Kebakaran di PT Great Wall Steel Waru, 1 orang tewas saat istirahat di parkiran

Ledakan di Pabrik Baja PT Great Wall Steel Sidoarjo

Ledakan besar terjadi di area produksi PT Great Wall Steel (GWS) yang berlokasi di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Insiden ini menewaskan satu orang dan melukai dua pekerja lainnya dengan luka parah akibat pecahan material yang terlempar hingga sejauh 50 meter.

Berdasarkan hasil pengamanan lokasi kejadian awal, sumber ledakan berasal dari sebuah tabung besi berukuran besar yang sedang dikerjakan oleh para pekerja pabrik. Tabung tersebut memiliki panjang sekitar 1,5 meter dan diameter sekitar 30 sentimeter. Saat proses pemotongan berlangsung, alat potong las (blander) menyentuh permukaan tabung besi tersebut, yang kemudian tiba-tiba meledak.

Kekuatan ledakan itu melontarkan material besi hingga sejauh 50 meter. Pecahan tersebut mengenai seorang sopir supplier berinisial RES yang sedang beristirahat di area parkir. RES dilaporkan tewas di tempat, sementara dua pekerja bagian pemotongan, PRA dan MZA, menderita luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Tim Jibom Polda Jatim Diterjunkan

Mengingat dampak ledakan yang sangat dahsyat, Tim Jibom Polda Jatim diterjunkan langsung untuk menyisir lokasi kejadian. Polisi fokus mendalami apakah ada residu bahan kimia atau gas yang terjebak di dalam tabung tertutup tersebut sebelum proses pemotongan dimulai.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Cristian Tobing, menegaskan bahwa seluruh fakta di lapangan akan dikumpulkan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur keselamatan kerja. Hal ini menjadi langkah penting dalam menentukan penyebab pasti dari insiden maut ini.

Di sisi lain, manajemen PT GWS mengklaim telah menjalankan operasional sesuai standar. HRD General Affair PT GWS, Heri Prasetyo, menyebutkan bahwa aturan keselamatan di area pabrik sangat ketat bagi siapa pun yang masuk. “Sopir dari luar perusahaan pun diwajibkan menggunakan helm saat memasuki area pabrik,” tegas Heri.

Meski demikian, pihak perusahaan berjanji akan bertanggung jawab penuh, baik kepada para korban maupun warga Desa Janti yang rumahnya mengalami kerusakan akibat dampak ledakan tersebut.

Keterangan Warga

Ketua RW 02 Desa Janti, Sukani, mengungkapkan bahwa insiden ledakan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Ia mengatakan, informasi awal yang diterimanya berasal dari pihak keamanan pabrik, yang menyebutkan bahwa ledakan terjadi saat pekerja melakukan proses pemotongan wadah logam menggunakan alat las.

“Informasi dari sekuriti, itu katanya blender tong atau drum. Blender las pemotong gitu. Yang di-blender itu entah isinya apa, saya kurang tahu pasti, lalu meledak,” ujar Sukani, Senin (06/04/2026).

“Informasinya korbannya tiga orang. Yang dua luka ringan, yang satu agak berat, yaitu sopir. Saat ini semuanya masih dirawat di Rumah Sakit Sidoarjo,” kata Sukani.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *