Hukum  

Fakta Mutasi Aipda Vicky, Polda Sulut Bantah Hoaks, Ternyata Mengundurkan Diri Sendiri

Penjelasan Polda Sulut tentang Pengunduran Diri Vicky Aristo Katiandagho

Polda Sulawesi Utara memberikan penjelasan terkait pengunduran diri Vicky Aristo Katiandagho atau yang dikenal dengan nama VAK. Menurut informasi yang disampaikan, VAK telah mengajukan pengunduran diri sejak tahun 2025, bukan karena tekanan atau kasus tertentu seperti yang beredar di media sosial.

Video Viral Bukan Bentuk Kekecewaan

Beberapa waktu lalu, video yang menampilkan momen emosional VAK ramai dibicarakan. Dalam video tersebut, ia melakukan sujud dan memberikan penghormatan kepada institusi Polri. Namun, pihak kepolisian menyatakan bahwa video tersebut hanyalah ucapan perpisahan dan rasa terima kasih atas masa dinasnya.

“Dalam komunikasi yang dilakukan pada Kamis 2 April 2026, VAK membenarkan bahwa video tersebut memang dibuat secara pribadi sebagai kenang-kenangan masa dinas menjelang masa pensiunnya per 1 April 2026,” ujar Alamsyah Parulian Hasibuan dalam keterangannya.

Video tersebut awalnya hanya berisi pesan-pesan positif dan kesetiaan terhadap Polri. Namun, setelah beredar luas, banyak narasi tambahan yang muncul, termasuk isu tentang mutasi dan penanganan kasus tertentu. Polda Sulut menegaskan bahwa narasi tersebut tidak benar.

Narasi Hoaks dan Penyalahgunaan Konten

Polda Sulut menyebut bahwa VAK justru menjadi korban penyalahgunaan konten oleh pihak lain. Ia tidak pernah memberikan izin untuk menambahkan narasi provokatif pada video tersebut. Selain itu, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada konflik internal maupun tekanan terkait perkara yang pernah ditangani.

Mutasi yang dialami VAK ke Polres Kepulauan Talaud ditegaskan sebagai bagian dari rotasi rutin. “Mutasi tersebut merupakan hal yang lumrah dalam organisasi Polri demi penyegaran organisasi dan rutinitas penempatan personel,” tambahnya.

Keputusan untuk Keluar dari Institusi

Keputusan VAK untuk meninggalkan institusi ternyata sudah direncanakan sejak jauh hari. Ia mengajukan pengunduran diri sejak 2025 atas keinginan pribadi, bukan karena sanksi atau tekanan. Hal ini juga diungkapkan langsung oleh VAK saat ditemui.

Kehidupan Setelah Keluar dari Polri

Setelah tidak lagi menggunakan seragam polisi, VAK memilih menjalani aktivitas baru yang jauh dari dunia kepolisian. Saat ini, ia menikmati keseharian sebagai penjual kopi.

“Saya sudah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, tapi baru sekarang di ACC,” katanya, Kamis (2/4/2026). Ia juga menjelaskan bahwa rencana ke depan masih fokus pada usaha kopi yang ia jalani.

Di akhir pernyataannya, VAK kembali menegaskan identitasnya sebagai bagian dari Korps Bhayangkara. “Sekali Bhayangkara, selama Bhayangkara.”

Pentingnya Memahami Konteks Informasi

Kasus ini menjadi pengingat bahwa potongan video yang beredar di media sosial dapat dengan mudah disalahartikan, terutama ketika ditambah narasi yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu mencari informasi yang lengkap dan verifikasi sumber sebelum menyebarkan berita.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *