Hukum  

Sosok Brigjen Suhendri, Teknisi Jibom Utama Polri Asal Sumatera Barat

Penunjukan Brigjen Pol Suhendri sebagai Teknisi Jibom Utama Tingkat I Korbrimob Polri

Brigjen Pol Suhendri resmi menjabat sebagai Teknisi Penjinak Bom (Jibom) Utama Tingkat I Korps Brigade Mobil (Korbrimob) Polri. Penunjukan ini merupakan bagian dari mutasi di tubuh Polri yang berlaku sejak 27 Februari 2026. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Polri dilakukan secara objektif dan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan kemampuan personel dalam menjalankan tugas masing-masing.

Profil Brigjen Pol Suhendri

Brigjen Pol Suhendri lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 17 Agustus 1971. Saat ini, ia berusia 54 tahun. Suhendri merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1993 dan dikenal sebagai perwira yang memiliki pengalaman panjang di satuan Brigade Mobil (Brimob). Selain pendidikan kepolisian, Suhendri juga menempuh berbagai jenjang pendidikan formal hingga meraih gelar magister.

Pada 2024, ia menyelesaikan pendidikan S2 Program Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia di Universitas Airlangga, Surabaya.

Riwayat Pendidikan

  • SD Center No 13 Padang Panjang (1984)
  • SMP Negeri 2 Padang Panjang (1987)
  • SMA Negeri Padang Panjang (1990)
  • Akademi Kepolisian (Akpol) 1993
  • S1 (2001)
  • S2 Magister Pengembangan SDM, Universitas Airlangga (2024)

Selain pendidikan formal tersebut, ia juga mengikuti berbagai pendidikan pengembangan kepolisian, seperti Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan Lemdiklat Polri (Sespim), hingga Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti).

Rekam Jejak Karier

Karier Brigjen Suhendri dimulai di satuan Brimob setelah lulus dari Akpol. Ia pernah menjabat sebagai Danton I Kie S126 Satbrimob Polda Jawa Timur. Pada 1996, ia dipercaya menjadi Danton Tar Mentarsis Akpol. Selanjutnya, ia menjabat sejumlah posisi penting, di antaranya Danki Tar Mentarsis Akpol, Danki 3/A Satbrimob Polda Jawa Timur, hingga Kabag Ops Polres Gresik.

Pada 2006, ia diangkat menjadi Wakapolres Gresik, Jawa Timur. Setelah itu, ia kembali bertugas di Korps Brimob dengan menjabat sebagai Pamen Korbrimob Polri, Kaden C Satuan III/Pelopor Korbrimob Polri, hingga Kasat Brimob Polda Kepulauan Riau.

Kariernya terus menanjak saat dipercaya menjadi Kapolres Tanjungpinang pada periode 2010–2012. Selanjutnya, ia menjabat Wakasat Brimob Polda Jawa Timur sebelum kembali dipercaya memimpin satuan Brimob di beberapa daerah. Ia pernah menjabat sebagai Kasat Brimob Polda Jambi dan Polda Bali pada periode 2013–2015.

Pengalamannya di satuan Brimob kemudian membawanya dipercaya menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri. Pada 2017, Suhendri ditugaskan sebagai Kakorbintarsis Ditbintarlat Akpol Lemdiklat Polri. Dua tahun kemudian, ia menjabat Kabag SDM Korbrimob Polri pada 2019.

Kariernya semakin menonjol saat dipercaya menjadi Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri sejak 2020 hingga awal 2026. Kini, ia dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Teknisi Jibom Utama Tingkat I Korbrimob Polri.

Apa Itu Jibom?

Penjinak Bom atau Jibom merupakan salah satu satuan khusus di lingkungan Korps Brigade Mobil (Korbrimob) Polri yang memiliki tugas utama menangani ancaman bahan peledak. Unit ini dikenal sebagai tim elit karena memiliki kemampuan khusus dalam mendeteksi, mengidentifikasi, hingga menjinakkan bom maupun benda berbahaya lainnya.

Keberadaan Jibom sangat penting dalam menjaga keamanan masyarakat, terutama saat terjadi ancaman terorisme, penemuan bahan peledak, maupun penanganan benda mencurigakan.

Tugas dan Fungsi Jibom

Secara umum, Jibom memiliki beberapa tugas utama, di antaranya:

  • Menjinakkan bom dan bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian.
  • Mengamankan lokasi jika ditemukan benda yang diduga mengandung bahan peledak.
  • Melakukan investigasi awal terhadap jenis bahan peledak yang digunakan dalam suatu kasus.
  • Memberikan dukungan operasi kepada satuan kepolisian lainnya dalam penanganan ancaman teror atau sabotase.

Tim Jibom juga sering dilibatkan dalam pengamanan kegiatan besar seperti kunjungan kepala negara, event internasional, hingga operasi antiteror.

Peralatan Khusus

Untuk menjalankan tugasnya, personel Jibom dilengkapi berbagai peralatan canggih, antara lain:

  • Bomb suit atau pakaian pelindung khusus yang mampu menahan ledakan.
  • Robot penjinak bom untuk memeriksa benda mencurigakan dari jarak jauh.
  • X-ray portable untuk melihat isi paket tanpa membukanya.
  • Peralatan disruptor yang digunakan untuk menonaktifkan bahan peledak.

Selain itu, anggota Jibom juga dilatih menggunakan teknologi deteksi bahan peledak yang terus diperbarui.

Pelatihan Ketat

Menjadi anggota Jibom tidak mudah. Personel yang tergabung dalam satuan ini harus melalui pelatihan khusus yang ketat dan berisiko tinggi. Mereka dilatih untuk menghadapi berbagai jenis bahan peledak, mulai dari bom rakitan sederhana hingga perangkat eksplosif kompleks. Pelatihan tersebut mencakup teknik identifikasi bahan peledak, prosedur evakuasi, analisis risiko, hingga simulasi penanganan bom di berbagai kondisi.

Peran Penting dalam Penanganan Teror

Dalam berbagai kasus terorisme di Indonesia, tim Jibom sering menjadi garda terdepan dalam mengamankan lokasi dan menjinakkan bom. Mereka juga berperan penting dalam menganalisis jenis bahan peledak yang digunakan oleh pelaku sehingga membantu proses penyelidikan oleh kepolisian.

Karena risiko tugasnya yang tinggi, personel Jibom dikenal sebagai salah satu unit paling terlatih dan berpengalaman di Korbrimob Polri. Keberadaan satuan ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, terutama dalam menghadapi ancaman teror dan penggunaan bahan peledak ilegal.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *