Hukum  

Polri Selidiki Keluhan Nabilah O’Brien Soal Status Tersangka Pencemaran Nama Baik, Meski Jadi Korban

Nabilah O’Brien Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik

Nabilah O’Brien, seorang selebgram sekaligus pemilik restoran Bibi Kelinci Kopitiam, kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik. Status tersebut muncul setelah ia mengunggah rekaman CCTV yang menunjukkan seorang pelanggan membawa makanan tanpa membayar. Rekaman tersebut viral di media sosial dan memicu laporan dari pihak pelanggan ke polisi.

Pengunggahan video oleh Nabilah menjadi awal dari konflik hukum yang terjadi. Pelanggan tersebut melaporkannya dengan tuduhan mencemarkan nama baik. Dari sana, Nabilah ditetapkan sebagai tersangka. Kini, Nabilah berusaha memperjelas situasi dan memohon keadilan melalui proses hukum yang berlaku.

Penjelasan Polri Mengenai Kasus Ini

Mabes Polri memberikan pernyataan resmi mengenai status tersangka yang menimpa Nabilah. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyatakan bahwa pihaknya akan mengkaji keluhan Nabilah dan memastikan proses penanganan kasus ini berjalan sesuai prosedur serta mengedepankan rasa keadilan.

“Polri berkomitmen pada semua hal yang menjadi keluhan tersebut dan kemudian akan mendalami serta menindaklanjutinya,” kata Trunoyudo saat diwawancarai oleh wartawan. Ia menjelaskan bahwa ada dua kontruksi perkara dalam kasus ini, yang berasal dari saling lapor antara Nabilah dan pasangan suami-istri (pasutri) Z dan E, yang diduga melakukan tindakan pencurian di restorannya.

Trunoyudo menegaskan bahwa proses hukum akan tetap dijalankan dengan prinsip keadilan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, ia tidak memberikan jawaban tegas mengenai rencana Nabilah untuk mengajukan gelar perkara khusus ke Biro Wassidik Bareskrim Polri.

Pengakuan Nabilah: Korban Pencurian yang Jadi Tersangka

Sebelumnya, Nabilah mengungkapkan kekesalannya karena dirinya ditetapkan sebagai tersangka meskipun ia merasa menjadi korban pencurian. Ia mengunggah unggahan di akun Instagram pribadinya @nabobrien, di mana ia menceritakan pengalamannya selama lima bulan terakhir.

“Saya korban pencurian yang menjadi tersangka di Bareskrim Polri. Saya diam selama lima bulan karena saya takut untuk bersuara dan berbicara,” tulis Nabilah dalam unggahannya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ia diminta untuk mengakui bahwa unggahan dan rekaman CCTV yang ia bagikan merupakan fitnah. Bahkan, ia mengklaim dimintai uang sebesar Rp 1 miliar. “Saya sudah coba segala macam upaya untuk membela diri saya, saya benar-benar takut,” ungkapnya.

Nabilah memohon agar kasusnya diberikan kepastian hukum kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Komisi III DPR RI. “Bapak/Ibu Komisi III DPR RI dan Bapak Kapolri, saya mohon berikan (kepastian) hukum. Saya korban pencurian, saya harap dapat melanjutkan hidup saya dan saya yakin keadilan bisa ditegakkan,” tambahnya.

Peristiwa Keributan di Restoran

Kasus yang menimpa Nabilah diduga berkaitan dengan keributan di restoran miliknya pada 19 September 2025. Saat itu, seorang pasangan suami-istri mengeluh karena pesanan makanan mereka tidak kunjung datang hingga 30 menit. Wanita tersebut akhirnya masuk ke area dapur yang sebenarnya dilarang bagi pengunjung.

Ia kemudian memaki kepala staf dapur dan disebut mengancam. Pria yang menemani istrinya juga ikut masuk ke dapur dan menunjuk-nunjuk staf serta memukul lemari pendingin. Setelah keributan reda, pasangan tersebut membawa pergi 11 bungkus makanan dan tiga minuman tanpa membayar.

Seorang staf sempat mengejar hingga ke area parkir untuk menagih pembayaran sebesar Rp 530 ribu. Namun, pasangan itu justru mengancam sebelum akhirnya kabur. Atas kejadian tersebut, Nabilah mengunggah rekaman CCTV dan bukti lainnya ke media sosial, yang akhirnya viral dan menarik perhatian publik.

Langkah Hukum yang Diambil

Setelah kejadian tersebut, Nabilah membuat laporan polisi ke Polsek Mampang dengan menyertakan pasal 363 terkait dugaan pencurian. “Sekarang sudah saya serahkan kasus ini ke pihak yang berwajib,” tulis Nabilah dalam unggahannya 20 September 2025 lalu.


Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *