Liverpool untung besar dari penjualan Mo Salah, dua bek incaran The Reds

Liverpool Diambang Keuntungan Transfer Besar dari Penjualan Mohamed Salah

Liverpool sedang dalam posisi yang sangat menguntungkan dalam bursa transfer Januari. Klub asal Inggris ini berpotensi mendapatkan keuntungan hingga 100 juta euro dari penjualan salah satu pemain terbaiknya, Mohamed Salah. Keuntungan ini tidak lepas dari situasi hubungan antara Salah dengan pelatih Arne Slot dan manajemen klub yang kini terlihat sangat tegang.

Salah, yang berusia 33 tahun, baru saja menandatangani kontrak baru dengan nilai fantastis awal tahun ini. Namun, hubungannya dengan pelatih dan jajaran manajemen Liverpool kini semakin memburuk. Setelah tiga pertandingan berturut-turut dicadangkan, Salah menyampaikan kekecewaannya secara terbuka dalam sebuah wawancara di zona campuran setelah pertandingan melawan Leeds United.

Akibat dari pernyataan tersebut, Salah akhirnya dicoret sepenuhnya dari skuad untuk pertandingan melawan Inter Milan di Liga Champions. Meskipun ia kembali masuk dalam daftar pemain pada laga melawan Brighton, situasi masa depannya mulai menjadi lebih jelas.

Klub Liga Pro Saudi Siap Berlomba Merekrut Salah

Dalam beberapa tahun terakhir, klub-klub Liga Pro Saudi selalu menjadi incaran utama bagi pemain-pemain top seperti Salah. Dalam laporan terbaru, sumber internal Liverpool mengonfirmasi bahwa klub-klub Arab Saudi yakin bisa mendapatkan kesepakatan jika Salah ingin meninggalkan Merseyside.

Mereka diperkirakan harus membayar hampir £100 juta untuk merekrut Salah, baik itu pada bulan Januari atau musim panas. Jumlah tersebut akan menjadi biaya transfer tertinggi kedua yang pernah diterima Liverpool, setelah Philippe Coutinho yang bergabung dengan Barcelona pada 2018.

Selain klub Liga Pro Saudi, klub-klub MLS juga ikut berburu Salah. Salah satu di antaranya adalah San Diego Chicago Fire, yang dimiliki oleh seorang warga Mesir. Namun, mereka merasa biaya kesepakatan tersebut terlalu mahal.

Apakah Liverpool Harus Melepas Salah?

Salah memberikan penampilan individu terbaik dalam sejarah Liverpool musim lalu, mencetak 34 gol dan memberikan 23 assist saat The Reds memenangkan gelar liga ke-20. Performa seperti itu sangat sulit digantikan. Namun, musim ini Salah belum menemukan performa terbaiknya.

Dari 19 penampilan, ia mencatatkan lima gol dan tiga assist, catatan yang cukup baik. Akan tetapi, sekarang jauh lebih masuk akal untuk berpikir bahwa Salah bisa dijual dalam waktu dekat.

Setelah menghabiskan lebih dari 400 juta euro di bursa transfer musim panas, kemungkinan besar Liverpool akan tertarik menerima 100 juta poundsterling untuk Salah. Meskipun masih memiliki banyak hal untuk ditawarkan di Anfield, jika ada tim yang bersedia membayar 100 juta euro, maka mungkin sudah saatnya melepas salah satu pemain terbaik Liverpool sepanjang masa.

Liverpool Memperkuat Lini Pertahanan

Selain pertimbangan soal Salah, Liverpool juga sedang mempertimbangkan rencana perekrutan dua bek tengah pada bulan Januari. Richard Hughes, direktur olahraga klub, menargetkan perombakan pertahanan dengan Marc Guehi dan Jeremy Jacquet sebagai opsi utama.

Awal musim yang tidak konsisten memaksa Liverpool untuk melakukan penyesuaian di balik layar. Performa di Liga Inggris jauh di bawah ekspektasi, yang mengungkap kerentanan struktural yang harus diatasi melalui perekrutan pemain.

Investasi besar dirancang untuk mempersiapkan skuad juara di masa depan dan mendukung kerja awal Arne Slot di Anfield. Namun, kekompakan di lapangan masih sulit tercapai. Pemain baru kesulitan berintegrasi, sementara ruang untuk kesalahan semakin sempit di area penting.

Marc Guehi dan Jeremy Jacquet Jadi Prioritas

Marc Guehi kembali menjadi incaran Liverpool, terutama karena ketidakpastian kontrak Ibrahima Konate. Dengan kontrak Konate yang mendekati akhir, Liverpool khawatir kehilangan aset inti tanpa mendapatkan biaya transfer.

Guehi, yang juga memasuki tahun terakhir kontraknya, diperkirakan akan pindah pada akhir musim. Liverpool sangat sadar bahwa mereka perlu mencari pengganti yang terbukti kemampuannya.

Jeremy Jacquet juga menjadi kandidat serius. Bek Prancis berusia 20 tahun ini dianggap sebagai salah satu bek tengah paling menjanjikan dari akademi Ligue 1. Liverpool telah memasukkan Jacquet ke dalam daftar incaran internal, dengan staf perekrutan sangat terkesan dengan kemampuannya.

Strategi Pertahanan Jangka Panjang

Fokus pada Guehi dan Jacquet mencerminkan strategi pertahanan jangka panjang yang dibangun oleh Richard Hughes. Meskipun Van Dijk dan Gomez masih terikat kontrak hingga 2027, Liverpool menyadari perlunya mengelola suksesi jauh-jauh hari.

Menunggu hingga penurunan performa atau kepergian memaksa tindakan jarang menjadi pendekatan pilihan klub. Dengan tambahan Guehi dan Jacquet, lini pertahanan Liverpool akan lebih stabil dan memiliki kedalaman di masa depan.

Strategi Hughes tampak jelas: satu tambahan pemain akan memberikan keandalan di Liga Inggris, sementara yang lain akan mengamankan posisi tersebut untuk musim-musim mendatang. Ini adalah model yang telah berhasil digunakan Liverpool di masa lalu, memadukan pengalaman dengan talenta muda untuk mempertahankan kontinuitas daya saing.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *