Dikejar KPK, Bupati Tulungagung Tersembunyi di Mobil, Dilindungi Ajudan

Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Tulungagung Mengungkap Dugaan Pemerasan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Tulungagung, yang menghasilkan penangkapan sejumlah pihak terkait dugaan praktik pemerasan. Dalam operasi tersebut, penyidik KPK berhasil mengamankan uang tunai bernilai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti. Selain itu, sejumlah dokumen penting juga turut dibawa untuk keperluan penyelidikan.

Pengungkapan kasus ini menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa pejabat daerah terlibat dalam praktik korupsi yang melibatkan pemerasan. Penyidik KPK menyatakan bahwa ada uang ratusan juta rupiah yang diamankan selama operasi tersebut. Hal ini menjadi salah satu bukti utama dalam kasus ini.

12 Orang Diamankan dan Dibawa ke Jakarta

Sebanyak 12 orang, termasuk para pejabat dan kerabat dekat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, turut diamankan dalam operasi ini. Mereka dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah menjalani proses awal di Mapolres Tulungagung.

Berikut adalah daftar nama-nama yang diamankan:

  • Kabag Pemerintahan: Arif Effendi
  • Adik Bupati: Jatmiko Dwijo Seputro
  • Staf Bagian Umum: Oki
  • Kabag Kesra: Makrus Mannan
  • Kepala Dinas Pertanian: Suyanto
  • Kepala Satpol PP: Hartono
  • Kabag Umum: Yulius Rama Isworo
  • Kepala Dinas PUPR: Erwin Novianto
  • Kabag Prokopim: Aris Wahyudiono
  • Kepala Bakesbangpol: Agus Prijanto Utomo
  • Ajudan Bupati: Yoga Dwi Ambal
  • Kepala BPKAD: Dwi Hari Subagyo

Momen Dramatis Saat Penangkapan Bupati

Di balik penangkapan tersebut, terjadi momen dramatis saat penyidik KPK kesulitan menemukan keberadaan Bupati Gatut Sunu Wibowo. Ajudan bupati, Dwi Yoga Ambal, awalnya mengaku tidak mengetahui lokasi atasannya. Namun setelah melalui interogasi intensif, ia akhirnya menunjukkan tempat persembunyian sang bupati.

“Orang KPK sempat menanyakan keberadaan Pak Bupati, dan ajudan awalnya mengaku tidak tahu. Setelah ditekan, baru menunjukkan lokasi persembunyiannya di dalam mobil di garasi,” ujar sumber internal pendapa yang enggan disebutkan namanya.

Gatut diketahui bersembunyi meringkuk di dalam mobil yang terparkir di area garasi pendapa. Situasi ini menunjukkan upaya bupati untuk menghindari petugas selama operasi berlangsung.

Penyitaan Massal 40 Ponsel Satpol PP

Situasi di lokasi penangkapan berlangsung ketat. Tim KPK langsung mengendalikan area dengan membatasi akses keluar-masuk. Tak hanya itu, puluhan ponsel milik orang-orang yang berada di lokasi turut diamankan.

Sedikitnya 40 unit ponsel, termasuk milik anggota Satpol PP yang sedang bertugas, disita untuk kepentingan penyelidikan. Seluruh perangkat tersebut kemudian dikumpulkan dalam plastik klip sebelum dibawa ke Mapolres Tulungagung.

Penyidikan Lanjutan oleh KPK

KPK saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Mereka memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tersebut. Pengungkapan kasus ini memperkuat dugaan adanya praktik pemerasan yang melibatkan pejabat daerah.

Operasi ini berlangsung pada Jumat sore di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso. Tim KPK yang tiba di lokasi langsung mengamankan area dan melakukan serangkaian tindakan cepat. Suasana penangkapan sempat berlangsung tegang, terutama saat proses pencarian bupati yang sempat berusaha menghindari petugas dengan bersembunyi.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *