Hukum  

Fakta Baru OTT KPK di Tulungagung: Gatut Sunu Pernah Berselisih dengan Baharudin

OTT KPK di Tulungagung: Dugaan Keterlibatan Bupati dan Wakil Bupati

Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, telah menyeret sejumlah pihak termasuk Bupati setempat, Gatut Sunu Wibowo. Operasi ini berlangsung pada Jumat (10/4/2026) dan melibatkan penggeledahan di beberapa lokasi penting seperti Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso serta kantor Dinas PUPR. Selain itu, pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat juga dilakukan di Mapolres Tulungagung.

Proses penyelidikan masih berlangsung, sehingga detail konstruksi perkara maupun barang bukti yang disita belum diungkap secara rinci oleh KPK. Namun, kehadiran para pejabat dalam pemeriksaan memperkuat dugaan bahwa OTT tidak hanya menyasar satu pihak, tetapi melibatkan jaringan pemerintahan yang lebih luas.

Dinamika Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

Di tengah kasus ini, hubungan antara Bupati Gatut Sunu Wibowo dan Wakil Bupati Ahmad Baharudin kembali menjadi sorotan. Sebelumnya, hubungan mereka sempat memanas akibat kritik terbuka dari wakil bupati terkait dugaan nepotisme dan gaya kepemimpinan yang dianggap arogan.

Ahmad Baharudin pernah menyatakan bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting di pemerintahan, termasuk dalam pengisian jabatan. Ia juga mengkritik praktik nepotisme yang diduga terjadi dalam penempatan personel di RSUD dr Iskak. Hal ini menunjukkan adanya ketegangan antara dua tokoh yang sebelumnya dipandang sebagai pasangan yang harmonis.

Profil Ahmad Baharudin

Ahmad Baharudin adalah Wakil Bupati Tulungagung yang terpilih dalam Pilkada 2024 dan dilantik bersama Gatut Sunu Wibowo pada 20 Februari 2025. Sebelum menjabat, ia aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dan Ketua DPC Partai Gerindra sejak 2019. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pengusaha lokal dan aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan serta olahraga.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), harta kekayaan Ahmad Baharudin tercatat sekitar Rp542 juta, yang relatif kecil dibandingkan kepala daerah lain di Jawa Timur.

Profil Gatut Sunu Wibowo

Gatut Sunu Wibowo sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati periode 2021–2024 mendampingi Maryoto Birowo. Ia memiliki latar belakang kuat di dunia usaha sebelum terjun ke politik. Sebagai pengusaha material bangunan, jaringan bisnisnya tersebar di wilayah Tulungagung dan Trenggalek.

Karier politiknya tergolong cepat, karena ia baru bergabung dengan PDI Perjuangan pada November 2021, namun berhasil memenangkan Pilkada dalam waktu singkat.

Riwayat Pendidikan

Pendidikan Gatut Sunu Wibowo mencerminkan dedikasi dan komitmen untuk membangun karier. Berikut riwayat pendidikannya:

  • S2: UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (2021–2023)
  • S1: Universitas Merdeka Malang (1988–1992)
  • SMAK Santo Thomas Aquino (1985–1988)
  • SMP Negeri Bandung (1982–1985)
  • SDN Gandong 1 (1976–1982)

Harta Kekayaan Gatut Sunu Wibowo

Berdasarkan LHKPN 2022, total kekayaan Gatut Sunu Wibowo mencapai sekitar Rp17,8 miliar. Kekayaannya terdiri dari aset tanah dan bangunan yang tersebar di Tulungagung, Trenggalek, Surabaya, dan luar daerah. Nilainya mencapai miliaran rupiah dari puluhan bidang properti.

Selain itu, ia juga memiliki kendaraan seperti:

  • Toyota Vellfire tahun 2018 senilai Rp800 juta
  • Mitsubishi Pajero Sport tahun 2018 senilai Rp425 juta
  • Toyota Innova tahun 2021 senilai Rp450 juta
  • Sejumlah truk operasional dan sepeda motor
  • Harta bergerak lainnya: Rp525 juta
  • Kas dan setara kas: sekitar Rp41,7 juta


Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *