Hukum  

Aipda Vicky Mundur dari Polisi Usai Dimutasi dalam Kasus Korupsi, Ini Pernyataan Komandannya

Viral di Media Sosial, Seorang Polisi Pilih Berhenti Usai Dimutasi

Sebuah isu yang menyebar di media sosial menggambarkan seorang anggota polisi memilih untuk berhenti dari tugasnya setelah di mutasi dari tempat kerjanya. Isu ini mencuat setelah Aipda Vicky Aristo Katiandagho, yang sebelumnya sedang menangani kasus korupsi, diberitakan mengundurkan diri dari institusi kepolisian.

Namun, Polda Sulawesi Utara memberikan klarifikasi terkait hal tersebut. Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, menyatakan bahwa mutasi Aipda Vicky adalah bagian dari rotasi rutin organisasi dan bukan terkait dengan penanganan kasus korupsi.

Mutasi Rutin dan Penyegaran Organisasi

Alamsyah menjelaskan bahwa mutasi Aipda Vicky dari Polres Minahasa ke Polres Kepulauan Talaud merupakan bagian dari proses penyegaran organisasi. Ia menegaskan bahwa hal ini adalah hal yang biasa dilakukan dalam institusi Polri.

“Mutasi tersebut bersifat rutin dan merupakan bagian dari penyegaran organisasi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa jika ada anggota yang sedang menangani perkara, maka penanganannya akan dilanjutkan oleh penggantinya. Hal ini menunjukkan bahwa mutasi tidak mengganggu proses penanganan kasus yang sedang berlangsung.

Pengunduran Diri atas Kemauan Sendiri

Selain itu, Alamsyah menekankan bahwa pengunduran diri Aipda Vicky adalah atas kemauan sendiri. Ia mengajukan pengunduran diri pada 2025, dan pengajuan tersebut disetujui pada Januari 2026, menjelang masa pensiun dini per 1 April 2026.

“Pengunduran diri tersebut murni atas kesadaran dan kemauan sendiri, serta didukung oleh istri,” jelasnya.

Menanggapi video yang beredar di media sosial, Alamsyah menyebut bahwa narasi yang berkembang merupakan distorsi fakta. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang sudah diedit.

Nasib Aipda Vicky Setelah Keluar dari Institusi

Setelah keluar dari institusi kepolisian, Aipda Vicky kini memilih untuk menjual kopi. Ia enggan menjelaskan alasan pasti pengunduran dirinya. Namun, ia mengungkapkan bahwa ia telah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, tetapi baru disetujui pada akhir tahun 2025.

“Saya sudah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, tapi baru sekarang di ACC,” katanya.

Ditanya tentang rencana ke depannya setelah mundur dari institusi Polri, ia hanya menjawab singkat sambil tertawa. “Saya masih menikmati jualan kopi,” katanya.

Di akhir wawancara, ia menyampaikan pesan dan harapan. “Sekali Bhayangkara, selama Bhayangkara.”

Kasus Korupsi yang Ditangani Aipda Vicky

Sebelum dimutasi, Aipda Vicky menjabat sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Sat Reskrim Polres Minahasa. Ia menangani kasus tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan salah satu pejabat di Minahasa.

Vicky menjelaskan bahwa saat itu, ia sedang menangani kasus korupsi yang mengundang atensi publik yaitu perkara korupsi yang terjadi di Kabupaten Minahasa yang melibatkan orang-orang penting di kabupaten tersebut.

Kasus yang disidiknya adalah terkait pengadaan tas ramah lingkungan, yang penyelidikannya sudah dilakukan sejak tahun 2021. Namun karena berbagai kendala dan hambatan, perkara tersebut baru dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan pada 5 September 2024.

“Dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tas ramah lingkungan itu adalah program Bupati Minahasa tahun 2020,” ujarnya.

Vicky mengungkapkan bahwa penyelidikan kasus ini sudah dimulai sejak Januari 2021. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan dokumen sebagai alat bukti. Selain itu, mereka juga berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara untuk audit perhitungan kerugian negara.

Namun, tiba-tiba tanpa ia ketahui apa sebabnya, ia dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud saat penyidikan masih berjalan.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *