Hukum  

Apel Siaga Karhutla Kubu Raya, Kadek Ary Mahardika Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Kecuali

Upaya Pencegahan Karhutla di Kabupaten Kubu Raya Terus Diperkuat

Kabupaten Kubu Raya terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini dilakukan melalui berbagai langkah strategis yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Salah satu upaya utama adalah pelaksanaan Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026, yang digelar di halaman Kantor Bupati Kubu Raya pada Jumat, 6 Maret 2026 pagi.

Apel siaga ini dipimpin langsung oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, dan diikuti oleh unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait. Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, Sekda Kubu Raya Yusran Anizam, Dandim 1207/Pontianak Roby Firdaus, Danyon A Brimobda Kalbar Jon Rubi Sugianto, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan unsur pemangku kepentingan lainnya.

Ratusan Personel Gabungan Hadir dalam Apel

Dalam apel siaga ini, hadir ratusan personel gabungan yang terdiri dari Polres Kubu Raya, Kodim 1207 Pontianak, Satbrimobda Kalbar, Satpol PP, Basarnas, Manggala Agni, BPBD, KPH, Damkar Kabupaten Kubu Raya, Damkar swasta, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) dari berbagai desa di Kubu Raya. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga wilayah kabupaten ini dari ancaman karhutla.

Data Deteksi Titik Panas

Dalam sambutannya, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan bahwa berdasarkan data penanganan karhutla hingga awal Maret 2026, telah terdeteksi sekitar 40 titik panas (hotspot) dengan variasi luasan lahan yang terdampak. Ia menegaskan bahwa apel siaga ini merupakan bentuk kesiapan pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Apel ini merupakan langkah kesiapsiagaan kita bersama. Kabupaten Kubu Raya termasuk daerah yang rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan, sehingga seluruh elemen harus siap siaga dalam melakukan pencegahan maupun penanganan,” ujar Sujiwo.

Menurutnya, pemerintah daerah selama ini telah melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya melalui patroli terpadu serta pemadaman cepat apabila ditemukan titik api di lapangan. Ia juga menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang kuat antara seluruh stakeholder agar penanganan dapat berjalan maksimal.

Tindakan Tegas terhadap Pelaku Pembakaran

Sementara itu, Kapolres Kubu Raya Kadek Ary Mahardika menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polres Kubu Raya. Menurutnya, sinergitas antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat merupakan kunci utama dalam menekan angka karhutla.

“Polres Kubu Raya bersama TNI dan pemerintah daerah terus memperkuat patroli terpadu serta deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujar Kapolres.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan yang melanggar hukum. “Kami pastikan penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Ini merupakan komitmen kami untuk melindungi lingkungan serta kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Cek Kesiapan Personel dan Peralatan

Apel siaga ini juga menjadi momentum untuk melakukan pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi karhutla di wilayah Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2026. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh unsur yang terlibat dapat semakin solid dan siap bergerak cepat apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.

Sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh stakeholder menjadi kekuatan utama dalam menjaga wilayah Kabupaten Kubu Raya tetap aman dari ancaman bencana kabut asap akibat karhutla. Dengan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya dapat dicegah sejak dini sehingga tidak menimbulkan dampak luas bagi masyarakat dan lingkungan.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *