Hukum  

Bocorkan surat kematian Rismon Sianipar akibat S3 yang belum selesai, Andi Azwan selidiki ke Jepang

Penyelidikan Dugaan Pemalsuan Ijazah Rismon Sianipar

Andi Azwan, ketua relawan Jokowi Mania, mengungkap dugaan bahwa Rismon Sianipar membuat surat kematian dirinya sendiri karena tidak mampu menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Yamaguchi, Jepang. Surat kematian ini disebut sebagai upaya untuk menghindari denda yang harus dibayarkan karena tidak menyelesaikan studi.

Menurut Andi, Rismon Sianipar menerima beasiswa Monbukagakusho dari pemerintah Jepang selama menempuh pendidikan. Namun, karena gagal menyelesaikan studi, ia terkena konsekuensi berupa denda. Untuk menghindari pembayaran tersebut, Rismon dikabarkan membuat surat kematian.

“Kami duga (Rismon Sianipar) memang menerima namanya beasiswa Monbukagakusho tapi tidak selesai atau juga dikatakan DO (drop out). Itu ada konsekuensinya yaitu harus membayar denda karena itu menerima beasiswa dari pemerintah Jepang,” ujar Andi Azwan dalam tayangan YouTube iNews.

Ia menegaskan bahwa informasi ini masih dalam bentuk dugaan dan belum terbukti. Andi menyatakan akan segera bertolak ke Jepang untuk mengambil dokumen surat kematian tersebut. “Nanti dalam bulan ini akan berangkat ke Jepang untuk mengambil surat itu,” ujarnya.

Penelusuran Kelayakan Ijazah S2 dan S3 Rismon Sianipar

Selain dugaan surat kematian, Andi juga menyoroti dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 milik Rismon Sianipar. Hal ini penting karena Rismon pernah menjadi dosen di Universitas Mataram (UNRAM).

Andi mengaku telah melakukan pengecekan di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) dan CiNii, pangkalan data akademik di Jepang. Namun, nama Rismon tidak terdaftar sebagai lulusan S2 dan S3 dari Universitas Yamaguchi.

“Dicek pangkalan data di Jepang CiNii, seluruh alumni dari Jepang itu pasti terdaftar di sana sampai tahun itu sampai sekarang itu terdaftar, itu (Rismon Sianipar) tidak diketemukan untuk itu,” ucapnya.

Sebelumnya, Andi Azwan bersama Peradi Bersatu melaporkan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya. Mereka menuduh ijazah magister (S2) dan doktoral (S3) milik Rismon palsu. Polisi telah menerima laporan tersebut dan siap melanjutkan penyelidikan.

Tanggapan Rismon Sianipar

Rismon Sianipar membantah keras tuduhan pemalsuan ijazah. Ia menuding pelapor adalah orang-orang pesanan. “Kalau saya pikir, saya duga menurut keyakinan saya ini atas perintah orang-orang yang merasa terganggu,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa isu ijazah yang digunakan oleh Jokowi pada 2014 dan 2019 bermasalah karena legalisasi tanpa time stamp, tanggal, dan bulan. “Yang kami duga itu palsu ya,” katanya.

Rismon menilai laporan ini dimaksudkan untuk mengganggu konsentrasi dan stamina. Ia juga menyebut bahwa bukunya, Gibran and Game, semakin diminati. “Satu bulan ini sudah laku 5.000 buku dan per hari ini ya itu kita sudah kirimkan 200 buku Gibran and Game Wapres tak lulus SMA ke DPD.”

Kejanggalan Ijazah Menurut Peneliti Jepang

Peneliti Sistem Informasi dari Hokaido Jepang, Rony Teguh, menunjukkan kejanggalan dalam ijazah Rismon. Ia menjelaskan bahwa ijazah Jepang biasanya dikeluarkan dalam dua bahasa, Kanji dan Bahasa Inggris.

“Jadi kalau ngedit yang Bahasa Inggrisnya aja yang nipu-nipu lah. Tapi kalau kanjinya punya presisi dan otentikasi sangat sulit dilakukan modifikasi dan mereka punya standar untuk pengecekan,” katanya.

Rismon pernah menunjukkan ijazahnya dalam live YouTube Balige Academy. Ia mengklaim ijazahnya asli karena dicap basah. Namun, Rony menilai hal ini tidak sesuai dengan standar ijazah Jepang.

[NAMA GAMBAR-0]

Ia juga menyebut transkrip nilai yang ditunjukkan Rismon tidak sesuai dengan format yang biasa digunakan. “Nah yang kemarin itu agak aneh sedikit saya melihat karena tidak sama dengan transkrip nilai biasa kami gunakan,” ujarnya.

[NAMA GAMBAR-1]

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *