Pengakuan Jambret yang Minta Bantuan Polisi Saat Dikejar Massa
BW (29) adalah seorang pelaku penjambret yang sering menargetkan para pemotor perempuan di jalanan Kota Surabaya. Pada Senin (26/1/2026) malam, aksinya di Jalan Tambak Mayor, Sukomanunggal, gagal total setelah ia dikejar oleh warga. Nasibnya berubah menjadi sangat buruk ketika ia mencoba kabur dan terjebak di gang buntu.
Kepanikan Pelaku yang Minta Bantuan Polisi
BW memasuki sebuah gang permukiman dan akhirnya bersembunyi di dalam rumah seorang pasangan suami istri. Di tengah kepanikannya, ia meminta penghuni rumah untuk segera menelepon polisi agar dapat meredam amukan massa. Kesaksian ini kemudian direkam dalam video dan diunggah melalui akun Instagram @Luthfie.daily, pada Sabtu (14/2/2026).
Dalam video tersebut, BW mengatakan: “Kan buntu, ada rumah, lalu saya masuk, ada bapak dan ibuknya. Saya; pak tolong pak saya teleponkan polisi. Saya dikejar massa.”
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mendengar kesaksian ini dan langsung tertawa terbahak-bahak. Ia menegaskan bahwa pelaku seharusnya sudah mengingat polisi sebelum melakukan aksi kriminalitas.
“Orang kepepet kelingan polisine, pas jambret ra kelingan polisine. Lek kecekel langsung 110, layanan cepat gratis,” ujarnya.
Modus Penjambretan dengan Senjata Tajam
BW juga mengakui bahwa dirinya dan komplotannya kerap menggunakan senjata tajam seperti parang saat beraksi. Hingga kasus terakhirnya, mereka telah melakukan tiga kali aksi di kawasan Surabaya Barat. Semua korban adalah pemotor perempuan di jalanan yang relatif sepi.
“Saya bawa sajam, parang. 2 ambil (si eksekutor). 2 (pelaku) cuma jaga-jaga aja pak,” ujar BW.
Ia juga menyebutkan bahwa upah dari hasil aksi penjambretan sebesar Rp 500 ribu. Meski jumlah tersebut terasa kecil dibanding risiko yang dihadapi, BW mengaku legawa.
“Enggak wes pak dikasih alhamdulillah,” jawab BW.
Kemunculan kata “alhamdulillah” membuat Luthfie tertawa terbahak-bahak karena dianggap tidak sesuai dengan sifat kriminalitas yang dilakukan.
Penangkapan dan Pengembangan Kasus
Menurut Kompol M Akhyar, Kapolsek Sukomanunggal, BW beraksi bersama tiga orang pelaku lainnya. Dua pelaku lainnya, yaitu MUHAW (23) dan RN (35), berhasil ditangkap. Namun, satu pelaku lainnya masih dalam status DPO.
“Iya itu kasus masih kembangkan, untuk kejar satu pelaku lainnya. Kalau pelaku BW ini, memang sudah beraksi tiga kali di wilayah Surabaya Barat,” ujarnya.
Video Viral dan Statistik Kejahatan
Sebelumnya, video viral yang merekam momen BW disergap oleh warga sempat beredar. Dalam video berdurasi 11 detik yang diunggah oleh akun Instagram @surabayakabarmetro, tampak pria kurus tersebut dikelilingi oleh beberapa orang warga sebelum polisi tiba.
Berdasarkan data Hasil Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Jatim, sepanjang tahun 2025, Anggota Ditreskrimum Polda Jatim dan satreskrim polres jajaran berhasil mengungkap sejumlah 18.396 kasus dari total laporan masyarakat sebanyak 19.477 kasus. Artinya, tingkat keberhasilan penyelesaian kasus mencapai sekitar 94 persen.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."












