Napi kabur lewat dapur Rutan Nganjuk

Narapidana Kabur dari Rutan Nganjuk, Menggunakan Dapur sebagai Jalur Pelarian

Seorang narapidana bernama Mohammad Hairul berhasil kabur dari Rutan Kelas IIB Nganjuk. Aksi tersebut dilakukan melalui dapur tempat dia bertugas sebagai tamping. Hal ini menunjukkan adanya celah dalam sistem keamanan yang seharusnya menjaga kedisiplinan dan keamanan di lingkungan rutan.

Tugas Sebagai Tamping di Dapur

Mohammad Hairul diberikan tugas sebagai tamping di dapur Rutan. Tamping merupakan warga binaan yang ditugaskan untuk membantu pegawai dalam berbagai kegiatan pembinaan. Untuk bisa menjadi tamping, seseorang harus memenuhi beberapa syarat, seperti telah menjalani masa pidana paling singkat enam bulan dan tidak pernah melanggar tata tertib.

Menurut Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya, Hairul baru saja diberi tugas sebagai tamping sejak satu bulan lalu. Dengan tugasnya sebagai tamping dapur, dia bertanggung jawab atas proses memasak dan distribusi makanan kepada warga binaan. Namun, dengan tugas yang diberikan, ternyata justru membuatnya merusak kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Kronologi Kejadian

Aksi kabur Mohammad Hairul tercatat dalam rekaman CCTV. Pada Kamis (22/1/2026) siang bolong, dia menyelinap keluar dari dapur. Saat itu, situasi dapur sudah sepi setelah makan siang dibagikan pada pukul 10.00 WIB. Pada pukul 11.04 WIB, Hairul mulai bergerak menuju plafon dan merayap ke atas.

Setelah mencapai plafon, dia tidak terlihat oleh kamera pengawas. Beberapa menit kemudian, kamera kembali merekam keberadaannya pada pukul 12.02 WIB. Saat itu, dia sedang merusak kawat berduri yang terpasang di atas tembok pembatas. Setelah berhasil merusak kawat, dia turun dari tembok setinggi sekitar 6 meter dan melompati pagar untuk kabur.

Penjagaan yang Tidak Optimal

Di sisi selatan Rutan, terdapat menara pos penjagaan. Namun, saat kejadian, pos tersebut kosong. Penjagaan difokuskan di menara pos utara karena ada informasi sebelumnya bahwa napi pernah kabur lewat sisi utara saat jam kunjungan.

Meski demikian, pihak rutan masih melakukan upaya pencarian terhadap Mohammad Hairul. Tim khusus telah dibentuk untuk menangani kasus ini.

Pedagang Es Cincau Menjadi Saksi

Aksi kabur Hairul juga diketahui oleh seorang pedagang es cincau, Dede Andriana (31). Saat itu, Dede sedang melayani dua pembeli. Dia melihat napi keluar melewati kawat berduri tembok pembatas. Setelah berhasil lolos, napi tersebut berjalan cepat ke arah Jalan KH. Agus Salim.

Dede langsung melapor ke petugas Rutan. Menurut keterangannya, napi tersebut memiliki postur tubuh kurus dan potongan rambut pendek. Saat kabur, dia mengenakan celana panjang hitam, kaus hitam, serta kemeja krem. Namun, kemeja itu tersangkut kawat dan dilepasnya, lalu disampirkan ke bahu.

Evaluasi Sistem Keamanan

Kasus ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem keamanan Rutan Nganjuk. Pihak rutan kini sedang melakukan evaluasi terhadap seluruh prosedur pengawasan dan pengelolaan tahanan. Selain itu, mereka juga akan memperkuat penjagaan di area-area yang dinilai rentan.


Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *