SBY Melukis di Pintu Air Demangan, Solo
Pada hari Kamis (9/4/2026), Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melakukan kunjungan ke Pintu Air Demangan yang berada di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, SBY menyempatkan diri untuk melukis di lokasi tersebut.
SBY didampingi oleh sejumlah petinggi partai seperti Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat Andi Malarangeng dan beberapa politisi Demokrat yang tinggal di Kota Solo. Selain itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi, juga hadir dalam momen ini. Saat tiba di lokasi, SBY tampak cukup senang karena bisa menyalurkan hobi melukisnya di tengah kesibukan rutinitasnya.
Namun, aktivitas melukis SBY harus terhenti karena cuaca yang awalnya cerah berubah menjadi hujan deras setelah sekitar setengah jam. Meski sempat melanjutkan lukisan di bawah hujan lebat, akhirnya SBY memutuskan untuk kembali. Ia dan orang-orang yang menemani pun meninggalkan lokasi karena cuaca tidak mendukung untuk melanjutkan aktivitas tersebut.
Dari pantauan, SBY tidak sendirian. Ia mengajak serta sejumlah seniman lukis dari Kota Solo untuk ikut bergabung dengannya. SBY tiba di lokasi sekitar pukul 14.45 WIB dan langsung mengabadikan potret dengan kamera handphone miliknya, di mana sudut tersebut akan dijadikan lukisan yang ia buat.
Pintu Air Demangan: Gerbang Sejarah dan Alam Solo
Pintu Air Demangan terletak di bagian timur Kota Solo, tepatnya di sepanjang tepian Bengawan Solo. Kawasan ini juga menjadi titik pertemuan aliran beberapa sungai penting yang ada di Solo, seperti Sungai Laweyan, Kali Bayeman, dan tentu saja, Kali Pepe. Keberadaan sungai-sungai tersebut menjadikan daerah ini memiliki lanskap alam yang menawan, sekaligus sejarah yang kaya akan makna.
Menurut informasi yang dilansir dari Kompas.com (5/3/2023), Pintu Air Demangan Lama memiliki usia lebih dari seratus tahun. Bangunan ini dibangun pada awal abad ke-20, di masa pemerintahan Pakubuwono X, bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda dan pihak Mangkunegaran. Tujuan utama dari pembangunan pintu air ini adalah untuk mengendalikan banjir yang sering melanda kawasan sekitar, sekaligus memisahkan aliran Kali Pepe sebelum bergabung dengan Bengawan Solo.
Dengan sejarah panjangnya, Pintu Air Demangan menjadi bagian dari identitas kota yang tak hanya berbicara tentang fungsi fungsional, tetapi juga berperan sebagai simbol ketahanan dan inovasi dalam menghadapi tantangan alam.
Kawasan Pintu Air Demangan Baru: Modern dan Instagramable
Tidak jauh dari Pintu Air Demangan Lama, kini terdapat Pintu Air Demangan Baru yang dibangun pada tahun 2021. Kawasan ini merupakan bukti perpaduan antara sejarah dan modernitas, dengan menawarkan berbagai fasilitas yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan masyarakat.
Salah satu yang paling menarik adalah area pedestrian yang rapi dan bersih, menjadikan kawasan ini tempat yang nyaman untuk beraktivitas. Selain itu, Pintu Air Demangan Baru juga memiliki jalur jogging dan tempat jalan santai, menjadikannya favorit bagi warga Solo yang ingin berolahraga sambil menikmati pemandangan alam sekitar.
Bagi para penggemar fotografi atau yang sekadar ingin mempercantik feed media sosial, kawasan ini juga sangat “instagramable”. Salah satu daya tarik utamanya adalah jembatan merah yang menyeberangi Kali Pepe, memberikan latar belakang indah untuk foto-foto yang memikat.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."












