Bisnis  

5 strategi bisnis yang efektif untuk sukses

Strategi Militer dalam Bisnis: Pelajaran dari Buku “Art of War”

Buku “Art of War” yang ditulis oleh Sun Tzu, seorang ahli strategi militer terkenal, memberikan berbagai pelajaran bisnis yang sangat berharga. Meskipun buku ini berisi strategi-strategi militer yang ditulis 2000 tahun lalu, strategi-strategi tersebut tetap relevan dan digunakan oleh banyak perusahaan hingga saat ini karena memberikan panduan besar untuk kesuksesan, taktik, dan strategi bisnis. Berikut adalah lima strategi dari “Art of War” yang bisa diterapkan dalam dunia bisnis.

1. Jangan Pernah Umumkan Serangan

Prinsip ini sering disebut sebagai elemen kejutan. Jika pesaing tidak mengetahui tindakan berikutnya dari sebuah bisnis, mereka tidak akan mampu membuat rencana defensif. Salah satu contoh perusahaan yang menggunakan prinsip ini adalah Apple.

Apple dikenal dengan kebijakan kerahasiaannya. Perusahaan ini menjaga rahasia proyek selama beberapa tahun, bahkan karyawan yang tidak terlibat dalam proyek tidak boleh membicarakan produk tertentu. Contohnya adalah Apple Watch:

  • Desember 2011: Rumor tentang perangkat wearable yang dikembangkan Apple menyebar;
  • Februari 2013: Laporan dari WSJ menyatakan bahwa Apple sedang mengembangkan smartwatch, dan iOS menjadi dasar dari smartwatch;
  • Februari 2013: Laporan dari Bloomberg menyatakan ada 100 orang yang bekerja pada proyek;
  • Juli 2013: Laporan dari Financial Times menyatakan bahwa perusahaan mempekerjakan lebih banyak orang untuk bekerja di Apple Watch;
  • April 2014: CEO Apple menyatakan bahwa perusahaan akan meluncurkan produk, tetapi tidak mengungkapkan apa yang akan diluncurkan;
  • Juni 2014: Laporan dari Reuters menyatakan bahwa Apple Watch akan segera dimulai;
  • September 2014: Tim Cook, CEO perusahaan, memperkenalkan produk, Apple Watch.

2. Jangan Menjadi yang Kedua

Nasihat dari buku ini adalah bahwa orang-orang akan segar untuk melakukan pertempuran jika mereka adalah yang pertama di lapangan, tetapi akan lelah jika mereka adalah yang kedua. Dalam konteks bisnis, hal ini berarti penting untuk menjual produk di pasar sebelum pesaing.

Contoh nyata dari prinsip ini adalah Tesla. Saat Elon Musk melihat potensi mobil listrik, banyak perusahaan tidak percaya akan tren ini. Akibatnya, Tesla menjadi yang pertama di pasar mobil listrik, sementara Mercedes harus bergegas untuk bersaing. Hasilnya, penjualan Tesla Model S hampir dua kali lipat penjualan Mercedes S-Class.

3. Jangan Bersaing untuk Berpartisipasi, Tapi Bersaing untuk Menang

Tujuan memasuki pasar tidak boleh hanya sekadar berpartisipasi, tetapi mencapai kemenangan. Contoh nyata adalah General Motors (GM) yang mencoba masuk ke segmen mobil kecil dengan merek Saturn. Merek ini awalnya sukses, tetapi GM memiliki masalah karena fokusnya hanya pada partisipasi, bukan kemenangan.

Akibatnya, GM kehilangan nilai merek, waktu, uang, dan energi setelah bertarung dalam persaingan yang panjang. Sementara itu, Toyota dan merek lain fokus pada kemenangan, sehingga lebih unggul.

4. Kuasai Pasar Tanpa Menghancurkannya

Banyak bisnis menguasai pasar dengan cara menghancurkannya, seperti memulai perang harga. Namun, pendekatan ini sering kali merusak pasar dan mengurangi keuntungan. Untuk keberhasilan jangka panjang, bisnis harus menguasai pasar tanpa merusaknya.

Contoh nyata adalah Netflix yang berhasil mengambil pangsa pasar dari Blockbuster tanpa merusak industri. Netflix menggunakan model bisnis yang berbeda, seperti layanan berlangganan, untuk menarik pelanggan tanpa memicu perang harga.

5. Hindari Kekuatan dan Serang Kelemahan

Serangan langsung terhadap kekuatan pesaing biasanya tidak efektif. Bisnis sebaiknya mencari kelemahan pesaing dan memanfaatkannya. Contohnya, Walmart mengeksploitasi kelemahan retailer besar dengan membangun bisnis di kota kecil. Dengan strategi ini, Walmart menjadi lebih kuat dan mengeliminasi pesaing lokal.

Kemudian, Kmart mencoba menyerang Walmart dengan perang harga, tetapi gagal karena tidak mampu bersaing secara efektif.

Kesimpulan

Strategi-strategi dari “Art of War” yang ditulis lebih dari 2000 tahun lalu masih relevan dalam dunia bisnis modern. Strategi seperti menghindari kekuatan dan menyerang kelemahan, menguasai pasar tanpa menghancurkannya, tidak menjadi yang kedua, tidak bersaing untuk berpartisipasi tapi bersaing untuk menang, dan tidak pernah mengumumkan serangan, dapat diterapkan dalam bisnis.

Dengan menerapkan strategi ini, bisnis dapat mencapai kemakmuran dan bersaing dengan lebih efektif. Banyak perusahaan terkenal telah menggunakan strategi ini, sehingga menjadi contoh nyata bagi bisnis-bisnis lain.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *