Situasi Kasus DBD di Kabupaten Ciamis Tahun 2026
Tahun 2026 baru saja memasuki bulan ketiga, namun kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ciamis sudah mencapai angka yang cukup tinggi. Hingga tanggal 31 Maret 2026, tercatat sebanyak 134 kasus DBD. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Ciamis, jumlah kasus DBD pada tiga bulan pertama tahun ini menunjukkan distribusi yang berbeda-beda. Pada Januari 2026 terdapat 47 kasus dengan dua kematian, Februari 2026 mencatat 44 kasus dengan satu kematian, dan Maret 2026 terdapat 43 kasus tanpa laporan kematian. Meski jumlahnya tergolong tinggi, penurunan signifikan terjadi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Januari 2025, terdapat 103 kasus, kemudian Februari 2025 ada 44 kasus, dan Maret 2025 mencatat 67 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang telah dilakukan mungkin mulai memberikan hasil positif.
Upaya Pencegahan yang Dilakukan
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Ciamis, Edis Herdis, menyampaikan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB) DBD. Ia mengimbau agar upaya pencegahan terus diperkuat, salah satunya melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
“Setidaknya harus ada minimal satu anggota keluarga untuk berperan sebagai juru pemantau jentik di masing-masing rumah,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengintensifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus. Gerakan ini mencakup:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin.
- Menutup rapat wadah air untuk mencegah perkembangan jentik nyamuk.
- Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Langkah tambahan atau “plus” juga dinilai penting, seperti:
- Menggunakan losion anti nyamuk.
- Memasang kawat kasa pada ventilasi.
- Menaburkan bubuk larvasida di tempat yang sulit dikuras.
Edis menegaskan bahwa pencegahan merupakan cara paling efektif untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi penyebab utama DBD. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam menekan angka kasus.
Data Jenis Kelamin dan Kelompok Usia
Dari total 134 kasus DBD tahun 2026, berdasarkan jenis kelamin tercatat laki-laki sebanyak 69 kasus dengan satu kematian, dan perempuan 65 kasus dengan dua kematian. Sementara berdasarkan kelompok usia, kasus terbanyak terjadi pada rentang usia 15–44 tahun sebanyak 65 kasus. Disusul usia di atas 44 tahun sebanyak 42 kasus dengan tiga kematian. Kemudian usia 5–14 tahun sebanyak 23 kasus, usia 1–4 tahun dua kasus, dan di bawah 1 tahun dua kasus.
Peringatan dari Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan mengingatkan, peningkatan kasus DBD dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat musim hujan. Oleh karena itu, kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”












