Polda Kepri Perhatikan Kejadian Lakalantas di Batam
Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Pol Taufiq menyatakan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kejadian lakalantas yang terjadi di Batam. Insiden ini menimpa seorang siswi SDN 01 Sei Panas bernama Indah Suci Anisa. Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Taufiq mengaku akan langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa upaya menciptakan keamanan dan keselamatan lalu lintas (kamseltibcarlantas) mengacu pada lima pilar utama keselamatan jalan. Lima pilar ini menjadi fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Kami sangat atensi terhadap kejadian ini. Terkait manajemen dan rekayasa lalu lintas, kami akan mengundang stakeholder terkait untuk bersama-sama mengimplementasikan Rencana Umum Nasional Keselamatan sesuai Perpres No. 1 Tahun 2022,” ujar Dirlantas, Kamis (2/3/2026).
Penanganan Masalah Keselamatan Jalan
Taufiq juga merespons adanya pengawasan yang kurang terhadap lokasi kejadian. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada zebra cross di titik tersebut meskipun banyak pelajar yang menyeberang setiap hari. Menurut dia, penanganan masalah ini membutuhkan kolaborasi lintas instansi, termasuk dalam penyediaan marka jalan, rambu-rambu, serta fasilitas keselamatan lainnya.
“Kami akan cek langsung di lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Batam terkait penambahan zebra cross, rambu, dan marka jalan yang diperlukan,” tambahnya.
Investigasi Terhadap Pelaku Tabrak Lari
Sementara itu, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku tabrak lari. Keluarga korban berharap pelaku segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Ini soal nyawa. Jangan setelah menabrak malah kabur,” tegas Siti, ibu korban, kemarin.
Hingga kini, keluarga tengah menanti niat baik pelaku tabrak lari. Apalagi, kejadian naas itu terekam dalam kamera CCTV yang beredar dan menunjukkan korban berlari menyeberang jalan, sebelum akhirnya ditabrak mobil pribadi berwarna merah yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Mirisnya, pengemudi kendaraan tersebut langsung melarikan diri setelah kejadian.
Kondisi Korban yang Memprihatinkan
Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Kondisinya dilaporkan belum sadarkan diri usai menjalani operasi akibat pendarahan di bagian kepala.
Ibu korban, Siti, mengungkapkan kesedihan mendalam atas musibah yang menimpa anaknya. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, Indah memilih berjalan kaki pulang meskipun sebelumnya telah ditawarkan untuk dijemput.
“Anak saya mau pulang sendiri, padahal saya sudah bilang nanti dijemput,” ujarnya lirih.
Siti juga menyoroti kondisi jalan di lokasi kejadian yang dinilai berbahaya, terutama bagi pelajar yang setiap hari harus menyeberang tanpa fasilitas memadai.
“Di situ ngeri, banyak mobil lewat dengan kecepatan tinggi. Harusnya ada jembatan penyeberangan atau setidaknya zebra cross dan rambu,” katanya.












