Kehilangan yang Mendalam
Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan di Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026) pukul 20.44 waktu Lebanon atau 01.40 WIB. Ia adalah prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) yang bermarkas di Bireuen, Aceh, dan bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Kehilangan yang luar biasa dirasakan oleh istri Praka Farizal Rhomadhon, Fafa Nur Azila, yang menulis curhatan pilu sepeninggal sang suami. Duka mendalam dirasakan oleh keluarga besar yang tinggal di Kulon Progo, Yogyakarta, setelah kepergian sang kepala keluarga.
Peristiwa yang Menyedihkan
Fafa menyaksikan suaminya terkena serangan artileri Israel saat tengah menunaikan ibadah salat Isya. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, ia membagikan potret hitam putih sang suami yang tampak gagah mengenakan seragam militer dengan baret biru khas pasukan perdamaian PBB. Ia mengungkapkan rasa kehilangan yang luar biasa.
“Ayah, ini arahnya ke mana? Bantu kuatin ibu dan Shanaya ya, Yah…,” tulis Azila lewat akun @azilaaaaa_. Pernyataan singkat tersebut menggambarkan betapa beratnya beban yang kini harus dipikul sang istri setelah ditinggalkan oleh kepala keluarga sekaligus pelindung bagi dirinya dan putri kecil mereka yang masih berusia dua tahun.
Dalam potret ucapan duka yang diunggah, terdapat keterangan bahwa almarhum meninggal dunia saat tengah menunaikan ibadah salat Isya akibat serangan artileri. “Telah berpulang ke Rahmatullah suami saya tercinta, ayah dari anak kami, alm. Farizal Rhomadhon. Insyaallah suami kami syahid, suami saya meninggal di saat melaksanakan salat Isya. Saya bersaksi bahwa suami saya orang yang sangat baik,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Wanita yang dinikahi Praka Farizal Rhomadhon pada 4 Juli 2023 ini turut meminta maaf atas kesalahan serta memohon doa untuk sang suami. “Saya mewakili suami saya, apabila ada kesalahan yang disengaja maupun tidak sengaja, saya mohon maaf lahir dan batin. Mohon doanya untuk suami saya, alm. Farizal Rhomadhon. Al-Fatihah…,” sambungnya.
Tangisan Kesedihan
Dari pantauan Kompas.com, Fafa terlihat menangis histeris saat disambut oleh keluarga suaminya di Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (2/4/2026). Fafa tiba bersama putrinya setelah mendarat di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sekitar pukul 09.10 WIB.
Tangis tak terbendung ketika ia disambut ibu kandung Praka Farizal, Supinah. Keduanya langsung berpelukan dalam suasana penuh duka, bahkan Fafa nyaris pingsan di pelukan keluarga.
Kronologi Serangan
Seorang pasukan perdamaian Republik Indonesia (RI) yang tergabung dalam UNIFIL gugur akibat serangan proyektil pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat. Dilansir dari situs Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebuah proyektil meledak di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya konflik bersenjata di wilayah tersebut.
PBB menyatakan bahwa seorang pasukan perdamaian UNIFIL lainnya mengalami luka serius akibat ledakan tersebut dan kini dirawat di rumah sakit. PBB telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti ledakan tersebut.
Upacara Pelepasan Jenazah
Penghormatan setinggi-tingginya diberikan dunia internasional kepada Praka Farizal Rhomadhon. Upacara pelepasan jenazah secara militer digelar dengan khidmat di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, sebelum jasad sang patriot diterbangkan kembali ke tanah air.
“Sampai pagi ini kepastian dari PBB itu hari ini dilaksanakan proses upacara pelepasan secara militer oleh PBB di Beirut, Lebanon,” kata Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Kodam Iskandar Muda Aceh, Kolonel (Inf.) Dimar Bahtera, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan seluruh proses pemulangan jenazah berada di bawah kendali PBB. Rencananya, jenazah akan diberangkatkan dari Lebanon pada Jumat (3/4/2026) dengan rute transit di Istanbul, Turki, sebelum melanjutkan penerbangan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.
“Perkiraan kalau Jumat berarti tiba sekitar Sabtu atau Minggu. Karena dari sana (Lebanon) ke sini itu 12 jam perjalanan, ditambah adanya perbedaan waktu,” ungkapnya.
Setibanya di Jakarta, jenazah akan disambut melalui prosesi kenegaraan sebelum diberangkatkan ke kampung halaman di Kulon Progo, DIY.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."












