Pencarian 2 Mahasiswi yang Hanyut di Sungai Wira Garden Terus Berlangsung
Pencarian terhadap dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) yang hanyut di sungai Wira Garden masih berlangsung. Kedua korban, Bunga (23) dan Fatmawati (23), diperkirakan terbawa arus sungai setelah kejadian yang terjadi pada Rabu (1/4/2026). Sampai hari kedua pencarian, tim SAR gabungan dan personel kepolisian masih melakukan upaya maksimal untuk menemukan mereka.
Kapolsek Telukbetung Timur, Kompol Toni Apriadi, menyampaikan bahwa proses pencarian telah diperluas hingga ke laut. “Tim mencari korban dari aliran air Wira Garden sampai ke Kota Karang dan juga sudah kami cegat di laut,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pihaknya dibantu oleh lurah, camat, dan warga sekitar sejak hari pertama kejadian.
Personel kepolisian yang dikerahkan sebanyak 40 orang, ditambah dengan 10 anggota Sabhara Polda Lampung. Selain itu, tim Basarnas dan BPBD serta pihak Kecamatan Telukbetung Barat dan Telukbetung Timur juga turut serta dalam operasi pencarian.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan melakukan pencarian mulai dari jembatan Sumur Putri, Jembatan PLTD, Jembatan Beton Teluk, hingga Jembatan Kota Karang. Deden Ridwansah, Kepala Kantor SAR Lampung, yang diwakili oleh Dantim Rescue Santosa, mengatakan bahwa pencarian dilakukan hingga radius 1,5 kilometer dari lokasi kejadian.
Operasi pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir beberapa titik strategis. Tim yang terlibat meliputi Basarnas, BPBD Kota Bandar Lampung, Damkarmat, Polresta Bandar Lampung, PMI, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL), dan masyarakat setempat.
Hingga pukul 19.33 WIB, pencarian belum membuahkan hasil. Oleh karena itu, tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pencarian dan akan melanjutkan kembali pada Kamis (2/4/2026) pagi. Pihaknya tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik bendungan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.
Kondisi di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencarian, terutama arus sungai yang masih deras. Meskipun debit air mulai surut dan hujan dengan intensitas ringan di wilayah hulu sungai turut memengaruhi kondisi pencarian, tim tetap berupaya maksimal.
Santosa mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terutama saat kondisi cuaca tidak menentu yang dapat menyebabkan peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Dua korban yang masih dalam pencarian adalah Bunga (23), warga Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, dan Fatmawati (23), warga Darul Hufas Kabupaten Pesawaran. Rekan korban yang selamat, yaitu Rika Yolanda dan Damayanti, juga memberikan informasi penting untuk membantu proses pencarian.
Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dalam proses pencarian dengan dukungan peralatan lengkap, termasuk perahu karet, alat selam, dan peralatan deteksi bawah air.












