Budaya  

Amalan Akhir Bulan Syawal 1447 H/2026, Batas Waktu Terakhirnya

Bulan Syawal 1447 H dan Amalan yang Dianjurkan

Bulan Syawal 1447 Hijriyah yang jatuh pada tahun 2026 telah memasuki pekan terakhirnya. Terdapat perbedaan penetapan awal Syawal antara pemerintah dan organisasi seperti Muhammadiyah, sehingga menghasilkan dua jadwal akhir Syawal yang berbeda. Pemerintah melalui Kementerian Agama RI menetapkan batas akhir Syawal versi Kemenag jatuh pada hari Sabtu, 18 April 2026. Sementara itu, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah menetapkan batas akhir Syawal versi Muhammadiyah adalah hari Jumat, 17 April 2026.

Bagi umat Islam, bulan Syawal yang tersisa tak sampai sepekan lagi menjadi kesempatan untuk melakukan amalan-amalan yang dianjurkan. Berikut beberapa amalan akhir Syawal 2026 yang dapat dilakukan:

1. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Puasa sunnah Syawal merupakan salah satu amalan yang paling utama dan sering dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim). Puasa ini hukumnya sunnah muakkadah dan dapat dilaksanakan secara berturut-turut maupun terpisah, asalkan jumlahnya genap enam hari dan dilakukan di bulan Syawal.

Niat Puasa Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sittatin min syawwālin lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta‘ala.”

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa hadis ini menjadi dalil kuat bagi mazhab Syafi’i dan lainnya tentang kesunahan puasa ini. Beliau juga menyebutkan bahwa yang utama adalah melakukannya secara berurutan setelah Idul Fitri, namun jika dilakukan di akhir bulan pun tetap mendapatkan keutamaan.

2. Menjaga Sholat Sunnah

Sholat sunnah seperti shalat Tahajud dan shalat Dhuha bisa dilakukan untuk menjaga kedekatan dengan Allah SWT. Keutamaan shalat sunnah adalah akan menutupi kekurangan pada shalat wajib.

Rasulullah SAW bersabda: “Pada setiap pagi ada sedekah atas setiap persendian kalian. Maka, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, dan memerintahkan kepada yang makruf adalah sedekah, serta melarang dari yang mungkar adalah sedekah. Dan semua itu bisa diganti dengan dua rakaat yang dilaksanakan pada waktu Dhuha.” (HR. Muslim).

3. Memperbanyak Membaca Alquran

Membaca dan mengkaji Alqur’an tidak hanya dilakukan di bulan Ramadhan, tetapi harus dijadikan amalan rutin harian. Allah SWT berfirman dalam Alquran, Surat Al-Muzzammil ayat 20: “Bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur’an”.

4. Bersedekah

Sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan sepanjang tahun. Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi). Sedekah juga menjadi penyempurna dari zakat fitrah dan segala bentuk ibadah yang telah kita tunaikan.

5. Berzikir dan Berdoa

Berzikir dan berdoa adalah cara untuk selalu mengingat Allah dan memohon pertolongan-Nya dalam setiap urusan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah ayat 152: “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu”.

6. Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Syawal identik dengan tradisi halal bihalal. Amalan ini bukan sekadar budaya, tetapi ibadah mulia yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung silaturahminya” (HR. Bukhari).

7. Memperbanyak Istighfar

Memperbanyak istighfar atau memohon ampun kepada Allah adalah amalan yang dianjurkan setiap saat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surat Nuh ayat 10: “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun'”.

8. Mencari Ilmu

Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Rasulullah SAW bersabda: “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah). Dengan ilmu, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah dan memahami agama dengan lebih baik.


Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *