Kondisi Pasca OTT KPK dan Upaya Asep Surya Atmaja dalam Pemulihan Mental ASN
Setelah terjadi operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menimpa Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, Dr. Asep Surya Atmaja resmi ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi. Sebagai Wakil Bupati dari Partai Buruh, Asep kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan lancar.
Dampak dari OTT tersebut tidak hanya berdampak pada reputasi pemerintah daerah, tetapi juga memberikan tekanan psikologis terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk mengatasi hal ini, Asep melakukan langkah-langkah strategis agar mental dan semangat kerja ASN tetap terjaga.
Salah satu upaya awal yang dilakukan adalah dengan menggelar apel pagi dan kunjungan langsung ke setiap dinas. Dalam apel tersebut, Asep berusaha membangun kembali kepercayaan diri dan semangat kerja para pegawai. Meskipun ada beberapa dinas yang masih dalam proses pemeriksaan oleh KPK, Asep tetap berupaya memastikan bahwa aktivitas pemerintahan tidak terganggu.
Efisiensi Anggaran dan Peningkatan Pendapatan Daerah
Selain itu, Pemkab Bekasi juga menghadapi pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp649 miliar dari pemerintah pusat. Hal ini memaksa Asep untuk mencari solusi efisiensi tanpa mengganggu pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
Untuk mengatasi masalah anggaran, Asep melakukan efisiensi di berbagai sektor seperti penghematan biaya makan minum dan listrik. Selain itu, ia juga fokus pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi dan kolaborasi dengan instansi terkait.
Peluncuran Layanan Perizinan Satu Pintu
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah peluncuran aplikasi layanan perizinan satu pintu bernama Bekasi One Stop Service (BOSS). Layanan ini dikelola oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan bertujuan untuk mempercepat proses perizinan serta meningkatkan iklim investasi di Kabupaten Bekasi.
Layanan ini tidak hanya mempermudah proses administrasi bagi pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Penertiban Pasar Tumpah dan Kolaborasi dengan Masyarakat
Masalah pasar tumpah di kawasan Lampu Merah SGC Cikarang juga menjadi perhatian Asep. Meski sebelumnya banyak yang meragukan kemampuan pemerintah untuk menertibkan pasar tumpah, Asep berhasil melakukannya melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Ia membentuk tim khusus yang terdiri dari dinas terkait, organisasi masyarakat (Ormas), polisi, tentara, pengadilan, dan tokoh masyarakat. Dengan pendekatan yang bersifat kooperatif, penertiban pasar tumpah dapat dilakukan secara aman dan terkendali.
Pengolahan Sampah dengan Teknologi RDF
Masalah sampah juga menjadi fokus utama Asep. Ia bekerja sama dengan PT Asiana Teknologi Lestari untuk mengolah sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. Kerja sama ini tidak berupa penyerahan pengelolaan kepada swasta, melainkan pengolahan sampah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Teknologi ini memungkinkan sampah diubah menjadi bahan bakar alternatif industri semen. Dengan demikian, sampah yang selama ini menjadi masalah justru menjadi komoditas yang bernilai ekonomi.
Pesan dan Harapan Asep Surya Atmaja
Di akhir wawancara, Asep menyampaikan pesan kepada seluruh elemen masyarakat. Ia berharap masyarakat tetap semangat dan mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah. Ia juga menegaskan bahwa dalam tiga bulan jabatannya, telah tercapai lima poin utama:
- Peluncuran layanan perizinan satu pintu BOSS.
- Relokasi pasar tumpah di kawasan SGC Cikarang.
- Audit BUMD untuk evaluasi penyertaan modal.
- Transparansi pendapatan daerah yang diumumkan harian.
- Peningkatan infrastruktur dengan anggaran yang jelas.
Asep berharap doa dan dukungan masyarakat dapat membantu pemerintahan kabupaten Bekasi dalam menjalankan amanah rakyat.












