Pengharapan yang lebih berat terhadap campuran ganda Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, karena prestasi lama di Kejuaraan Asia 2026. Tantangan yang lebih berat akan coba diatasi secara perlahan.
Tahun lalu, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu mencuri perhatian dengan meraih medali perunggu di Kejuaraan Asia 2026. Mereka berhasil menyelamatkan wajah Indonesia karena hanya mereka dan pasangan ganda putra, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, yang mampu bertahan hingga semifinal.
Kejutan yang diberikan oleh Jafar/Felisha membawa angin segar di tengah kebuntuan sektor ganda yang pernah membuat bangga Indonesia melalui era kejayaan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Tahun ini, pasangan yang telah menembus 10 besar ranking dunia ini cukup rentan mengalami hasil kalah dini.
Hal itu membuat Jafar/Felisha berhati-hati saat berbicara soal ekspektasi. “Ya, yang penting satu-satu dulu,” ucap Jafar kepada awak media dan di sela-sela latihan di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (1/4/2026). “Babak-babak awal kan gak mudah karena ada juara All England sama Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin juga,” tambah kakak pemain ganda putri, Febi Setianingrum, ini.
Di babak pertama, Jafar/Felisha akan menghadapi Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, wakil Taiwan yang baru saja membuat kejutan dengan menjuarai All England Open. Hanya berbeda dua peringkat atas Ye/Chan, Jafar/Felisha membawa modal kemenangan dari pertemuan sebelumnya di Taipei Open 2025.
Sedangkan Jiang/Wei yang merupakan wakil tuan rumah sekaligus pasangan nomor dua menjadi calon lawan Jafar/Felisha di perempat final apabila sama-sama lolos. “Target minimal sebenarnya maunya gak turun dari tahun kemarin,” harap Felisha. “Cuma melihat performa sebelum ini kayaknya (menghadapinya secara) step-by-step bakal lebih baik buat kami daripada target harus begini atau begitu.” “Fokus aja dari babak ke babak. Kalau menang terus juga sampai,” tambahnya.
Awal tahun ini tidak berjalan mudah bagi pemenang 1 gelar World Tour tersebut karena cedera siku yang dialami Felisha. Kondisi yang kian parah setelah berjuang di semifinal Indonesia Masters 2026 pada Januari lalu mengganggu persiapan Jafar/Felisha menuju tur turnamen Eropa.
Selama tiga minggu, Felisha harus mengistirahatkan tangannya dan hanya bisa menjalani latihan dengan intensitas rendah pada bagian yang sakit itu. Dia dan Jafar akhirnya berakhir kalah di babak 16 besar All England Open dan kemudian perempat final Swiss Open walau diunggulkan untuk melangkah lebih jauh.
Jafar/Felisha berharap bisa kembali ke performa tahun lalu. Tahun lalu, mereka tidak mudah kalah dari sesama underdog dan menyaingi pasangan papan atasnya. “Evaluasi dari dua turnamen di Eropa, hasilnya buruk, evaluasinya banyak lah, semua harus ditingkatkan karena segala aspek masih kalah,” ucap Felisha. “Palingan coba lihat-lihat lagi dulu mainnya kayak gimana supaya kembali ke performa yang dulu. Mungkin bisa lebih daripada yang dulu.”
Felisha mengaku bahwa sebenarnya dia masih dalam masa pemulihan. Namun, persiapan menuju Kejuaraan Asia 2026 setidaknya lebih baik daripada sebelum tur Eropa. “Sejauh ini saya cuman punya waktu gak sampai sebulan. Kemarin juga ada libur lebaran. Jadi saya rasa jauh lebih baik dibanding persiapan tur Eropa kemarin.” “Ada sisa waktu 3 hari untuk latihan. Semoga apa saja yang masih kurang, masih bolong, bisa diperbaiki dalam waktu yang singkat ini,” katanya.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”












