Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menghadapi tantangan berat dalam beberapa turnamen terakhir. Terbaru, mereka kalah dari rekan senegara, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, pada babak 16 besar All England Open 2026. Raymond/Joaquin akhirnya berhasil melaju ke semifinal.
Sebelumnya, Fajar/Fikri juga dikalahkan oleh pasangan yang sama pada Australia Open 2025 dan Indonesia Masters 2026. Mereka mengakui bahwa pertandingan melawan rekan sendiri memberikan tekanan tersendiri, terutama karena tidak ada pelatih yang mendampingi.
“Ada banyak hal yang harus dievaluasi setelah turnamen Eropa. Ketika bertemu dengan teman sendiri, tidak ada pelatih di samping,” kata Fajar kepada media, termasuk saat berada di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.
Fajar menyebutkan bahwa terkadang sulit untuk memahami kelemahan lawan meskipun mereka merasa memiliki perbedaan dalam kondisi latihan. “Kami harus bisa menyiapkan strategi yang tepat untuk menghadapi pasangan muda yang punya daya pukul luar biasa.”
Menurut Fajar, berlatih bersama di pelatnas Cipayung memberi keuntungan bagi Raymond/Joaquin karena mereka tahu permainan Fajar/Fikri. “Itu sebabnya mereka tahu kelemahan kami dan menerapkannya dalam pertandingan.”
Fajar/Fikri mencoba mengubah pola permainan, tetapi mereka mengakui bahwa Raymond/Joaquin memiliki kecepatan dan daya pukul yang sangat baik. “Beberapa kali di gim ketiga, kami kalah start.”
Saat ini, Fajar/Fikri fokus mempersiapkan diri untuk Kejuaraan Asia 2026 yang akan digelar di Ningbo, China, pada 7-12 April. “Persiapan sudah cukup baik. Kami punya waktu 2-3 minggu, jadi lebih siap. Tinggal bagaimana kami menerapkannya di lapangan,” ujar Fikri.
Soal target, Fajar dan Fikri ingin yang terbaik. “Tapi kami mencoba langkah demi langkah. Lawan pertama adalah Thailand (Pharanyu Kaosamaang/Tanadon Punpanich).”
Mereka belum tahu pasti tentang lawan tersebut. “Setelah ini, menjelang keberangkatan, kami akan berdiskusi dengan partner, pelatih, dan tim analis bagaimana menghadapi lawan pada Kejuaraan Asia.”
Tahun ini akan menjadi debut perdana Fajar/Fikri sebagai tandem pada Kejuaraan Asia. “Semua punya peluang yang sama karena lawan itu-itu saja, hanya minus wakil Eropa. Bagaimana kami mempersiapkan diri dan menerapkannya di lapangan, fokusnya.”
Fajar mengatakan bahwa mereka tidak ingin terlalu memikirkan target masuk semifinal. “Yang penting, kami menikmati setiap langkah. Jika bisa hasil terbaik, target semifinal juga akan jadi prioritas.”
Penampilan Fajar/Fikri yang meningkat pesat sejak Juni hingga Desember 2025 telah terbaca oleh lawan. Ganda putra peringkat kelima dunia ini bahkan lolos BWF World Tour Finals 2025 dalam waktu empat bulan sejak ditandemkan pada Juli kemarin saat mengikuti Japan Open 2025.
Tanpa diduga, Fajar/Fikri melesat dengan cepat setelah mencapai perempat final Japan Open 2025 (Super 750), juara China Open 2025 (Super 1000), dan empat kali runner-up pada Korea Open, Denmark Open, French Open, dan Australian Open 2025.
“Sudah pasti permainan kami terbaca lawan karena ada video analis. Jadi orang-orang bisa mempelajari,” ucap Fikri.
Mereka juga belajar dari kelebihan dan kelemahan mereka sendiri. “Itu bagian dari strategi. Kelemahan diperbaiki, kelebihan dipertajam, tinggal praktek di pertandingan.”
Undian Ganda Putra pada Kejuaraan Asia 2026:
* Babak utama:
* Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi vs Pemenang grup D
* Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai (Hong Kong)
* Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Pharanyu Kaosamaang/Tanadon Punpanich (Thailand)
* Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Kang Min-hyuk/Ki Dong Ju (Korea Selatan)












