Serangan Militer Israel di Wilayah Suriah dan Lebanon Memperburuk Ketegangan Regional
Pada hari Sabtu (4/4/2026), militer Israel mengumumkan rencana serangan terhadap area dekat penyeberangan utama antara Suriah dan Lebanon. Penyeberangan ini diklaim digunakan oleh kelompok Hizbullah untuk kepentingan militer. Warga setempat diminta segera mengungsi.
Penyeberangan Masnaa merupakan jalur perdagangan penting bagi kedua negara dan pintu gerbang darat utama Lebanon ke wilayah lain di kawasan tersebut. Israel pernah menyerang penyeberangan itu pada Oktober 2024 dalam perang sebelumnya dengan Hizbullah. Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, menyatakan bahwa karena penggunaan Penyeberangan Masnaa oleh Hizbullah untuk kepentingan militer dan penyelundupan peralatan tempur, militer Israel akan melakukan serangan di perlintasan tersebut dalam waktu dekat.
Suriah Bantah Penyeberangan Masnaa Digunakan untuk Tujuan Militer
Suriah membantah klaim bahwa penyeberangan Masnaa digunakan untuk tujuan militer. Direktur Hubungan Masyarakat Otoritas Umum Perbatasan dan Bea Cukai, Mazen Aloush, menyatakan bahwa penyeberangan tersebut, yang dikenal sebagai Jdeidet Yabous di sisi Suriah, hanya khusus digunakan untuk keperluan sipil dan tidak pernah digunakan untuk tujuan militer apa pun. Ia menambahkan bahwa lalu lintas di penyeberangan tersebut akan dihentikan sementara sampai risiko ancaman mereda.
Lebih dari 1.400 Orang Tewas Akibat Serangan Israel di Lebanon

Konflik di Timur Tengah semakin memanas ketika Hizbullah memutuskan melakukan intervensi militer terhadap Israel pada awal Maret 2026, menyusul perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Sejak itu, Israel kembali membombardir Lebanon dan menginvasi wilayah selatan negara itu, menewaskan lebih dari 1.400 orang, termasuk 54 tenaga medis dan tiga pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia.
Dalam pernyataan terbarunya, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan sedikitnya lima orang tewas dan satu lainnya terluka akibat serangan Israel di Maaraka, dekat kota pesisir Tyre. Serangan sebelumnya di Habbush juga menewaskan dua anak perempuan dan melukai 22 lainnya, sementara serangan di al-Hawsh melukai 18 orang dan merusak rumah sakit terdekat.
Sejauh ini, puluhan ribu orang telah meninggalkan Tyre usai militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi di sebagian besar kota tersebut. Meski demikian, sekitar 20 ribu warga memilih tetap bertahan, termasuk 15 ribu orang yang mengungsi dari desa-desa sekitarnya.
11 Tentara Israel Tewas dalam Pertempuran di Lebanon Selatan

Pada Sabtu, militer Israel kembali mengumumkan tewasnya seorang tentara mereka dalam pertempuran di Lebanon selatan. Ia menjadi tentara ke-11 yang tewas sejak Israel melancarkan operasi darat di negara tersebut. Militer Israel juga mengklaim telah menyerang lebih dari 140 infrastruktur Hizbullah selama 2 hari sebelumnya.
Kantor berita Lebanon, NNA, melaporkan bahwa militer Israel kembali menyerang sebuah jembatan di wilayah Bekaa Barat, Lebanon timur, hingga hancur sepenuhnya. Bekaa Barat terletak tepat di atas wilayah selatan Lebanon, tempat pasukan darat Israel terus bergerak maju.
Sementara itu, Hizbullah mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan di kota-kota di Israel utara serta terhadap pasukan Israel di sejumlah kota di Lebanon selatan dekat perbatasan, terutama di Marun al-Ras, Hula, Ainata, dan Bayada.
Berita Terkini Lainnya
Heboh Paket Berasap di Bandara Ben Gurion Israel, Diduga Bom
18 Negara Eropa Desak Israel Setop Serang Lebanon
Ledakan Kembali Lukai 3 Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL di Lebanon
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












