Trump Pertimbangkan Perubahan Kabinet, Bondi Bukan yang Terakhir

Perombakan Kabinet Trump Diperkirakan Menjelang Pemilu Paruh Waktu

Donald Trump sedang mempertimbangkan perombakan kabinet setelah mencopot Jaksa Agung Pam Bondi. Langkah ini muncul di tengah menurunnya kepercayaan publik akibat konflik dengan Iran, yang telah memicu lonjakan harga bahan bakar dan meningkatkan ketegangan politik.

Perang Iran menjadi faktor utama dalam penurunan kepercayaan terhadap pemerintahan Trump. Survei menunjukkan bahwa hanya 36 persen warga Amerika Serikat yang menyetujui kinerja presiden tersebut. Di sisi lain, sebanyak 60 persen responden menolak keputusan AS-Israel untuk memulai konflik tersebut.

Sejumlah media internasional melaporkan bahwa langkah perombakan kabinet ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya frustrasi Trump atas situasi saat ini. Lima sumber Gedung Putih menyebut wacana perombakan dapat berfungsi sebagai langkah “reset” menghadapi periode politik menantang.

Kecemasan di Kalangan Partai Republik

Kecemasan juga meningkat di kalangan konstituen Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu November. Pidato Trump pada Rabu (1/4/2026) tentang “Kemenangan AS atas Iran” dinilai gagal memberi dampak. Dalam pidato itu, Trump menolak memaparkan jalan keluar perang yang dimulai 28 Februari. Tidak adanya langkah konkret menimbulkan kesan konflik bersifat terbuka tanpa akhir.

Seorang pejabat Gedung Putih menyebut pidato itu hanya upaya memproyeksikan kendali. Namun, kenyataannya pidato tersebut memperkuat persepsi perlunya perubahan dalam penyampaian pesan atau personel. Ia menambahkan pendukung inti Trump masih mendukung perang, tetapi berada di bawah tekanan ekonomi.

“Pemilih menoleransi pesan ideologis, tetapi mereka merasakan harga bahan bakar secara langsung,” ujarnya.

Pejabat Terancam dan Kekhawatiran Internal

Beberapa sekutu Trump menilai perombakan kabinet semakin mendesak. Trump disebut enggan merombak terlalu sering untuk menghindari kesan kacau seperti masa jabatan pertamanya. Namun, survei Reuters/Ipsos menunjukkan hanya 36 persen warga menyetujui kinerjanya.

Sumber Gedung Putih menyebut beberapa pejabat berada dalam posisi bahaya. Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick disebut berpotensi dicopot. Trump sebelumnya mendepak Pam Bondi dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem. Dalam beberapa bulan terakhir, Trump menunjukkan ketidaksenangan terhadap Gabbard.

Ia bahkan bertanya kepada sekutunya tentang calon pengganti kepala intelijen. Beberapa sekutu profil tinggi mendesak pencopotan Lutnick. Lutnick, teman dekat Trump, menghadapi sorotan atas hubungannya dengan Jeffrey Epstein. Berkas baru menunjukkan Lutnick pernah makan siang dengan Epstein di pulau pribadinya pada 2012.

Hal ini menambah tekanan agar Lutnick dicopot. Sementara itu, Gedung Putih membela Gabbard dan Lutnick. Meski begitu, rumor perombakan terus berkembang. Bondi disebut hanya awal dari perombakan lebih luas.

Rekam Jejak Pemecatan

Selain Bondi, Trump juga memecat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George. Sepanjang dua periode kepresidenannya, Trump telah memberhentikan banyak pejabat. Daftar pemecatan mencakup James Comey, Rex Tillerson, Jeff Sessions, John Bolton, Anthony Scaramucci, Steve Bannon, Mark Esper, Kirstjen Nielsen, dan Reince Priebus.

Comey dipecat saat FBI menyelidiki dugaan kolusi kampanye Trump dengan Rusia. Tillerson diberhentikan lewat cuitan Twitter karena perbedaan kebijakan. Sessions diminta mundur setelah menolak terlibat dalam penyelidikan Rusia. Bolton berselisih dengan Trump soal kebijakan luar negeri. Scaramucci hanya bertahan 10 hari setelah membuat pernyataan kontroversial. Bannon dipecat setelah konflik internal dan kemudian mengkritik Trump. Esper dicopot setelah pemilu 2020 terkait penanganan protes. Nielsen dipaksa mundur karena kebijakan imigrasi kontroversial. Priebus dicopot di tengah laporan kekacauan internal Gedung Putih.

Bondi kini menambah daftar panjang loyalis yang diberhentikan Trump.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *