Bisnis  

IHSG Rentan Tekanan Jual Asing, Pasar Minta BEI Terapkan Aturan Bertahap

Perubahan Regulasi Pasar Modal dan Dampaknya terhadap Indeks Saham

Para pelaku pasar modal di Indonesia menuntut agar regulator menerapkan aturan reformasi secara bertahap. Hal ini dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap dampak jangka pendek dari penerapan aturan baru yang telah diterapkan oleh otoritas pasar modal RI.

Salah satu inisiatif reformasi yang telah diimplementasikan adalah pembukaan data mengenai daftar saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan besar atau High Shareholders Concentration (HSC). Penerapan aturan ini berdampak langsung pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang pada awal pekan ini mengalami penurunan sebesar 0,53% menjadi 6.989. Angka ini mencerminkan koreksi sebesar 19,17% secara year to date (YtD) sejak awal tahun.

Tren penurunan IHSG terus berlanjut, dengan koreksi sebesar 0,99% dalam periode 30 Maret hingga 2 April 2026. Selain itu, aliran dana asing juga mengalami penurunan signifikan, dengan total penjualan bersih atau net sell sebesar Rp623,02 miliar pada hari ini. Hal ini membuat nilai net sell sejak awal tahun mencapai Rp34,45 triliun.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyadari bahwa dalam fase transisi ini, terdapat konsekuensi jangka pendek berupa tekanan jual pasar saham. Tekanan tersebut dipicu oleh keluarnya aliran dana asing akibat risiko pengurangan bobot indeks saham Indonesia di penyedia indeks global seperti MSCI.

Komentar dari Analis Pasar

Senior Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menilai bahwa tekanan outflow dana asing dalam jangka pendek akan paling dirasakan oleh saham dengan porsi kepemilikan publik yang relatif kecil. Ia menyarankan agar regulator menerapkan aturan HSC secara bertahap, mendorong perusahaan untuk meningkatkan porsi saham publik, serta menjaga perdagangan tetap aktif.

Komunikasi dengan pihak seperti MSCI juga dinilai penting agar tidak terjadi perubahan mendadak di indeks global. Jika saham keluar dari MSCI Emerging Markets Index, maka dana asing yang mengikuti indeks tersebut akan otomatis menjual sahamnya. Akibatnya, harga saham bisa turun, transaksi sepi, dan selisih harga beli-jual melebar. Namun, kondisi ini bisa pulih jika struktur saham diperbaiki.

“Secara jangka pendek, pasar bisa tertekan. Tapi dalam jangka panjang, keterbukaan ini justru membuat pasar lebih sehat dan dipercaya investor besar,” ujar Sukarno. Menurutnya, investor dalam negeri bisa membantu menahan penurunan, tapi belum cukup kuat untuk menggantikan seluruh dana asing dalam waktu cepat.

Pandangan dari Analis Lain

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai kapasitas investor domestik cenderung terbatas. Menurutnya, likuiditas lokal belum bisa menyerap tekanan jual masif secara instan, apalagi mayoritas investor domestik akan wait and see melihat pergerakan aliran dana asing.

Wafi merunut, dalam skenario negatif, saham Indonesia bisa dikeluarkan dari daftar indeks MSCI karena isu konsentrasi saham. Aksi jual akan otomatis dilakukan oleh passive funds global, kemudian valuasi saham akan tertekan tajam, dan berujung pada penurunan bobot IHSG secara agregat.

Ketika outflow asing membesar, menurutnya sektor saham yang paling rentan adalah di sektor infrastruktur, energi, dan saham big caps dengan status free float semu. Untuk menjaga keseimbangan tekanan aksi jual di tengah fase transisi saat ini, emiten perlu menguatkan Good Corporate Governance (GCG) untuk mengembalikan kepercayaan investor dalam jangka panjang.

“Sementara bagi regulator perlu melakukan penerapan [HSC] bertahap, perpanjangan tenggat penyesuaian, dan insentif korporasi seperti rights issue atau private placement,” jelas Wafi.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *