Peluncuran Buku “BERSAMA MENGARUNGI ZAMAN” dalam Rangka 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Takhta Suci
Buku berjudul “BERSAMA MENGARUNGI ZAMAN” resmi diluncurkan dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci. Buku ini diterbitkan oleh Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) bekerja sama dengan Penerbit Palmerah Syndicate. Proses penyusunan buku yang terdiri dari 143 halaman ini berlangsung selama enam bulan sejak Agustus 2025.
Isi buku ini mencakup tulisan-tulisan dari berbagai tokoh penting, seperti Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiyono, Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin, Duta Besar RI untuk Takhta Suci Trias Kuncahyono, serta seorang rohaniwan bernama Romo Gregorius Budi Subanar SJ.
Peluncuran buku tersebut dilakukan oleh Dubes RI Untuk Takhta Suci Trias Kuncahyono di Wisma KBRI, Vatikan, Roma, Italia, pada Kamis (26/3/2026). Acara dihadiri oleh Mgr. John D. Putzer, yang mewakili Sekretaris Hubungan Dengan Negara-Negara dan Organisasi Internasional Pemerintah Takhta Suci Mgr. Paul R. Gallagher. Selain itu, hadir juga para duta besar dan perwakilan negara-negara sahabat KBRI Takhta Suci serta anggota Ikatan Rohaniwan Rohaniwati di Kota Abadi (IRRIKA).
Dubes RI Trias Kuncahyono menjelaskan bahwa latar belakang pembuatan buku ini adalah karena belum ada yang mengulas sejarah hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci secara lengkap. Ia menilai buku ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi siapa pun yang ingin mendalami sejarah hubungan kedua negara.
Algooth Putranto dari PWKI, yang bertindak sebagai editor buku, menyebutkan bahwa proses penyusunan berlangsung selama enam bulan sejak Agustus 2025. Awalnya peluncuran buku dijadwalkan akhir 2026, namun diputuskan untuk dilaksanakan pada Maret 2026, sesuai dengan momentum yang lebih tepat, yaitu penandatanganan MoU penggunaan bahasa Indonesia secara resmi di Vatican News pada Rabu (25/3/2026).
Penanggung jawab penerbitan, AM Putut Prabantoro, yang juga Founder PWKI, menjelaskan bahwa Palmerah Syndicate adalah penerbitan buku yang dikelola oleh para wartawan purna tugas dari Harian Kompas. Menurutnya, kolaborasi penerbitan buku antara KBRI Untuk Takhta Suci, PWKI, dan Palmerah Syndicate dilakukan secara intens dan hati-hati.
Alasan utama kolaborasi ini adalah karena buku tersebut merupakan buku bilingual atau dwi-bahasa, yaitu Indonesia dan Italia. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa ungkapan dalam terjemahan yang harus disesuaikan secara budaya dan linguistik dari kedua bahasa. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian dan kesabaran ekstra.
Buku setebal 143 halaman ini juga memuat testimoni dari berbagai tokoh lintas agama Indonesia. Mereka antara lain:
- Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA (Menteri Agama Republik Indonesia)
- Kardinal Ignatius Suharyo (Uskup Keuskupan Agung Jakarta dan Uskup Umat Katolik TNI/POLRI)
- Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah)
- KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama)
- Bhikhu Dhammasubho Mahāthera (Sangha Theravada Indonesia)
- Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty (Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia / PGI)
Selain itu, testimonial juga diberikan oleh:
- Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia – PHDI)
- Prof. Dr. Philip K. Widjaja (Ketua Umum PP Persatuan Umat Buddha Indonesia – PERMABUDHI)
- Dr. K.H. Marsudi Syuhud, M.A (Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia – MUI)
- Naen Soeryono, SH.MH (Ketua Presidium Pusat Majelis Luhur Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Indonesia – MLKI)
- H. E. Archbishop Piero Pioppo (Duta Besar Takhta Suci Untuk Republik Indonesia)
- MGR Antonius Subianto Bunjamin OSC (Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia-KWI)
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












