Bupati Bangka Tegaskan Penolakan Mundurnya Kades Jada Bahrin Akibat Tambang Ilegal

Bupati Bangka Fery Insani Tegaskan Tidak Izinkan Kades Jada Bahrin Mundur

Bupati Kabupaten Bangka, Fery Insani, secara resmi menolak surat pengunduran diri dari Kepala Desa (Kades) Jada Bahrin, Asari. Keputusan ini diambil setelah polemik terkait tambang ilegal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Baturusa memicu konflik antara warga pro-penertiban dan para penambang.

Pemanggilan Kades Jada Bahrin dilakukan oleh Bupati ke rumah dinasnya pada Jumat (27/3/2026). Hal ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya ketegangan akibat aktivitas tambang ilegal yang berlangsung di DAS dan hutan desa. Bupati menyatakan bahwa ia tidak akan memberikan izin kepada Asari untuk mundur dari jabatannya.

Persoalan ini menjadi perhatian masyarakat luas karena melibatkan tekanan massa terkait aktivitas pertambangan timah tanpa izin. Fery Insani menegaskan bahwa dirinya akan mengambil alih tanggung jawab penuh dalam penyelesaian konflik tersebut.

Alasan Kades Jada Bahrin Mundur

Asari sebelumnya mendadak menyerahkan surat pengunduran diri pada 24 Maret 2026. Keputusan ini diambil karena merasa terjepit antara tuntutan penertiban dan tekanan dari penambang lokal. “Mundur dari jabatan itu hak kades, prosesnya di BPD, tapi keputusannya ada di Bupati,” ujar Bupati.

Fery Insani menambahkan bahwa stabilitas desa lebih utama, sehingga langkah pengunduran diri dianggap bukan solusi tepat bagi masyarakat Jada Bahrin. Pemerintah Kabupaten Bangka akan fokus mencari titik tengah agar layanan publik di desa tetap berjalan tanpa gangguan politik lokal.

Tekanan Massa dan Ancaman Pembakaran TI Rajuk Ilegal

Asari mengungkapkan bahwa dirinya lelah menghadapi laporan aktivitas tambang ilegal di DAS dan hutan desa yang terus berulang. Sebagian kelompok masyarakat mendesak kades melakukan penertiban paksa dengan cara membakar ratusan unit TI rajuk ilegal di lokasi.

Di sisi lain, terdapat kelompok penambang yang meminta legalitas aktivitas mereka meskipun status lahan tersebut adalah kawasan lindung desa. “Saya enggak mau karena dua-duanya itu salah secara hukum. Makanya saya mengundurkan diri saja,” ungkap Asari secara jujur.

Ia mengaku telah berulang kali berkoordinasi dengan Polsek Merawang hingga Polda Babel, namun para penambang ilegal tetap kembali beraktivitas.

Harapan Terbitnya WPR sebagai Solusi Jangka Panjang

Meskipun tertekan, Asari menegaskan bahwa dirinya sebenarnya tidak anti terhadap aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh warganya sendiri. Namun, ia meminta para penambang untuk bersabar menunggu legalitas resmi berupa WPR agar aktivitas mereka tidak melanggar peraturan daerah.

“Maksud saya tunggu lah dulu WPR itu, memang prosesnya panjang,” imbau Asari kepada para penambang di Jada Bahrin. Bupati Bangka Fery Insani juga mengimbau semua pihak untuk menjaga kondusivitas wilayah dan tidak terpancing oleh isu-isu provokatif.

Bupati Ambil Alih Solusi Penertiban DAS Sungai Baturusa

Guna meredam situasi, Bupati Bangka Fery Insani berjanji akan turun langsung menjelaskan duduk perkara regulasi kepada masyarakat Merawang. Pemerintah daerah tidak ingin kades menjadi sasaran provokasi oknum yang memanfaatkan situasi carut-marut pertambangan rakyat di Bangka Belitung.

“Soal polemik tambang ini saya ambil alih, nanti kita cari solusinya bersama masyarakat,” tegas Fery Insani di hadapan BPD. Bupati juga menghadirkan perangkat Desa Kimak dan Desa Balun Ijuk yang wilayahnya berbatasan langsung dengan lokasi penambangan ilegal tersebut.

Langkah ini diambil agar kebijakan penertiban DAS Sungai Baturusa memiliki dampak komprehensif dan tidak tebang pilih antar wilayah desa.

Pertemuan Besar di Masjid Al-Ijtihad

Pemerintah Kabupaten Bangka telah menjadwalkan pertemuan besar pada Senin (30/3/2026) malam selepas pelaksanaan salat Isya berjamaah. Pertemuan tersebut akan digelar secara terbuka di Masjid Al-Ijtihad Desa Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, untuk mendengar aspirasi warga.

“Nanti kita undang semua, Kapolres, Kajari, Dandim, undang juga dari BPDAS, Dinas ESDM Provinsi Babel,” jelas Fery Insani merinci. Bupati berharap forum ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis yang melanggar hukum negara.


Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *