Perbaikan Hubungan Iran dan Thailand Pasca-Insiden Selat Hormuz
Setelah mengalami ketegangan akibat insiden di Selat Hormuz, hubungan antara Iran dan Thailand kini mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Hal ini terlihat dari keberhasilan kapal tanker milik Bangchak Corp, sebuah perusahaan energi Thailand, yang berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman tanpa dikenakan biaya apa pun oleh otoritas Iran.
Peristiwa ini menjadi bukti dari koordinasi diplomatik tingkat tinggi antara pemerintah Thailand, Iran, dan Oman. Kepastian bahwa jalur tersebut aman juga dibuktikan dengan sikap kooperatif dari pihak Iran yang meminta daftar nama kapal Thailand yang akan transit agar dapat memastikan keamanan lintasan tersebut.
Peran Oman dalam Negosiasi
Selain upaya diplomatik langsung antara Thailand dan Iran, pihak Oman juga turut berperan dalam menjembatani negosiasi kedua negara. Otoritas Oman membantu memastikan keamanan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, khususnya setelah adanya ketegangan geopolitik yang mengganggu distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Thailand sempat memanggil Duta Besar Iran untuk meminta klarifikasi setelah serangan terhadap kapal kargo curah Mayuree Naree pada 11 Maret 2026. Kapal berbendera Thailand tersebut diserang oleh proyektil Iran, menyebabkan kebakaran hebat dan memaksa seluruh kru dievakuasi.
Pernyataan Menteri Luar Negeri Thailand
Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, mengonfirmasi bahwa kesepakatan antara dua negara ini diamankan setelah adanya pembicaraan intensif dengan Duta Besar Iran untuk Thailand. Dalam pernyataannya kepada pers, Sihasak menjelaskan langkah-langkah yang diambil pemerintah:
“Saya meminta kepada perwakilan Pemerintah Iran, jika kapal-kapal Thailand perlu melewati selat tersebut, saya meminta mereka untuk membantu memastikan lintasan yang dilalui aman,” ungkap Sihasak.
Menurutnya, permintaan ini direspons secara kooperatif oleh pihak Iran. “Pihak Iran mengatakan bahwa mereka akan menanganinya (izin melewati Selat Hormuz) dan meminta kami untuk memberikan nama-nama kapal yang akan transit,” tambah Sihasak.
Keberhasilan Transit Kapal Bangchak Corp
Kapal milik Bangchak Corp yang berhasil melintasi Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya apapun menjadi kabar positif setelah insiden tragis dua minggu lalu. Pihak Bangchak Corp juga membenarkan informasi bahwa mereka tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun kepada Iran untuk menghindari blokade di wilayah perairan strategis tersebut.
Selain kapal Bangchak Corp, satu unit kapal lain milik SCG Chemicals pada Rabu (25/3/2026) dikabarkan tengah menunggu izin serupa untuk melintasi Selat Hormuz. Hal ini menunjukkan bahwa proses normalisasi hubungan bilateral antara Iran dan Thailand sedang berlangsung secara bertahap.
Insiden Serangan pada Kapal Mayuree Naree
Sebelumnya, kapal jenis bulk carrier milik perusahaan SET-listed Precious Shipping Plc tersebut dihantam proyektil pada hari 11 Maret 2026 saat melintasi Selat Hormuz tanpa muatan. Ledakan yang mengenai bagian buritan kapal memicu kebakaran hebat di ruang mesin.
Dikutip dari Thairath, total 23 awak kapal, 20 orang berhasil dievakuasi oleh Angkatan Laut Oman menggunakan sekoci. Tiga awak kapal lainnya hingga saat berita ini ditulis masih belum ditemukan.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












