Memahami Majas Metafora dalam Bahasa Indonesia
Majas metafora merupakan salah satu gaya bahasa yang sering digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penggunaannya tidak hanya membantu siswa memahami teks secara lebih mendalam, tetapi juga memperkaya ekspresi bahasa dalam komunikasi maupun karya sastra. Dengan memahami majas ini, siswa dapat mengenali makna yang tersirat di balik kata-kata yang digunakan.
Metafora adalah penggunaan kata atau kelompok kata bukan dengan arti sebenarnya, melainkan sebagai lukisan berdasarkan persamaan atau perbandingan. Contoh umumnya antara lain “perpustakaan adalah gudang ilmu”, “raja siang” untuk matahari, dan “si jago merah” untuk api kebakaran. Pemahaman terhadap majas ini sangat penting karena sering muncul dalam materi pelajaran dan ujian nasional.
Untuk membantu siswa memahami penggunaan majas secara lebih mendalam, berikut disajikan beberapa contoh soal beserta kunci jawaban:
-
Apa yang dimaksud dengan majas metafora?
A. Membandingkan dua hal menggunakan kata hubung “seperti” atau “laksana”.
B. Memberikan sifat manusia pada benda mati.
C. Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan berdasarkan persamaan atau perbandingan.
D. Ungkapan yang melebih-lebihkan sesuatu agar terlihat hebat.
Jawaban: C -
Manakah kalimat di bawah ini yang mengandung majas metafora?
A. Nyiur melambai-lambai di tepi pantai.
B. Perpustakaan adalah gudang ilmu bagi siapa saja yang ingin belajar.
C. Wajahnya sangat cantik bagaikan bulan kesiangan.
D. Ayah membawa segudang oleh-oleh dari kantor.
Jawaban: B -
“Raja siang telah terbit dari ufuk timur.” Ungkapan “Raja siang” dalam kalimat tersebut bermakna…
A. Bulan
B. Matahari
C. Penguasa
D. Awan
Jawaban: B -
Kalimat berikut yang menggunakan kata “buah hati” sebagai metafora adalah…
A. Ibu membeli buah hati yang manis di pasar.
B. Buah hati itu jatuh tepat di bawah pohonnya.
C. Kehadiran sang buah hati sangat dinantikan oleh pasangan itu.
D. Buah hati memiliki kandungan vitamin yang tinggi.
Jawaban: C -
“Keluarga itu harus rela kehilangan harta bendanya karena menjadi korban si jago merah.” Istilah “si jago merah” merujuk pada…
A. Ayam jago
B. Pencuri
C. Kebakaran (Api)
D. Preman
Jawaban: C -
Doni dikenal sebagai kutu buku di kelasnya. Makna metafora “kutu buku” adalah…
A. Orang yang sangat gemar membaca buku.
B. Orang yang memiliki banyak kutu di kepalanya.
C. Orang yang malas belajar.
D. Orang yang suka merusak buku.
Jawaban: A -
“Koruptor itu akhirnya dibawa ke meja hijau.” Makna “meja hijau” pada kalimat tersebut adalah…
A. Meja yang dicat warna hijau.
B. Ruang makan.
C. Pengadilan.
D. Kantor polisi.
Jawaban: C -
Kalimat yang mengandung majas metafora tentang perasaan adalah…
A. Hati Andi sangat keras bagaikan batu kali.
B. Dewi malam mulai menampakkan sinarnya.
C. Ibu membanting tulang demi menyekolahkan kami.
D. Roni adalah anak emas di perusahaan tersebut.
Jawaban: D -
“Perusahaan itu gulung tikar akibat krisis ekonomi.” Metafora “gulung tikar” berarti…
A. Menghapus jejak.
B. Mengalami kebangkrutan.
C. Membersihkan kantor.
D. Pindah lokasi usaha.
Jawaban: B -
Di bawah ini yang merupakan contoh metafora yang merujuk pada sifat manusia adalah…
A. Kelinci itu lari secepat kilat.
B. Ia dikenal sebagai bunga desa karena kecantikannya.
C. Angin malam menusuk tulang.
D. Suaranya menggelegar membelah angkasa.
Jawaban: B
Tips untuk Mempelajari Majas Metafora
Untuk meningkatkan pemahaman terhadap majas metafora, siswa dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Membaca teks yang kaya akan majas, baik dari puisi, cerita pendek, maupun artikel.
- Mencatat contoh-contoh metafora yang ditemukan dalam teks, lalu mencoba memahami maknanya.
- Mengerjakan latihan soal seperti yang disajikan di atas, agar bisa mengenali ciri-ciri dan makna metafora.
- Berlatih membuat kalimat metafora sendiri, sehingga bisa lebih memahami cara penggunaannya.
Dengan memahami majas metafora, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan analisis teks, tetapi juga bisa mengembangkan kreativitas dalam berkomunikasi dan menulis.












