Teguran Pedas Dedi Mulyadi pada Pramusaji Saat Bagi-bagi Santunan di Gedung Pakuan

Peristiwa Teguran di Gedung Pakuan

Pada pagi hari di kantor dinas Gubernur Jawa Barat, Gedung Pakuan, Sabtu (21/3/2026), suasana awalnya terasa hangat dan penuh keakraban. Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, menyempatkan diri untuk bertemu dengan para pegawai di lingkungan kerjanya sebelum melaksanakan salat id. Mulai dari sekuriti hingga tukang bersih-bersih, semua diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga membagikan uang santunan kepada para pegawai. Awalnya, suasana berjalan lancar dan penuh keakraban. Satu per satu pegawai yang diundang untuk menerima bantuan itu tampak antusias dan tertib menghampiri gubernur.

Namun, suasana berubah ketika Dedi Mulyadi mendapati seorang pramusaji yang mencoba ikut masuk dalam barisan tukang bersih-bersih. Hal ini membuat gubernur langsung memberikan teguran keras terkait etos kerja dan mentalitas pramusaji tersebut.

“Kebiasaan siga nu teu meunang gaji wae, jadi kan ieu mah nanya diberi, jangan punya kebiasaan begitu, gak boleh kamu pegawai,” ujar Dedi Mulyadi dengan nada tegas.

Ia menekankan bahwa tidak suka pada orang yang selalu meminta, bukan menunggu diberi. Pernyataan ini langsung membuat pramusaji tersebut meminta maaf. Meski demikian, Dedi Mulyadi tetap memberikan uang santunan kepada pramusaji tersebut.

Pramusaji yang dimaksud bernama Kamal. Ia mengaku bekerja di Gedung Pakuan sejak tahun 2020. Dedi Mulyadi kemudian mengingatkan bahwa Kamal sudah memiliki penghasilan tetap sebagai pramusaji. Namun, saat ditanya apakah pekerjaannya itu capek, Kamal menjawab dengan jujur bahwa ia merasa lelah.

Bukan semangat kerja yang muncul dari jawaban Kamal, tapi justru keluhan. Hal ini membuat Dedi Mulyadi semakin tegas. Ia meminta Kamal untuk keluar dan bekerja di luar gedung.

“Kamu capek apa bekerja di sini, oke silakan keluar dari sini,” tegas Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi kemudian membandingkan pekerjaan pramusaji dengan para pegawai pengangkut sampah. Menurutnya, Kamal seharusnya bersyukur dan tidak serakah dengan mengambil jatah yang ditujukan bagi mereka yang nasibnya lebih sulit.

Selain itu, Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa selama ini ia jarang bekerja di kantor dinas Gedung Pakuan. Ia bertanya apakah dirinya sering membawa tamu ke Gedung Pakuan, namun Kamal mengakui bahwa Dedi Mulyadi memang jarang berada di kantor tersebut.

Meski demikian, Kamal mengaku masih tetap bekerja di dapur untuk para staf dan pekerja di lingkungan kantor dinas Gubernur Jabar tersebut.

Dedi Mulyadi kembali menegur agar Kamal tidak memiliki mental miskin dengan mudah mengeluh capek. “Kamu gak boleh punya mental begitu,” ujarnya.

Tidak hanya soal mentalitas, Dedi Mulyadi juga menyoroti aspek profesionalisme. Ia sempat menegur sekuriti yang kedapatan memakai seragam dekil. Menurutnya, petugas di gedung negara harus menjaga wibawa dengan penampilan yang bersih.

Akhirnya, Dedi Mulyadi memastikan bahwa para pekerja yang telah berkorban waktu bersama keluarga di hari fitri ini mendapatkan apresiasi yang layak.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *