Buka Mubes VIII Kerukunan Keluarga Barru, Aksa Mahmud: Belajarlah Sampai ke Iran

Peran Pendidikan dalam Membentuk Kepemimpinan yang Berkelanjutan

Ketua Dewan Pembina Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB), HM Aksa Mahmud, menyampaikan bahwa masa depan kepemimpinan tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) VIII DPP KKDB di Hotel Aryaduta, kawasan Pantai Losari, Makassar, pada Selasa, 24 Maret 2026.

Suasana ballroom Hotel Aryaduta terasa khidmat sejak awal acara dimulai. Di bawah cahaya lampu gantung kristal yang memantul lembut ke seluruh ruangan, ratusan peserta duduk menghadap panggung utama, membentuk satu perhatian yang sama: menyimak arah dan gagasan yang akan disampaikan.

Di depan ruangan, layar LED berukuran besar menampilkan wajah HM Aksa Mahmud dengan latar visual yang megah. Tak lama kemudian, sosok yang sama berdiri di podium, membuka secara resmi Mubes VIII DPP KKDB.

Tanpa banyak pengantar, Ketua Dewan Pembina KKDB itu langsung masuk pada pokok pembahasan yang menjadi inti pidatonya, yakni kepemimpinan. Dengan nada tenang namun tegas, pendiri Bosowa tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan, baik di dunia usaha maupun pemerintahan, tidak akan mencapai kualitas maksimal tanpa ditopang oleh pendidikan yang kuat.

Di hadapan peserta yang memenuhi ballroom, Aksa Mahmud berbicara dengan nada tenang namun tegas, menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membentuk kepemimpinan yang kuat.

Baginya, kepemimpinan bukan semata kemampuan memimpin organisasi atau institusi, tetapi hasil dari proses panjang pembentukan intelektual dan karakter.

Wakil Ketua MPR RI 2004-2009 itu mengingatkan pentingnya kepemimpinan. Baik di perusahaan maupun di pemerintahan.

Agar mencapai kepemimpinan maksimal, harus ditopang dengan pendidikan berkualitas. Maka, demi mendapatkan pendidikan berkualitas itu, pendiri Bosowa itu menegaskan tak pandang waktu dan tempat. “Kalau perlu belajar sampai ke negeri Iran.”

Iran, dalam pandangan Aksa Mahmud, bukan sekadar tujuan geografis, tetapi simbol dari kesungguhan dalam mencari ilmu. Sebuah isyarat bahwa kemajuan hanya bisa diraih oleh mereka yang berani keluar dari batas kenyamanan dan bersedia belajar dari mana pun sumber kualitas itu berada.

“Kalau perlu belajar ke Iran. Iran sekarang lagi berjuang dan insya Allah menang,” tegas Aksa Mahmud.

Sama seperti Ketua Panitia Mubes VIII KKDB, Ketua Umum DPP KKDB, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, serta Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang sambutan sebelumnya, Aksa Mahmud menyapa beberapa tokoh yang hadir.

“Yang terhormat Pak Prof, Prof Said Karim. Beliau ini paling hebat di sini karena sudah mampu melahirkan dua kepala daerah, Bupati Barru dan Wali Kota Makassar. Dulu saya selalu minta beliau ke Jakarta jadi pemain nasional,” ujar Aksa Mahmud.

Saat menyapa Ketua Umum DPP KKDB HM Yasin Azis SE, Aksa Mahmud mengaku terpaksa melanggar aturan.

“Pak Yasin ini menyalahi AD/ART. Saya minta izin agar beliau jadi ketua tiga periode, karena belum siap penggantinya. Makanya periode ketiga untuk siapkan penggantinya. Makanya penggantinya nanti harus lebih hebat. Pemimpin yang hebat itu, begitu terpilih langsung mempersiapkan calon penggantinya yang lebih hebat,” jelas Aksa Mahmud.

Dia lalu bercerita tentang kepemimpinan di 22 perusahaan besar di Sulawesi era awal kemerdekaan hingga awal Orde Baru.

“Dulu ada 22 pengusaha yang kuasai Sulsel. Dari berbagai daerah. Tapi yang berhasil lolos hanya satu, Hanya Hadji Kalla. Kenapa? Karena hanya dia yang mempersiapkan calon penggantinya. Yang 21 itu merasa hebat. De’nengka nadidik i anaknya. Yang 21 itu hanya alena. Haji Beddu Solo, hanya sendiri, tidak ada anaknya yang bantu,” kata Aksa Mahmud.

Aksa Mahmud mengingatkan pentingnya mendirikan sekolah internasional Barru. Menurutnya, daerah akan maju jika ditopang sumber daya manusia yang hebat.

Kalau perlu kita pergi ke Iran. Kita harus banyak belajar pada Iran. Insya Allah Iran akan menang.

Hadir juga Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Barru Abustan, Kesbangpol Kota Makassar Dr Ir Faturrahim A Rahman, Abdul Halim Muharram, Prof Dr dr Hasanuddin Tahir, Prof Dr Said A Karim, Prof Dr Nurdin Noni, Prof Dr Mas’ud Muhammadiyah, Sekjen DPP KKDB Prof Dr Mashur Razak SE MM, mantan Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani, mantan anggota DPR RI HM Aras, dan Dokter Basir Palu.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *