5 tempat makan saung di Jakarta, nyaman dan cocok untuk keluarga

Mengenal Konsep Saung sebagai Pilihan Santai untuk Makan Bersama Keluarga

Di tengah kesibukan kota Jakarta, mencari tempat makan yang tenang dan nyaman sering kali menjadi tantangan. Salah satu solusi yang populer adalah mengunjungi restoran dengan konsep saung. Konsep ini memberikan suasana alami yang berbeda dari restoran biasa, sehingga cocok untuk keluarga yang ingin menikmati waktu berkualitas bersama.

Saung biasanya terdiri dari gazebo atau gubug bambu yang ditempatkan di atas kolam ikan atau di tengah taman hijau. Suasana sejuk dan damai membuat pengunjung merasa lebih rileks, bahkan anak-anak bisa bermain atau memberi makan ikan di sekitar saung. Berikut ini lima tempat makan saung di Jakarta yang direkomendasikan untuk kebersamaan keluarga.

1. Amanaia



Amanaia menawarkan pengalaman unik dengan saung kayu yang terapung di tepi danau buatan. Lingkungan yang sejuk dan penuh pepohonan membuat momen makan bersama keluarga semakin istimewa. Menu yang tersedia sangat beragam, mulai dari Gurame Terbang hingga Udang Bakar Madu yang disukai anak-anak. Porsi hidangan cukup besar, cocok untuk dibagi-bagikan antar anggota keluarga.

Lokasi: Green Terrace TMII, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur

Harga: Mulai Rp100.000 per orang

Jam operasional: 11.00 – 22.00 WIB

2. Bilik Bamboo



Bilik Bamboo memiliki konsep unik dengan dominasi material bambu yang memberikan kesan hangat dan tradisional. Pengunjung bisa makan di atas kolam ikan, di mana anak-anak dapat langsung memberi makan ikan dari tempat duduk mereka. Menu favorit termasuk Karedok dengan bumbu kacang yang kental dan sayuran segar, serta Kepiting Saus Padang yang lezat.

Lokasi: Jl. Raya Munjul No.4, RT.3/RW.2, Munjul, Kec. Cipayung, Jakarta Timur

Harga: Mulai Rp50.000

Jam operasional: 10.00 – 22.00 WIB

3. Gubug Makan Mang Engking



Gubug Makan Mang Engking menyediakan saung kayu yang berada di atas air, menciptakan kesan sejuk dan tenang. Hidangan laut seperti Udang Bakar Madu sangat diminati oleh pengunjung. Porsi besar cocok untuk dibagi bersama keluarga.

Lokasi: Jl. Pelepah Raya, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jakarta Utara

Harga: Mulai Rp100.000 per orang

Jam operasional: 10.00 – 22.00 WIB

4. Kampung Kecil, Duri Kosambi



Kampung Kecil menawarkan deretan saung bambu yang tertata rapi di atas kolam ikan. Nuansa pedesaan Sunda membuat pengunjung merasa tidak sedang berada di tengah kota Jakarta. Menu yang lengkap mencakup paket ayam, bebek, hingga olahan seafood seperti Gurame Bakar Hot Plate dan Cumi Goreng Kremes.

Lokasi: Jl. Raya Duri Kosambi No.9, RT.10/RW.1, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat

Harga: Mulai Rp50.000 per orang

Jam operasional: 10.00 – 22.00 WIB

5. Saung Kita Sentiong



Saung Kita Sentiong menawarkan nuansa nusantara dengan saung-saung yang dikelilingi kolam. Tempat ini cocok untuk makan bersama keluarga maupun acara kumpul teman. Menu yang tersedia sangat beragam, mulai dari Bebek Cabe Ijo hingga Iga Bakar yang lumer di mulut. Sayur Asem dengan kuah kental dan segar juga menjadi pilihan favorit.

Lokasi: Jl. Kramat Sentiong No.49B, RT.11/RW.6, Kramat, Kec. Senen, Jakarta Pusat

Harga: Mulai Rp50.000 per orang

Jam operasional: 10.00 – 22.00 WIB

Pertanyaan Umum tentang Restoran Saung di Jakarta

Apa itu restoran dengan konsep saung?

Restoran konsep saung adalah tempat makan yang menyediakan area duduk berupa gazebo atau gubug kecil, biasanya terbuat dari bambu atau kayu.

Apa saja menu yang biasanya tersedia di tempat makan saung?

Menu yang biasanya tersedia meliputi ayam goreng, bebek goreng, gurame bakar, udang bakar, sayur asem, hingga berbagai jenis sambal yang cocok disantap bersama nasi hangat.

Kapan waktu terbaik untuk makan di restoran saung di Jakarta?

Waktu terbaik biasanya saat sore hingga malam hari karena suasananya lebih sejuk dan nyaman. Namun, restoran saung juga sering menjadi pilihan untuk makan siang bersama keluarga saat akhir pekan.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *