Mawa Tidak Batasi Insanul Fahmi Datang ke Rumah Meski Enggan Kehilangan Sosok Ayah

Proses Perceraian Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi

Wardatina Mawa, seorang konten kreator asal Medan, sedang menjalani proses perceraian dengan suaminya, Insanul Fahmi, seorang pengusaha. Meski pernikahan mereka telah berjalan selama enam tahun, hubungan yang dijalin keduanya terganggu akibat dugaan perselingkuhan Insanul dengan selebgram Inara Rusli alias Inarasati. Pada 26 Februari 2026 lalu, Mawa melayangkan gugatan cerai terhadap sang suami di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan, Sumatera Utara.

Meski tengah dalam proses perceraian, Mawa tidak membatasi komunikasi dan pertemuan antara anak mereka dengan Insanul. Ia bahkan menyatakan bahwa pintu rumahnya tetap terbuka jika Insanul ingin bertemu putra semata wayangnya. Hal ini dilakukan agar sang anak tidak kehilangan sosok ayahnya.

Komunikasi Antara Anak dan Ayah

Menurut Mawa, komunikasi antara anak dan Insanul dilakukan melalui perantara pengasuh. Ia menjelaskan bahwa anaknya sering berkomunikasi dengan Insanul melalui pengasuh tersebut. Meski begitu, Mawa memilih untuk tidak langsung menyapa Insanul saat ia datang ke rumah.

“Iya (bertemu), shalat Jumat, tapi aku di dalam kamar aja,” ujar Mawa. Ia menegaskan bahwa ia tidak membatasi Insanul untuk bertemu anaknya. “Nggak (membatasi). Jadi sekarang itu dia banyak komunikasi sama mbaknya, mbaknya A.”

Pintu rumah Mawa tetap terbuka bagi Insanul jika ingin bertemu anaknya. Namun, ia mengharapkan agar Insanul dapat berdiam diri di dalam kamar ketika berkunjung. Terpenting bagi Mawa adalah anaknya tetap merasa memiliki sosok ayah meskipun mereka sedang bercerai.

Pasrah dengan Tuntutan Nafkah

Mawa juga menyatakan bahwa ia pasrah dengan tuntutan nafkah dari Insanul. Dalam gugatan cerainya, Mawa menuntut nafkah iddah sebesar Rp100 juta dan nafkah mut’ah berupa emas 45 gram. Selain itu, ia juga meminta nafkah anak senilai Rp30 juta per bulan.

Namun, hingga saat ini, pihak Insanul belum menyepakati nominal nafkah yang diajukan oleh Mawa. Bahkan, disebutkan bahwa Insanul hanya bersedia memberikan nafkah anak sebesar Rp1 juta. Meski demikian, Mawa tidak memiliki ekspektasi tinggi terhadap besaran nafkah tersebut. Ia lebih fokus pada kehidupannya sendiri dan kebutuhan anaknya.

“Intinya aku harus berjuang. Aku nggak berekspek dia harus ngasih seberapa, yang penting aku harus bisa berjuang untuk diri aku dan anak aku,” kata Mawa.

Penjelasan dari Kuasa Hukum

Tim kuasa hukum Mawa, Erlangga, menjelaskan bahwa tuntutan nafkah dari kliennya masih belum disepakati oleh Insanul. Ia menegaskan bahwa tuntutan tersebut sudah diajukan dalam beberapa poin, termasuk nafkah anak dan hak-hak istri. Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan dalam tahap mediasi.

Erlangga membantah bahwa Insanul menolak tuntutan nafkah yang diajukan Mawa. Menurutnya, ada beberapa pertimbangan yang membuat Insanul sulit menyepakati jumlah nafkah yang diminta. “Tapi itu bukan berarti penolakan atau keberatan. Mungkin ada pertimbangan-pertimbangan tidak bisa menyepakati yang diminta dengan yang akan disetujui.”

Terkait hal ini, Erlangga menyatakan bahwa masalah nafkah akan dibahas dalam persidangan mendatang. Hakim akan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menentukan besaran nafkah yang akan dibebankan kepada Insanul.

Harapan Mawa untuk Kehidupan Baru

Setelah resmi bercerai, Mawa mengaku bahwa hidupnya kini jauh lebih tenang. Ia berharap segala proses hukum dapat segera diselesaikan. “Ya InsyaAllah bisa jauh lebih tenang. Doain aja semoga cepat ketok (palu),” harapnya.

Dengan tekad yang kuat, Mawa siap menjalani kehidupan barunya tanpa mengorbankan kesejahteraan anaknya. Ia berharap, baik dirinya maupun anaknya dapat meraih kebahagiaan di masa depan.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *