Analisis lirik Prabowo untuk perdamaian dunia

Penjelasan tentang Lagu “Prabowo for Global Peace” yang Viral di Media Sosial

Banyak konten di media sosial mengunggah potongan lagu bertajuk Prabowo for Global Peace. Narasi yang beredar menyatakan bahwa lagu tersebut dibuat oleh musisi internasional sebagai apresiasi atas peran Presiden Prabowo Subianto dalam perdamaian dunia. Namun, sebagian pihak mempertanyakan asli dari lagu tersebut dan menduga bahwa ini adalah hasil karya akal imitasi.

Video tersebut menampilkan klip lawatan luar negeri Prabowo serta rekam jejaknya sebagai prajurit. Dinyanyikan oleh suara pria dalam versi bahasa Inggris dan Indonesia, liriknya berbunyi:

“Prabowo, the President, a bridge to unite, carrying Indonesia’s spirit of peace, He steps onto the stage, where darkness meets light, working for a world where all wars cease.”

Sejak Oktober 2025, banyak akun di Instagram, Facebook, dan TikTok membagikan klip tersebut. Video-video ini telah ditonton ratusan ribu kali.

Verifikasi oleh Tim Cek Fakta Tempo

Tim Cek Fakta Tempo melakukan verifikasi terhadap keaslian lagu tersebut dengan menelusuri asal-usulnya, menggunakan peranti deteksi akal imitasi, serta berkolaborasi dengan Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Trusted Information Alliance (TIA) di India. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa lagu itu bukan gubahan musisi internasional, melainkan hasil dari teknologi akal imitasi.

Jejak Digital di Kanal YouTube

Tempo mencatat bahwa tidak ada musisi internasional yang mengklaim telah menggubah atau menyanyikan lagu Prabowo for Global Peace. Penelusuran menunjukkan bahwa lagu itu pertama kali diunggah oleh akun YouTube Yeyen Novlien pada 25 Oktober 2025. Hingga naskah ini dirilis, video tersebut telah diputar lebih dari 359 ribu kali.

Di kolom deskripsi, kreator menyertakan label bahwa konten tersebut merupakan hasil modifikasi atau sintetis. Merujuk pada ketentuan YouTube, label ini menandakan video memuat konten yang telah dimodifikasi secara signifikan atau dibuat secara sintetis menggunakan akal imitasi.

Akun Yeyen Novlien sendiri berdiri sejak 1 September 2020 dan memiliki 16 ribu pengikut dengan total 182 unggahan. Mayoritas kontennya berupa lagu hasil bangkitan akal imitasi, mulai dari tema kebangsaan, musik sahur, religi, hingga instrumen.

Karya Sebelumnya dari Yeyen Novlien

Sebelum merilis lagu tentang Prabowo, Yeyen mengunggah video berjudul “Indonesia Mendunia! Dibuatkan Lagu Meksiko Berjudul Indonesia” pada 10 September 2025. Ia juga pernah mengunggah lagu bertema Indonesia dalam bahasa Spanyol pada 5 Agustus 2025. Kedua karya tersebut pun menyertakan label konten modifikasi atau sintetis.

Analisis Teknologi Akal Imitasi di Balik Lagu

Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Trusted Information Alliance (TIA) di India menyimpulkan bahwa lagu tersebut merupakan produk akal imitasi. Menggunakan peranti HIVE audio classifier, DAU mendeteksi elemen akal imitasi pada cuplikan berdurasi 10 detik.

Tempo menguji ulang klip itu menggunakan The Hive. Hasilnya, peranti tersebut menyatakan 96,7 persen konten merupakan hasil akal imitasi. Indikasi akal imitasi terdeteksi hampir di seluruh bagian lagu.

Sementara itu, peranti Truth Scan memberikan skor 86 persen untuk kategori konten sintetis. Dari 14 fragmen yang diuji, 11 di antaranya teridentifikasi sebagai akal imitasi dengan skor di atas 80 persen.

Mengutip artikel Goethe Institute, perkembangan akal imitasi saat ini memungkinkan sistem memahami pola, harmoni, hingga nuansa musik secara mendalam. Hasilnya, karya mesin mampu bersaing dengan gubahan manusia. Kini, model akal imitasi untuk penciptaan musik pun kian beragam.

Model AI dilatih menganalisis timbunan data musik untuk mempelajari suara, struktur, dan ekspresi. Pengguna cukup memberikan instruksi teks atau perintah suara (prompt) untuk menghasilkan musik. Akal imitasi mampu menciptakan berbagai jenis musik dalam bahasa apa pun dengan vokal pria maupun wanita. Platform tersebut menghasilkan lagu berkualitas karena telah “menyerap” ratusan referensi musik serupa.

Namun, lompatan teknologi ini memicu kontroversi. Perusahaan pengembang akal imitasi dituding melanggar hak cipta karena melatih model mereka tanpa memberikan kompensasi kepada para pencipta karya aslinya.

Ahmad Su’udi berkontribusi dalam artikel ini.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *