Kebiasaan Unik Presiden Prabowo dalam Mengatur Waktu Istirahat
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memiliki kebiasaan yang cukup menarik dalam mengatur waktu istirahat di tengah kesibukannya sebagai kepala negara. Dalam sebuah diskusi bersama jurnalis dan para pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, ia mengungkapkan cara uniknya untuk tetap terinformasi dan tetap menjaga kesehatan.
Membangun Pagi dengan Informasi Global
Prabowo mengaku dirinya termasuk dalam kategori “news junkie” karena rutin mengikuti arus informasi dari berbagai belahan dunia. Ia selalu bangun pukul 3 dini hari untuk memantau isu global lewat YouTube. “Ini sudah, we are news junkies. Kita ini sudah kena lah,” ujarnya.
Meski terkadang tidur tengah malam, ia tetap bangun dini hari untuk memantau berita melalui platform digital seperti YouTube. “Jadi kadang-kadang saya tidurnya jam satu malam, tapi jam tiga malam saya bangun lagi. Kenapa? Ini masalahnya nih, teknologi. Kan ada YouTube,” tambahnya.
Kebiasaan ini dilakukannya agar tetap mendapatkan informasi terkini dari berbagai negara. “Kita ini beda empat jam sama Timur Tengah, habis itu sama Amerika sekian jam. Jadi saya harus ikuti apa yang terjadi. Dan itulah mungkin yang membuat saya itu always a bit up to date,” jelas Prabowo.
Pentingnya Tidur dan Pola Istirahat Fleksibel
Selain soal mengikuti berita, Prabowo juga membagikan cara ia mencari waktu istirahat di tengah kesibukan sebagai Presiden. Hal ini disampaikan ketika menanggapi pertanyaan analis politik Rizal Malarangeng dalam forum diskusi tersebut.
Ia menekankan pentingnya tidur, sekaligus memiliki pola istirahat fleksibel. Bagi Prabowo, tidur bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. “Jadi mungkin ini ilmu saya dapat di tentara. Jadi bagi saya umpamanya naik mobil saya bisa tidur, naik helikopter saya bisa tidur, naik pesawat saya bisa tidur,” ungkapnya.
Selain itu, Presiden memanfaatkan waktu singkat di sela-sela aktivitas untuk beristirahat. Ia mencontohkan, ketika menghadiri dua atau tiga pertemuan berturut-turut, ia menyempatkan tidur sebentar sekitar 10 hingga 30 menit. “Bagi saya 15 menit nge-charge gitu loh, apalagi 20 menit. My ideal actually is 30 menit,” kata dia.
Mendengarkan Kritik Meski Menyakitkan
Di balik layar kepemimpinan yang tampak tegas dan penuh kendali, tersimpan kebiasaan tak biasa dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Alih-alih menghindari kritik tajam, ia justru mendekatinya bahkan secara sengaja mengonsumsi konten yang menyerang dirinya.
“Kita harus mau dan berani untuk menerima laporan yang paling tidak enak. Dan benar, saya suka monitor posting, podcast yang menyakitkan pun saya nonton,” ujar Prabowo dalam tayangan ulang di YouTube Kompas TV.
Pernyataan tersebut menjadi cerminan sikap terbuka terhadap kritik, bahkan ketika kritik itu disampaikan dengan cara yang tidak menyenangkan.
Budaya ABS dan Dampaknya pada Keputusan
Menurut Prabowo, fenomena laporan yang tidak sesuai fakta berakar dari budaya lama yang masih kuat mengakar di berbagai institusi. “Jadi, budaya ABS ‘Asal Bapak Senang, Asal Ibu Senang, laporan palsu ini sudah membudaya. Saya kira di semua institusi,” kata Prabowo.
Budaya ABS dan Dampaknya pada Keputusan
Ia menilai budaya “Asal Bapak Senang” (ABS) bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan masalah serius yang dapat memengaruhi kualitas pengambilan keputusan di tingkat pimpinan. “Jadi, laporan yang bagus-bagus itu memang budaya yang tidak baik. Dan, itu budaya Indonesia yang mungkin niatnya baik, tidak mau menyusahkan pimpinan,” katanya.
Kritik Sebagai Alarm Kewaspadaan
Sebagai langkah antisipatif, Prabowo secara aktif mencari sudut pandang lain, termasuk dari konten-konten yang beredar di masyarakat. Ia menyadari bahwa tidak semua kritik disampaikan dengan niat konstruktif, bahkan ada yang dilatarbelakangi sentimen pribadi.
“Walaupun dia nyerang begitu dengan cara yang tidak baik, umpamanya ya, dan kadang-kadang saya ambil kesimpulan dia hanya, motivasinya dendam saja, enggak apa-apa. Tapi bagi saya, itu adalah justru membuat saya lebih waspada,” kata Prabowo.
Bagi dirinya, kritik sekalipun tajam tetap memiliki nilai sebagai bahan refleksi dan pengingat.
Evaluasi Program dan Penutupan Dapur Bermasalah
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut memaparkan perkembangan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk penutupan sejumlah dapur yang tidak memenuhi standar operasional. “Saya kira kalau tidak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari 1.000,” kata Prabowo.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas program, sekaligus memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar layak dan aman bagi masyarakat.
Melawan Kenyamanan Semu
Di penghujung diskusi, Prabowo kembali menegaskan pentingnya meninggalkan budaya laporan yang hanya menyenangkan atasan. Ia menilai, kenyamanan semu justru berpotensi menutupi masalah yang lebih besar.
“Jadi, laporan yang bagus-bagus itu memang budaya yang tidak baik. Dan, itu budaya Indonesia yang mungkin niatnya baik, tidak mau menyusahkan pimpinan,” katanya.
Sikap ini menjadi penanda bahwa dalam kepemimpinannya, realitas seburuk apa pun harus dihadapi secara jujur, bukan disamarkan oleh laporan yang sekadar terdengar indah.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












