Perjumpaan Langsung Rismon Sianipar dengan Jokowi untuk Selesaikan Kasus Ijazah Palsu
Polemik terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, akhirnya memasuki babak baru setelah Rismon Sianipar secara langsung menemui Jokowi di Solo. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka membuka jalan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice.
Rismon, yang sebelumnya mengungkapkan keraguan terhadap keaslian ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada, kini menyatakan permintaan maaf kepada Jokowi dan publik. Hal ini dilakukan setelah ia menemukan data baru yang membuatnya menyimpulkan bahwa tidak ada kejanggalan pada ijazah tersebut.
Tujuan Pertemuan yang Dilakukan
Kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, menjelaskan bahwa pertemuan ini dirancang sebagai bagian dari upaya penyelesaian hukum secara damai. Menurutnya, salah satu syarat utama dari mekanisme restorative justice adalah adanya sikap saling memaafkan antara pihak yang berperkara.
“Tujuannya (pertemuan ini) adalah tentu menyelesaikan perkara ini, khususnya Rismon dengan Pak Jokowi atas laporan Pak Jokowi 30 April tahun lalu. Nah, apa syarat-syaratnya, oleh sebab itu saya hadir, saya hadir untuk menjelaskan itu,” ujar Jahmada usai mendampingi kliennya menemui Jokowi.
Ia menambahkan bahwa mekanisme penyelesaian melalui restorative justice tidak sekadar persoalan administratif, tetapi juga membutuhkan itikad baik dari kedua belah pihak.
“Sebenarnya semua sudah jelas ya, cuman apa sih syarat untuk mekanisme restoritive justice. Harus ada saling maaf-maafkan,” sambungnya.
Permintaan Maaf Disiapkan Secara Tertulis
Jahmada juga mengungkapkan bahwa permintaan maaf dari pihak Rismon tidak hanya disampaikan secara lisan dalam pertemuan tersebut. Sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan, permintaan maaf tersebut juga telah disiapkan secara tertulis sebagai dokumen pendukung dalam pengajuan restorative justice.
“Jadi tentu itu tadi kita sudah sampaikan dan kita sudah konsepin juga secara tertulis. Cuman itu barangkali akan dilanjutkan kembali. Hanya untuk administrasinya,” ujar dia.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi dasar kuat untuk menghentikan proses hukum melalui jalur damai apabila kedua pihak sepakat.
Suasana Pertemuan yang Hangat
Di tengah ketegangan yang sebelumnya menyelimuti kasus ini, pertemuan antara Rismon dan Jokowi disebut berlangsung dalam suasana yang cukup cair dan bersahabat. Jahmada menggambarkan bahwa obrolan di dalam ruangan bahkan sempat diwarnai canda ringan, terlebih menjelang bulan puasa.
“Kita juga ada ketawa di dalam apalagi menjelang puasa seperti ini kan. Ya ada benar-benar seperti yang kita harapkanlah, seperti yang kita duga sebelumnya. Kita diterima secara pribadi oleh Pak Jokowi,” ujar Jahmada.
Sebagai bentuk penghormatan, Rismon dan tim kuasa hukumnya juga membawa buah tangan yang diserahkan langsung kepada Jokowi saat pertemuan berlangsung.
“Saya tadi terlambat beberapa menit karena menyusun makanan yang kita bawa secara adat ya. Kebetulan saya tahu persis. Nah, pertemuan tadi adalah bersahabat. Karena itu tujuan kita,” imbuhnya.
Rismon Akui Kekeliruan Penelitiannya
Setelah pertemuan tersebut, Rismon secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi sekaligus kepada publik. Ia juga memberikan klarifikasi terkait penelitiannya yang sebelumnya mempersoalkan keaslian ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada.
“Ya, tentu (minta maaf). Ya saya pun minta maaf kepada publik gitu loh. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowi,” kata Rismon.
Lebih jauh, ia mengaku telah menemukan data baru yang membuatnya menyimpulkan bahwa penelitian sebelumnya keliru.
“Saya meyakini temuan baru saya tersebut bahwa tidak ada kejanggalan terhadap keaslian dari ijazah Pak Jokowi,” sambungnya.
Babak Baru Polemik Ijazah Jokowi
Pernyataan tersebut menandai perubahan sikap signifikan dari Rismon yang sebelumnya gencar mempersoalkan keaslian ijazah Jokowi. Dengan adanya pengakuan kekeliruan dan permintaan maaf secara langsung, polemik yang sempat ramai di ruang publik ini berpotensi berakhir melalui jalur damai apabila proses restorative justice disetujui.
Kini publik menunggu langkah selanjutnya dari proses hukum yang berjalan, termasuk keputusan apakah laporan yang diajukan oleh Joko Widodo terhadap Rismon Sianipar benar-benar akan diselesaikan melalui mekanisme perdamaian tersebut.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."












