Perang Iran vs AS-Israel: Apa yang Terjadi Setelah 15 Hari?

Perang Iran vs AS dan Israel Memasuki Minggu Ketiga

Perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah berlangsung selama 15 hari. Sejak 28 Februari 2026 hingga sekarang, penyerangan terus berlanjut. Tidak tinggal diam, Iran juga melakukan pembalasan atas serangan-serangan AS dan Israel ini. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita ketahui seiring perang yang sudah memasuki minggu ketiga itu.

Mojtaba Khamenei Mulai Bersuara, Disebut Terluka



Usai meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei, sang putra Mojtaba Khamenei akhirnya tampil ke publik setelah ditunjuk menggantikan sang ayah. Sebuah sikap yang tegas langsung dia perlihatkan. Dalam pernyataannya, dia bersumpah akan membalas serangan AS dan Israel yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi sebelumnya. Dia juga memastikan, Selat Hormuz akan tetap ditutup. “Kami akan membalas darah para martir kami. Pembalasan adalah prioritas, sampai sepenuhnya tercapai. Selat Hormuz juga akan tetap ditutup, untuk menekan musuh-musuh Iran,” ujar Motjaba.

Mojtaba pun belakangan dikabarkan mengalami luka akibat serangan AS dan Israel ke Iran. Penasihat pemerintah, Yousef Pezeshkian, akhirnya mengonfirmasi Mojtaba dalam kondisi sehat. “Saya mendengar kabar Mojtaba Khamenei terluka. Saya sudah tanya ke beberapa teman yang mengetahui masalah itu. Mereka bilang ke saya, terima kasih Tuhan, dia selamat dan sehat,” kata Yousef.

Masjid Al Aqsa Masih Ditutup



Hingga hari ke-15 perang, Masjid Al Aqsa masih ditutup oleh otoritas pendudukan Israel. Hal ini membatasi akses umat Muslim untuk beribadah, khususnya selama Ramadan. Kecaman pun datang dari Menteri Luar Negeri delapan negara. Pernyataan tersebut disampaikan bersama oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab. Dalam pernyataan itu, para menteri menilai kebijakan Israel sebagai langkah yang tidak sah serta bertentangan dengan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional. “Pembatasan keamanan terhadap akses ke Kota Tua Yerusalem dan tempat-tempat ibadahnya, serta pembatasan akses yang diskriminatif dan sewenang-wenang terhadap tempat ibadah lainnya di Kota Tua, merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Dewan Keamanan PBB Sahkan Resolusi Soal Serangan Iran



Dewan Keamanan (DK) PBB mengesahkan resolusi yang menyerukan Iran segera menghentikan serangannya terhadap sejumlah negara Teluk. Resolusi tersebut menyebut serangan Iran melanggar hukum internasional dan menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian serta keamanan internasional. Resolusi DK PBB itu disahkan pada Rabu (11/3/2026) waktu setempat dengan dukungan 13 negara, sementara dua negara lainnya memilih abstain. Indonesia memilih tak mau jadi co-sponsor resolusi ini. “Memang kita mengikuti bahwa Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817, Indonesia tidak menjadi co-sponsor dalam resolusi tersebut. Pertimbangan kita adalah pertama, bahwa dalam melihat upaya untuk menyelesaikan suatu persoalan ini, bukan saja inklusivitasnya yang perlu kita perhatikan dalam prosesnya, tapi juga berimbang,” ujar Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela.

Iran Diduga Tebar Ranjau di Selat Hormuz



Pejabat AS menyatakan Iran mulai menempatkan ranjau laut di Selat Hormuz, langkah yang dinilai berpotensi mengganggu jalur pelayaran global. Informasi tersebut dilaporkan berdasarkan data intelijen yang diperoleh pejabat AS. Menurut seorang pejabat AS yang mendapat pengarahan intelijen, langkah tersebut dilakukan setelah militer Amerika menghancurkan kapal-kapal besar Iran yang sebelumnya digunakan untuk menebar ranjau di perairan tersebut. Akibatnya, Iran kini disebut menggunakan kapal-kapal kecil untuk menjalankan operasi tersebut. “Setelah pasukan AS menghancurkan kapal-kapal besar Iran yang mampu menebar ranjau dengan cepat, Iran mulai menggunakan kapal kecil untuk operasi tersebut,” kata seorang pejabat AS yang dikutip The New York Times, Jumat (13/3/2026).

Sebanyak 1.300 Orang Meninggal di Iran Akibat Perang Ini



Serangan AS-Israel kepada Iran terus berlanjut, dan dikabarkan 1.300 orang di Iran meninggal dunia akibat serangan ini. Namun, serangan Iran juga berefek besar di Tel Aviv, karena banyak bangunan runtuh di sana. Lebanon juga harus menerima efek dari serangan Israel, seiring meninggalnya sembilan orang akibat serangan itu. Situasi di Timur Tengah pun masih panas buntut dari perang AS-Israel lawan Iran ini. Jerman Tidak Mau Terlibat dalam Perang AS-Iran.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *