Peran Kunci Jurnalis Kampus dalam Suksesnya Education Fair Bali Nusra 2026
Education Fair Bali Nusra 2026 yang diadakan pada 3–4 Maret 2026 menjadi momen penting dalam dunia pendidikan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Acara ini berhasil mempertemukan berbagai pihak, termasuk kampus-kampus dari Flores dan Bali, siswa SMA, guru, jejaring Tribun Network, serta berbagai sponsor. Meski sebagian besar peran terlihat di luar layar, ternyata banyak orang yang bekerja keras di balik layar untuk menyukseskan acara ini.
Salah satu kelompok yang turut berkontribusi adalah Jurnalis Kampus Universitas Nusa Nipa (Unipa) yang berasal dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Mereka tidak hanya bertugas mendokumentasikan kegiatan tetapi juga menyiarkan informasi melalui media digital agar bisa diakses oleh masyarakat luas. Dengan bimbingan Lodowik Nikodemus Kedoh dan beberapa dosen lainnya, para jurnalis muda ini tampil maksimal dalam mengabadikan momen-momen penting selama penyelenggaraan event tersebut.
Kehadiran mereka bukan hanya sekadar tugas akademis, tetapi juga sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah dipelajari. Mereka belajar langsung bagaimana cara mengambil gambar, melakukan wawancara, dan menyusun berita secara profesional. Dengan begitu, mereka tidak hanya memberikan kontribusi bagi acara, tetapi juga meningkatkan kemampuan diri sendiri.
Rektor Unipa, Dr. Jonas K. G. D. Gobang, menyampaikan bahwa kampus harus selalu adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa setiap pembelajaran harus berujung pada kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa. “Kuliah merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk masuk ke dunia kerja,” ujarnya. Hal ini tampak nyata melalui kiprah Jurnalis Kampus Unipa yang aktif dalam berbagai kegiatan eksternal.
Tidak hanya itu, Education Fair Bali Nusra 2026 juga menyisakan berbagai cerita unik dan menarik. Setiap peserta maupun panitia memiliki kesan tersendiri terhadap acara ini. Salah satu hal yang menarik adalah peran jurnalis kampus yang bekerja di balik layar, tetapi hasil kerja mereka sangat berdampak.
Dalam acara ini, Tribun Flores juga menggelar English Speech Competition dengan tema-tema yang relevan dengan isu sosial di NTT. Tema-tema tersebut antara lain:
- Memutus Rantai: Mengakhiri Perdagangan Orang di NTT.
- Literasi dan Warisan: Memberdayakan Migran Melalui Pendidikan.
- Menuai Harapan di Kampung Halaman: Menciptakan Peluang di NTT.
Acara ini diikuti oleh 35 peserta dari 11 sekolah menengah atas di Flores. Sekolah-sekolah yang terlibat antara lain:
- SMAS Katolik Frateran Podor Larantuka
- SMAS Katolik Frater Maumere
- SMA Negeri 1 Maumere
- SMA Negeri 2 Maumere
- SMK Negeri 3 Maumere
- SMA Negeri 1 Nita
- SMAS Katolik St. Jhon Paul II Maumere
- SMAS Katolik St. Gabriel Maumere
- SMA Agama Katolik St. Maria Monte Carmelo Maumere
- SMAS Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere
Beberapa lembaga dan institusi juga turut mendukung acara ini, seperti:
- Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa
- Universitas Nusa Nipa Maumere
- Universitas Bali Internasional
- Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero
- Sekolah Tinggi Kesehatan St Elisabeth Keuskupan Maumere
- Politeknik Cristo Re Maumere
- Universitas Muhammadiyah Maumere
- Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng
Selain itu, acara ini juga didukung oleh berbagai sponsor seperti:
- KSP Kopdit Obor Mas Maumere
- Kredi One
- Telkomsel Maumere
- BNI Maumere
- Suzuki Maumere
- Servvo
- Adira Finance Maumere
- EDSA Catering
- Gramedia Maumere
- Ketua DPRD Sikka
- Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere
- Ewiti.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












